Pertemuan 2012 – 2013 (1)

Dewi Aichi – Brazil

 

Pertemuan Pertama (Pecel Madiun, Serpong, Cibubur Junction)

 

Di penghujung tahun 2012, saya memang sudah merencanakan untuk pulang ke Indonesia. Waktu yang sudah lama sekali saya tunggu-tunggu. Maka sampailah waktunya, saya pulang di akhir bulan November.

Tentu saja sebelum kepulangan saya ke Indonesia, ada beberapa teman Baltyra yang saya kabari. Keinginan untuk bertemu sangatlah besar. Untuk itu selain mas JC, adalah Ratna Elnino yang saat sebelum kepulangkanku sudah aku kabari, Dan mereka berdualah yang mungkin mengatur undangan teman-teman untuk bertemu saya.

Akhirnya saya mendapatkan kabar bahwa saya akan bertemu teman-teman di sebuah rumah makan di BSD yaitu “Pecel Madiun”. Sebuah tempat makan yang sangat pás dan nyaman menurut saya. Menu makanan yang sudah lama tidak saya rasakan. Yang menentukan tempat ini mungkin tau keinginan saya, makanan apa yang ingin saya santap begitu sampai di Indonesia.

Maka saya kirim kabar bahwa saya akan sampai di Indonesia tanggal 1 Desember jam 11 malam, hari Sabtu. Dengan demikian, pertemuan ditentukan tanggal 2 Desember , hari Minggu, Jam 11 siang. Wah saya harus menyiapkan kondisi , harus fit dan segar meski habis menempuh penerbangan yang melelahkan. Apalagi saat itu saya kena macet dari Tamini Square sampai jalan menuju ke rumah.

Rasa gembira bahwa esok bisa bertemu teman-teman mengalahkan rasa cape dan ngantuk. Begitu sampai di rumah, saya masih sejenak meluangkan waktu untuk berkangen-kangenan dengan keluarga. Karena sampai di rumah sudah dinihari, maka menjelang subuh saya baru bisa tertidur. Mungkin saking semangatnya ingin segera bertemu teman-teman, jam 9 saya bangun, sarapan sambil mengobrol kembali bersama keluarga.

Saya mencoba menghubungi mas JC tapi ngga bisa, untung saja bisa menghubungi Ratna Elnino meski baru berhasil setelah beberapa panggilan. Mencoba menghubungi Mastok juga berhasil, waktu itu masih meminjam HP milik adik saya. Pas saya mandi, Mastok menghubungi saya, adik saya yang menjawab.

Berhubung sudah menjelang jam 11, saya langsung brak bruk tunjang palang (buru-buru) , segera pakai baju, dalam keadaan rambut masih basah, saya langsung meminta tolong adik saya mengantar ke Cibubur Junction untuk bertemu Ratna Elnino. Di mobil adik saya itu, saya mengeringkan rambut dan berdandan. Mana jalannya pelan banget karena padat sekali jalan raya.

Akhirnya sampai juga dan bertemu dengan Ratna Elnino beserta suaminya dan Lida, kami saling menyapa dan berpelukan. Anak saya hanya bengong-bengong saja tidak tau. Setelah mengobrol sejenak, kami langsung menuju tempat utama yaitu “Pecel Madiun”. Sepanjang perjalanan, Jakarta diguyur hujan, tapi justru menyejukkan suasana. Kami mengobrol apa saja. Mencari-cari tempat tujuan tapi tidak sampai kesasar.

Sampailah kita di “Pecel Madiun”. Ratna Elnino tentu yang sibuk menghubungi mas JC yang terlebih dahulu menunggu kehadiran kami. Tidaklah sulit menemukannya karena tinggi badannya yang kayak tiang listrik. Dari Jauh langsung melambaikan tangan, terutama saya yang baru pertama kalinya bertemu, langsung menyalami dan saling menyapa.

pertemuan (1)

pertemuan (2)

Tidak lupa menyapa buto-buto junior yang ramah dan ceria. Sambil bercerita apa saja, memesan minuman, saya dibikin heran dan terkagum-kagum oleh buto-buto cilik. Anak-anak mas JC menyanyikan lagunya Michel Telo “ Ai Se Eu Te Pego”, dengan lyric berbahasa Portugues, lengkap dan benar. Sayapun merasa surprise dan menyambut dengan menyanyi bersama mereka. Há há…benar-benar menyegarkan suasana.

pertemuan (3)

Tidak lama kemudian, pak Anwari beserta istri akhirnya datang juga. Senang sekali rasanya bertemu dengan pak Anwari yang selama ini hanya saya kenal melalui tulisan-tulisan yang sarat dengan pelajaran hidup. Pak Anwari dan ibu Anwari yang masih tampak anggun dengan senyum yang ramah. Pak Anwari ternyata mempunyai selera humor yang tinggi. Terbukti saat ditanya oleh mas JC, “pak Anwari mau makan pakai apa?” Maka pak Anwari menjawab dengan, “pakai baju”, sambil tersenyum-senyum. Saya yang berada dekat pak Anwari hanya tertawa ringan mendengar jawaban pak Anwari.

Sungguh tidak menyangka bahwa bu Liliani juga rela meluangkan waktu untuk bertemu saat itu. Bahkan ikut juga suami bu Liliani dan kakak. Awalnya sudah direncanakan akan bertemu di Pondol, seperti biasanya. Tapi Ratna Elnino mengabarkan bahwa Pondol kalau Minggu tutup, maka dipilih “Pecel Madiun” sebagai gantinya. Padahal saya sudah kemecer ingin merasakan menu rumah makan Pondol milik bu Liliani. Sayang sekali, harinya tidak pas, mungkin lain waktu saya kesampaian bertemu di Pondol.

pertemuan (4)

Nah..setelah kami makan-makan puas di tempat ini, sampai sudah menjelang sore, baru bermunculan tokoh-tokoh utama Baltyra yaitu pak Iwan Satyanegara Kamah, Mas Mastok Setyanto dan Anung Hartadi. Kehadiran ketiga tokoh utama Baltyra ini menambah suasana ramai dan meriah. Mereka bertiga tidak peduli lagi dengan acara makan-makan, hanya cerita-cerita dan bercanda ria. Sungguh suasana yang sangat menyenangkan. Pak Iwan juga sibuk mengabadikan moment pertemuan itu. Saya yakin jika pak Iwan pasti bisa ikutan hadir bersama kami. Ternyata memang iya, bisa hadir. Yang tidak meyakinkan kehadirannya itu adalah Mas Tok dan Anung Hartadi. Tapi ternyata hadir. Wah…benar-benar menambah lengkap pertemuan itu. Penampilan Mas Mastok yang berbeda sangat menarik perhatian. Juga Anung Hartadi yang sudah sangat telat kehadirannya,yaitu di saat kami semua akan meninggalkan tempat.

pertemuan (5)

Setelah bu Liliani sekeluarga dan pak Anwari beserta istri pamit, pulang duluan, pertemuan berlanjut, meluncur ke istana Serpong. Sampai juga akhirnya kami di rumah mas JC, sebuah rumah yang asri dan hangat dengan sambutan tuan rumah yang ramah. Aksi bapak baru, antara anak- mas JC dengan mas Mastok makin seru, pertanyaan-pertanyaan beruntun mengundang tawa kami semua. Hal yang tak akan terlupakan, sangat berkesan dan serasa masih terngiang di telinga, panggilan akrab untuk Mas Mastok dari bocah kecil itu, “bapak…bapak..!”

pertemuan (6)

pertemuan (7)

Sisa-sisa suasana hujan di kota Jakarta masih ada,namun demikian tidak mengurangi suasana meriah dan hangat pertemuan di hari itu. Belum puas rasanya melanjutkan perbincangan, setelah pamit dengan mas JC dan juga istrinya yang manis, semanis wanita Jogja, maka dengan kebaikan suami Ratna Elnino, saya beserta anak saya, Anung Hartadi, pak Iwan dan mas Mastok diantar menuju ke Cibubur Junction. Dalam mobil juga masih ada Lida yang juga nyerocos cerita-cerita, menambah suasana dalam mobil itu tetap meriah.

Setelah sampai di Cibubur Junction, Ratna Elnino beserta suaminya, dan juga Lida berpamitan, kami berpisah malam itu. Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada suami Ratna Elnino yang bersedia membawa kami sampai di tempat . Maka berlanjutlah acara mengobrol antara saya, Anung Hartadi, pak Iwan dan Mas Mastok. Tentu saja masih ada anak saya. Kami memesan kopi, singkong dan pisang goreng, pak Iwan tau-tau membawa beberapa botol air mineral untuk kami.

Mengobrol sana-sini terutama mas Mastok dengan segala kiprahnya. Pak Iwan juga mendengarkan dengan serius sampai kupingnya diajuin, mungkin agar lebih bisa dimengerti apa yang sedang dijelaskan mas Mastok kepada kami. Selingan-selingan cerita oleh Anung Hartadi yang agak hororpun juga keluar.

pertemuan (8)

Dan tidak terasa, waktu menunjukkan jam 11 malam, kami baru sadar setelah beberapa gerai ditutup, termasuk café tempat kami mengobrol. Maka dengan terpaksa, kami harus mengakhiri pertemuan malam itu. Pertemuan pertama, dengan teman-teman yang secara batin sudah saling mengenal akrab, namun secara langsung baru kali itu bertemu. Sungguh berkesan dan sangat menyenangkan. Kebahagiaan tersendiri bisa bertemu dengan teman-teman , dan ini merupakan bagian dari hidup saya yang tidak bisa saya lupakan.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

72 Comments to "Pertemuan 2012 – 2013 (1)"

  1. Dewi Aichi  20 February, 2013 at 19:11

    Anoew…ohh..ya Pak Iwan yang ambil foto, soalnya camera ku saat itu juga ketinggalan he he..malah aku ngga bawa camera…jadi kalau bukan teman teman, ngga ada foto foto, terima kasih banget yang telah mengabadikan pertemuan ini dengan camera.

    Anoew, sekali kopdar babat habis, kan ada pepatah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui…

  2. Dewi Aichi  20 February, 2013 at 19:08

    Lani…hasyahhh..ngomong dowo dowo di kamar no 69 jiannnn…marai horor.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.