[Serial Negara Kapitalis] We are girls on the run, we are girls in the rain

Dian Nugraheni

 

Banyak hal di Amerika, yang membuat aku terus terkejut-kejut, terkagum-kagum.., meski itu hal-hal yang sederhana…

Hari ini, 23 Mei 2010, ijin tak masuk kerja, karena aku harus jadi buddy, pendamping anakku untuk mengikuti acara Girls on The Run, di Universitas George Masson…universitas di tengah hutan..

Bukan tanpa alasan, kenapa yang mengikuti acara lari 5K ini adalah para Girls.., gadis-gadis kecil kelas 3 atau 4 SD, bukan kelas 5, atau gadis-gadis belia Middle School.

Alasannya sungguh membuat aku sangat berterimakasih, dan tentu saja, sangat menghargainya, karena terus terang, aku nggak kepikiran sampai sana, bagi aku, semua boleh jadi, berjalan apa adanya.

Dan alasan itu adalah, bahwa anak perempuan usia menjelang 10 tahun, harus dilatih fisiknya, untuk mempersiapkan tubuh menjelang dewasa. Maksudnya, anak-anak perempuan kecil ini, sebentar lagi, akan mengalami akhil balik, atau mens pertamanya. Maka, tubuh harus disiapkan untuk menyambut hal itu.

Ya, anak-anak SD di sini, baru menjelang usia 10 tahun diberikan mata pelajaran Olah Raga yang “sesungguhnya”, atau yang sedikit demi sedikit mengarah pada teknik-teknik dalam olah raga, seperti lari, atletik, dan permainan-permainan seperti Basket atau Football. Sebelum itu, pelajaran Olah Raga bagi anak-anak SD di bawah usia 10 tahun adalah “main-main”, seperti lempar bola, panjat tambang, dan permainan-permainan lain.

Jadilah hari ini, hari “penasbihan” anak-anak gadis menjelang usia 10 tahun, untuk memulai mengolah tubuhnya untuk mempersiapkan tugas-tugas “keperempuanan” selanjutnya. Ya.., tugas tubuh perempuan, kalau dihitung-hitung, nantinya memang akan lebih berat. Dari mendapat haid, kemudian setelah dewasa dia mungkin akan hamil, menyusui, dan seterusnya. Maka benarlah, tepat, bahwa tubuh-tubuh gadis kecil ini harus dipersiapkan sejak dini.

Ribuan gadis kecil dari ratusan SD di Virginia, berkumpul, dengan didampingi oleh “buddy”nya, bisa orang tuanya, kakak, tante, atau siapa pun. Kalau itu pun nggak bisa disediakan, maka guru akan mencarikan sukarelawan sebagai pendamping gadis kecil ini untuk menempuh rute lari 5K. Satu anak, satu buddy…

Acara diadakan di George Masson University, di Fairfax County, universitas di tengah hijaunya pepohonan. Tiba di George Masson, masih harus menunggu acara pembukaan. Ya, acara dibuka dengan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh gadis kecil juga, tanpa musik. Terus terang aku nggak ngerti itu lagu apa, tapi, kerumunan yang tadinya riuh rendah, tiba-tiba menghening, mereka menyilangkan tangan, memegang dada sebelah kiri, di mana terletak jantung. Seperti pembukaan olimpiade saja.

Tiba-tiba, anakku berbisik, “Mah, ini lagu kebangsaannya Amerika.., kalau nyanyiin ini, tangan kanan pegang dada sebelah kiri…” Dan aku pun mengikuti apa yang dikatakan dan telah dilakukan oleh anakku.

Dan, perjalanan lari 5K pun dimulai, menyusuri jalanan naik turun layaknya hutan di pegunungan. Hujan semakin deras, tapi tak satupun yang peduli.., semua berlari kecil..atau berjalan cepat bila capek.

Ketika melewati hutan yang makin lebat, penyakit “kehutananku” segera timbul. Keluarkan kamera, berhenti, mengambil foto bunga-bunga, dan..Ya Allah.., aroma hutan ini.., sungguh sangat sedap. Belum pernah aku membaui hutan sesedap ini. Campuran antara bau rumput, kayu, dedaunan, dan bunga-bungaan liar, menyeruak karena diguyur hujan…

Anakku, gadis kecilku segera mengeluh, “Capek, Mah..perutku sakit..” hmmm..

“Oke.., kamu masih keliru kalau begitu caramu lari. Buka mulutmu.., keluarkan setiap nafas dari mulut sampai keluar bunyi.. whuhh..whuhh..whuhh..” gitu aku ajarkan mengolah nafas pada anakku.

“Kalau kamu bisa seperti Mamah, kamu nggak akan sakit perut, dan akan kuat sampai 5 kilometer nanti..” aku menatap wajah anakku yang nampak sedih.

“Ayo..dorong nafasmu dari mulut sampai bunyi..whuhh.., satu.., dua..tiga.., ya..ya.., terus jalan..terus dorong..” aku cuma bisa menyemangati.

“Berapa kilo lagi Mah..,” tanya anakku lagi.

Aku tertawa, ” Satu putaran lagi.., jangan menyerah.., kamu pasti sampai.. Ayo, teman-temanmu sudah nggak kelihatan..”

Cheerleaders yang terdiri dari para orang tua, menyemangati sepanjang jalan, sambil mengibas-ngibaskan bendera waarna-warni, “You can do it, Girls.., gud job..almost done..!” begitu mereka berteriak.

Sayup-sayup terdengar suara musik, itu panggung utama tempat start tadi, di mana kami juga akan finish.

“Dengar musik itu..? Kita hampir sampai..ayo..!” dan anakku pun mulai semangat untuk menyelesaikan finish 5Knya.

Dan ketika kami menginjak karpet biru tanda finish, orang-orang yang tidak saling mengenal pun, memberikan applaus, semangat dan penghargaan, “Gud job, Girls.., I know you can do that..” Aku pun segera memeluk anakku, “Kamu berhasil, Dek.., kamu sudah lari 5K..” Anakku pun tertawa, setelah perjalanan panjang tadi, dengan keluhan di sana-sini…

Dan, kami disambut panitia yang membagikan pisang, jus buah dalam kemasan, dan air putih..Itu makanan wajib pelari sebelum start, dan sesudah finish. Di bis sekolah menjelang pulang, masih ada hadiah kecil dari Bu Guru dan Pak Guru, Granola Bar, semacam makanan terbuat dari Oat, dan dibalut sedikit karamel.

 

Carlin Spring,

Arlington, Virginia,

 

Dian Nugraheni,

Minggu, tanggal 23 Mei 2010, jam 12.56.

(Setelah lari 5K yang mengagumkan…hmmm..)

 

lari01

Klebus dan memerah..setelah finish…

 

lari02

We are Girls on the run, girls in the rain…

 

lari03

Inilah stand SD Barret, dengan Mrs. Janzen sang Guru..hamil 5 bulan pun..tetap lari..!

 

lari04

Berangkat dan pulang..makannya pisang..wajib!

 

lari05

Untung hujan..jadi adem…

 

12 Comments to "[Serial Negara Kapitalis] We are girls on the run, we are girls in the rain"

  1. Lani  5 February, 2013 at 23:47

    DIAN : kegiatan semacam ini sering diadakan di KONA……….baik itu yg dikelola oleh sekolahan ato berbagai macam organisasi, charity ato yg dilombakan………….dr yg jalan kaki, sampai lari bahkan jg berenang dilaut…….yg utk anak2 dinamakan KEIKI………rameeeeeeeee banget, org dipinggiran jalan kasih support………go………go………go u can do it!!!!

    aku nek ora olahraga sikile gatellllllllllllll…………….

  2. Lani  5 February, 2013 at 23:41

    KANG ANU, AKI BUTO : cuocokkkkkkkk banget wes saling lempar, dan pegang dada wakakakak………

    DIAN : jd ingat dulu disekolah tiap hari Senin ada upacara bendera kita menyanyikan dgn hormat dan pake hormat bendera……….sejak ganti warganeg klu nyanyi skrng hrs menyilangkan tangan didada……dan kesamaannya tiap nyanyi ko emosi jd terbawa………bangga, tp jd tumpah ayer mata ini………..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *