Pamer Kertas Djadoel – This Was Our Language (1)

Bambang Priantono

 

Dengan melihat berbagai jenis koran, poster, iklan bahkan sampai kartu pos jaman dulu. Kita seolah dibawa berkaca kembali pada masa lalu kita. Selain aspek produk, yang paling menarik saya adalah aspek kebahasaan di dalamnya.Kertas-kertas tersebut pada masa penjajahan kadang ditulis dalam tiga bahasa sekaligus, yakni Belanda, Cina, Jawa (kadang) dan Melayu (namanya sebelum 1928 belum bahasa Indonesia). Dan secara struktur juga, kita yang hidup di jaman sekarang agak susah memahami tatabahasa dari bahasa buyut-buyut kita, selain dari segi ejaan dan kosakata. Namun demikianlah adanya…jaman berubah, demikian pula bahasa.

English version :
By reading various old papers, we can see our flashback, look at the past. Besides the products, we can see also its linguistic aspects.
In the past, those papers were often trilingual : Dutch, Chinese, Javanese (sometimes) or Malay (not Bahasa prior 1928). Structurally we who live in recent time will face difficulties for reading those papers. From its grammatical structures, spellings and also vocabularies. But, time goes by and language will always change.

Location : SEMARANG, OLD CITY

obatgatel

Obat Gatel HAPOES : A Matjem Zalf, B Matjem Aer
Bahasa Moderen : Obat Gatal HAPUS : A bentuk salep, B bentuk cair

 

rokok

Rokok Kretek & Sigaret Tjap DORO Selaloe Poewasken Pengisepnja

 

iklan

Moderen : Suatu Pembunuhan Yang Kejam/Keji

 

semir-rambut

Bikin Ramboet Item (mereknya RAMBOET NETJIS)

 

Bersambung
To be continued

 

Bisa juga dibaca di: http://bambangpriantono.wordpress.com/2013/02/03/post-of-a-day-from-semarang-with-pamer-kertas-djadoel-this-was-our-language-1/

 

About Bambang Priantono

kerA ngalaM tulen (Arek Malang) yang sangat mencintai Indonesia. Jebolan Universitas Airlangga Surabaya. Kecintaannya akan pendidika dan anak-anak membawanya sekarang berkarya di Sekolah Terpadu Pahoa, Tangerang. Artikel-artikelnya unik dan sebagian dalam bahasa Inggris, dengan alasan khusus, supaya lebih bergaung di dunia internasional melalui blognya dan BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "Pamer Kertas Djadoel – This Was Our Language (1)"

  1. bambang priantono  12 February, 2013 at 11:44

    JC :

    Djangan tanjaken kaloe njang satoe itoe….Kang Anoeng paling pinter

  2. bambang priantono  12 February, 2013 at 11:43

    Anoew : gelem dadi modele?

  3. bambang priantono  12 February, 2013 at 11:43

    Hennie : iya, tapi itulah bahasa kita

  4. bambang priantono  12 February, 2013 at 11:42

    Pak DJ

    Sami-sami Pak…

  5. J C  9 February, 2013 at 18:23

    Soedah koedoega kalaoe Kang Anoew memang paling gemar oeroesan isep mengisep pengisep (makanya yang dikomentari adalah urusan isep mengisep)…

  6. anoew  9 February, 2013 at 12:49

    Iklan rokok jaman dulu lucu juga. Satu yang nggak berubah, modelnya selalu cantik, apalagi model bedak dan salep (kecuali salep panoe)

  7. Hennie Triana Oberst  9 February, 2013 at 03:34

    Ternyata bahasa jaman dulu terdengar lucu ya.

  8. Dj. 813  9 February, 2013 at 01:13

    Terimakasih mas Bambang, sudah berbagi kertas hari ini….
    Salam,

  9. Nono  8 February, 2013 at 15:34

    Teriema kasie

  10. James  8 February, 2013 at 12:02

    SATOE, Pamer Kertas Djadoel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.