Serba Serbi Yee Sang

Silvia Utama – Bumi

 

Ada orang yang tulis nya sebagai yu sheng, ada yang tulisnya yusheng ada pula yang tulis nya sebagai yee sang…..semuanya  menunjuk kepada satu jenis hidangan yang biasa dihidangkan di hari ke tujuh dari Imlek.

Saya membaca dari surat kabar di Singapura (inipun yang ditulis di Wikipedia) yang membahas mengenai asal muasal yu sheng ini  bahwa pada awalnya tradisi memakan ikan mentah ini dilakukan oleh nelayan yang tinggal di Chaozhou (Tiociu) dan Shantou yang hidup di era yang dikenal sebagai Southern Song Dynasty.

Nelayan yang tinggal di Guangzhou pun memang memiliki tradisi memakan ikan hasil tangkapan mereka di hari ketujuh (Renri)

Ada empat orang chef yang terlibat dalam proses penciptaan versi yu sheng yang dikenal saat ini, yaitu Than Mui Kai, Lau Yoke Pui, Hooi Kok Wai dan Sin Leong. Mereka saat itu adalah chef-chef terkemuka di Singapura. Dulunya mereka ini adalah kolega ketika mereka sama-sama bekerja untuk restaurant Cathay yang berada di Cathay Building.

Walaupun demikian klaim dari orang-orang Singapura dan empat chef di atas ditolak oleh beberapa pemuka asosiasi etnis Cina yang berada di Malaysia. Alasan mereka bahwa karena Singapura dulunya adalah bagian dari Malaya, seharusnya itu adalah makanan khas milik negara Malaysia. Alasan lainnya yang mereka pakai  adalah bahwa karena di Malaysia kebanyakan orang Cina di sana adalah etnis Kanton yang mana mereka memasak dengan menggunakan bahan segar dengan bumbu sangat minimal, maka sudah pasti  yu sheng juga adalah hak milik negara Malaysia.

Tahun 2009 pun Menteri Pariwisata Malaysia saat itu Datuk Seri Dr. Ng Yen Yen membuat jengkel orang-orang Singapura karena mengklaim bahwa bak kut teh dan nasi ayam Hainam pun merupakan makanan khas negara Malaysia.

Anyway, ini bahan-bahan utama dari yu sheng:

Bahan-bahan yu sheng

1. Ikan mentah iris “nian nian you yu”  (年年有余)yang melambangkan kelimpahan sepanjang tahun.

2. Pomelo (jeruk bali) “ da ji da li”  (大吉大利) yang ditambahkan ke ikan untuk melambangkan keberuntungan.

3. Irisan wortel “hong yun dang tou” (鸿运当头) yang melambangkan berkat-berkat yang mendatangkan kemakmuran.

4. Lobak hijau “qing chun chang zhu” (青春常驻) melambangkan awet muda selalu.

5. Lobak “bu bu gao sheng” (步步高升) melambangkan kemakmuran dan promosi didalam bisnis.

6. Kacang tanah bubuk “jin yin man wu” (金银满屋) melambangkan harapan agar di tahun yang baru asset seseorang akan bertambah.

7. Wijen “sheng yi xing long” (生意兴隆) melambangkan harapan agar bisnis bisa berkembang.

8. Kerupuk berwarna keemasan (di restoran tempat saya makan bersama keluarga saya ini tahun ini mereka menggunakan talas goreng yang dipotong berbentuk korek api) “man di huang jin” (满地黄金) melambangkan kekayaan yang melimpah.

9. Merica “ zhao cai jin bao” (招财进宝) melambangkan harapan akan datangnya kekayaan.

10. Saus plum “tian tian mi mi” (甜甜蜜蜜) melambangkan hubungan yang erat satu sama lainnya baik itu dalam keluarga maupun dengan mereka yang terlibat dalam hubungan bisnis.

11. Minyak “ti ben wan li” (体本万里(?)) dikucurkan mengelilingi bahan-bahan yang lain melambangkan harapan datangnya kekayaan akan mengalir dari segala arah.

Aduk yu sheng

Aduk lagi

Buat keluarga dan saya, di hari kedua Imlek biasanya kami  makan yu sheng jika kami berada di Singapura karena mama saya sangat suka rasa yu sheng ini. Kami juga berpikir bahwa memiliki pengharapan itu sangat baik. Kami ini tidak teriak-teriak bilang “lo hei” dan aduk-aduk bahan yang penting agar bahan-bahan dan sausnya tercampur rata supaya enak dimakannya*smile.

Saat ini jenis yu sheng sudah semakin banyak saja. Ada yang ikannya juga ditambah dengan abalone, ada juga restoran Jepang dan restoran yang biasa mengusung makanan Barat menyajikan yu sheng versi mereka masing-masing.

Buat mama saya, beliau paling doyan ya versi di rumah makan yang foto-nya saya lampirkan dengan tulisan ini *smile.

 

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Yusheng

 

59 Comments to "Serba Serbi Yee Sang"

  1. Silvia  26 February, 2013 at 20:16

    Hai EN. Saus plum yg manis2 gitu terasa kuat di lidah saya. Tx sdh meluangkan waktu mampir sini ya.

    Hello Nur Mberok. Tx jg ya sdh mampir dan memberikan komennya.

  2. Nur Mberok  26 February, 2013 at 12:50

    Penuh filosofi……tx Silvi…

  3. elnino  24 February, 2013 at 09:40

    Warnanya cantik… Rasanya manis, gurih, asam, segar. Mana yg dominan Vi?

  4. Silvia  23 February, 2013 at 08:38

    Hai Lin. Silahkan

  5. Linda Cheang  21 February, 2013 at 17:18

    isi artikelnya mau dikutip, yah, Mak

  6. Silvia Utama  16 February, 2013 at 16:22

    Sama2 Mas.

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  15 February, 2013 at 20:24

    Terima kasih, Vie, penjelasannya. Ternyata tabiat Malee sama ya terhadap siapa saja.
    Salam.

  8. Silvia U  15 February, 2013 at 19:41

    Tx Mas. Itu foto2 pakai hp nya suami.

    Hubungan Spura dan Mysia ini mmg panas2 dingin. Sy sih merasa Mysia kurang banget ide orisinalnya. Soalnya bukan dg Spura saja yg diaku2 milik Mysia. Banyak juga yg milik Indonesia yang diaku2 sama dia kan?

    Pada intinya apa pun yg di lakukan Spura dan berhasil, pasti cepat2 Mysia akan copas.

    Ketika melihat Port of Singapore Authority berhasil mendapatkan begitu byk income, mereka cepat2 buat Port of Tanjung Pelepas. Krn lahan mrk luas dan biaya sumber teenage kerja yg lebih murah, PTP berhasil menarik klien no 1 PSA(skrg PSA International Pte Ltd) yaitu Maersk dan klien no 2, Evergreen.

    Spura berhasil memiliki Universal Studio, mrk cepat2 cari tandingan dan buat Lego Land di Johor Bahru.

    Memang tidak bisa dihindari lah persaingan bisnis sih mulai modal asing, investasi, talent begitu sih ya. Yg bikin greget kalau sdh ga ada malu soal makanan negara tetangga, kesenian tetangga juga mau diaku2.

  9. IWAN SATYANEGARA KAMAH  15 February, 2013 at 18:04

    Enak banget ya melihat foto-fotonya.. Vie, apakah memang begitu antara Sing dan Male sering bertengkar masalah klaim sesuatu?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.