Seabad Grand Central Terminal New York

Kornelya

 

Tanggal 1 Februari 2013 pemerintah kota New York menyelenggarakan ulang tahun ke 100 terminal Grand Central New York. Tengah malam tanggal 1 Februari 1913 dilakukan   serah terima kunci terminal dari kontraktor kepada keluarga Vanderbilt selaku pemilik property, diikuti dengan peluncuran kereta api pertama dari statiun beberapa jam berikutnya yang jatuh pada tanggal 2 Februari 1913.

Tampak depan bangunan Grand Central terminal tidak  semegah dari statiun Kota Jakarta, karena diapit oleh gedung bertingkat lain, pilarnya kelihatan lebih pendek. Namun setelah memasuki ruangan utama barulah terasa bahwa kita berada pada salah satu gedung tua yang megah dan terawat dengan baik di New York. Dimana pusat informasi dengan jam  berbentuk oval dan menjadi icon Grand Central berada di tengah ruangan, diterangi 35.000 lampu kristal,   pintu masuk berada di empat penjuru, serta jalur kereta api yang semuanya berada  di bawah permukaan tanah. Setiap harinya terminal ini dikunjungi oleh sekitar 750,000,- pengunjung, baik commuter maupun turis, selain itu juga setiap harinya sekitar 700 kereta api berangkat dengan jadwal yang terkontrol.

Berada di kota dan Negara kapitalis, Grand Central tak luput dari keserakahan para kapitalis. Tahun 1977  sa’at Mayor Beame menjadi wali kota, New York City mengalami krisis keuangan, pemerintah memutuskan untuk meruntuhkan terminal ini untuk membangun municipal. Jacqueline Onasis Kennedy  berusaha mencegah dengan menulis surat kepada mayor Abe dan membuat petisi untuk menyelamatkan Grand Central. Selama proses pengadilan untuk demolisi terminal, walikota New York mengalami pergantian, Ed Koch menjadi walikota baru.

Walikota bujang seumur hidup ini mendukung upaya untuk mempertahankan Grand Central, bahkan di tangannya New York city keluar dari krisis keuangan. Sayangnya mayor Ed Koch  meninggal pada tanggal 1 Februari 2013.  Dalam press releasenya sebagai anggota dewan kehormatan panitia satu abad Grand Central, Caroline Kenedy menulis tentang perjuangan ibunya “she fought hard to preserve and protect historic architect throughout New York City, and knew that such an extraordinary building added immensely to the city’s beauty of culture. She also understood the value of great public spaces in building a community. She would be proud that her tireless efforts have led to this anniversary celebration” (Dia berjuang keras untuk mempertahankan dan melindungi bangunan bersejarah seantero New York., dan ia sadar bahwa bangunan megah menambah pesona pada kecantikan dan budaya kota. Beliau juga mengerti manfaat dari ruangan umum dalam membangun masyarakat. Beliau akan bangga dengan usahanya yang tak pernah lelah menjadi jalan menuju peraya’an satu abad”)..

Grand Central Terminal New York, tidak hanya berfungsi sebagai terminal kereta api, tetapi juga menjadi terminal bus dalam/antar kota. Bahkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, dari tempat ini pemerintah menyediakan bus umum ramah kantong penduduk yang bersih dan nyaman ke tiga air port utama  yaitu, John F Kennedy, La guardia New York, serta New Wark, New Jersey. Pemerintah New York menyadari bahwa, kelancaran mobilisasi manusia dan komoditi mempengaruhi tingkat produktivitas dan kemajuan ekonomi.

Sebagai tempat mobilisasi manusia, Grand Central Terminal juga mengakomodasi kebutuhan komuter, berupa toilet yang bersih, restaurant, bakery, toko buku, boutique, tukang semir sepatu, stand pedagang kaki enam bahkan pasar sayur mayor dkk.  Sa’at peraya’an ulang tahun Grand Central ke 100 kemarin, banyak restoran dalam station memberi tariff makanan sesuai harga se abad lalu , berkisar ¢ 19 – ¢25.  Sayangnya saya tak sempat menikmati tariff murah meriah ini karena panjangnya antrian. Namun saya cukup senang bisa mendapat tempat duduk yang nyaman untuk menyaksikan upacara “Kick off” Grand Central Centennial Celebration.

grand-central (1)

Special HUT ke -100, semir dan spa kulit sepatu ¢10

 

grand-central (2)

Sambil menunggu kereta, bisa belanja sayur, daging,ikan keju untuk makan malam

 

grand-central (3)

Flower for special one’s, special day, ready for quick grabbed

 

grand-central (4)

Salah satu ruangan makan umum, di ruangan bawah tanah

 

grand-central (5)

Toko buku “Hudson News”, dengan running text breaking news dan harga saham di atas counter cashier

 

grand-central (6)

Electronict Violin soloist Sarah Charness dari Trans Siberian Orkestra

 

grand-central (7)

Dari kiri – kanan. Mr. Pere Calvet General Director Barcelona Rail Train, John Doyle GM Victoria Line, London Under Ground, Seiichiro Ono rep.  East Japan Rail way company, Grand Central’s twin terminal dan Howard Permut, Metro North Rail Road, presiden.

 

Award winning documentary film “Mad Hot Ballroom”

grand-central (8)

grand-central (9)

Anak-anak berwajah mirip anaknya Buto, Dewi, dan bu Gucan sedang melantai

 

grand-central (10)

Peluncuran, perangko, Centennial Grand Central

 

grand-central (11)

Peti/Koper menyimpan barang dari masa ke masa

 

grand-central (12)

Maket Grand Central yang dibangun dengan Lego

 

grand-central (13)

Train engineer dengan pakaian kebesaran

 

grand-central (14)

Knick Basket Ball club Dancers

 

grand-central (15)

grand-central (16)

grand-central (17)

Contemporary dance,  Keigwin & company

Setelah saya perhatikan dan menikmati pelayanan Grand Central Terminal, tempat ini menjadi nyaman, selain karena perawatan yang memadai, juga terletak pada ketegasan dan disipilin managemen mengatur lokasi vendor. Ruangan utama, hanya dipakai sebagai pusat informasi,   penjualan tiket dan rendezvous tentunya.  Bila suatu waktu nanti kita janjian ketemu di Grand Central, hal yang perlu diingat bila tak mau berurusan dengan petugas keamanan, jangan duduk di tangga, biar capek kemana-mana tas, koper harus dibawa serta.

Salam dari New York, See something, say something. Work hard, many thing you can buy. hehehehe…

 

30 Comments to "Seabad Grand Central Terminal New York"

  1. anoew  8 February, 2013 at 07:45

    Wik, Yu Lani, malah kemarin dulu itu ada yang bilang “waah kalau aku jadi si Bunda sudah pasti bakal kumasukkan kucing ke dalam celanamu!” Wealaaah jiaaaan galak betul, padahal cuma ngimpi lho…

    @mbak Kornelya, ditunggu kirimannya ya. Biar nanti bisa diperbesar trus dibingkai, ditempelkan ke dinding kamar

  2. Dewi Aichi  8 February, 2013 at 01:24

    Lani…lha yo kuwi…Anoew njur pengen dadi penari…ning pasangane kucing, njur melu melu kaya foto terakhir itu….dicokot kucing ben kapok, wong senengnya mimpiin kucing ha ha

  3. Dewi Aichi  8 February, 2013 at 01:23

    Jalom, aduh fotonya pas posenya cantik banget.

  4. Lani  8 February, 2013 at 00:36

    KORNEL : foto no 2 dr paling bawah………mengingatkanku Ellen de Generes show…….sdg diadakan lomba gaya memeluk/pelukan dgn KOALA…………hahahah……..krn bbrp program terakhir mengenai AUSTRALIA

  5. Lani  8 February, 2013 at 00:35

    DA : wahahahaha……..makane foto plg akhir plg disukai kang Anuuuuuuuu………..whoaaaaaaa…….!

  6. Lani  8 February, 2013 at 00:34

    KORNEL : urusan KOPLAK………KEPLE……….itu bagian kang Anuuuuuu & lurah Baltyra……….aku ora melu2 ah…….hahaha

  7. anoew  8 February, 2013 at 00:00

    Hahahaha siiiip…, tengkiuh sudah diingat dan dikasih oleh-oleh foto kiwir-kiwir

    Dan nanti pastinya, di FB lebih kiwir-kiwir lagi dong ya

  8. Hennie Triana Oberst  7 February, 2013 at 22:29

    Kornelya, keren banget laporannya. Aku ingat pernah ke tempat ini, sudah lama sekali.
    Aku juga fokus ke foto terakhir, lucu juga ya gaya kedua penari itu.

  9. Kornelya  7 February, 2013 at 21:23

    Mba Alvina, betul saya juga lebih tertarik pada maket lego ketimbang lumber. Salam.

  10. Kornelya  7 February, 2013 at 21:18

    Bu Gucan, Amin, yakinlah sebentar lagi anakmu melanglang buana. Salam

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.