Hujan di Penghabisan Musim

F. Rahardi

 

laksana kepingan mawar yang putih
langitpun mekar dan rontok
di atas kota itu
matahari mengibas-ngibaskan jambulnya
yang basah dan lembap
tak ada yang dapat ditertawakan
tak ada yang patut kita tangisi
jenguklah
dari jendela kamarmu yang longgar
seekor camar melintas di udara
di antara tetes-tetes yang malas
anginpun habis
dan dahan-dahan mahoni
mengacungkan canggalnya
lurus ke atas.

rain4

Sumowono, 1974
Pernah dimuat di Harian Kompas, 6/1-76

 

10 Comments to "Hujan di Penghabisan Musim"

  1. EA.Inakawa  19 February, 2013 at 08:01

    Kang F Rahardi : sebuah kepatutan alam yang memberikan kehidupan untuk musim berikutnya…..dan kita terus menikmatinya pd episode berikutnya, salam sejuk

  2. Alvina VB  17 February, 2013 at 06:16

    Puistis sekali, memang indah kl sehabis hujan, apalagi kl sang pelangi muncul, membentang memeluk bumi dari satu ujung ke ujung yg lainnya….

  3. Dj. 813  17 February, 2013 at 03:28

    Terimaksih ibu Matahari….
    Sudah Dj. baca dan balas…
    Semoga sehat selalu ya…

  4. matahari  17 February, 2013 at 02:22

    Pak Djoko balasan komen pak Dj buat saya..akan saya balas di tulisan pak Djoko: Bunga Tulip ya”….see u there

  5. matahari  17 February, 2013 at 02:01

    Puisi yang bagus…pantes pernah dimuat di Kompas tahun 1976….Ada kata yang saya belum pernah dengar yaitu canggal tapi saya sedikit bisa menebak artinya kalau membaca keseluruhan kalimat…

  6. Dewi Aichi  16 February, 2013 at 22:16

    Mungkin saat ini di Indonesia(Jawa), masih hujan di sore hari? Hujan di penghabisan musim. Ketika berada di Jogja kemarin selama hampir 2 bulan, hampir tiap sore turun hujan. Namun sangat aku nikmati, dan bahkan sengaja beberapa kali pergi disaat menjelang turun hujan,.

    Apakah saat ini , hujan yang turun di sana adalah hujan dipenghabisan musim?

    Puisi/tulisan pak F Rahardi selalu menyatu dengan alam, atau manusia….

  7. Dj. 813  16 February, 2013 at 19:36

    Ibu Matahari…
    Maaf baru buka Baltyra lagi dan baru lihat sapaan ibu…
    Kok seperti feeling saja, ingin lihat komentar ibu Matahari, ternyata malah ditujukan kepada Dj….
    Hahahahahahahahaha…..!!!

    Jadi ingat satu kejadian….
    Saat menyediakan waktu dari gereja untuk menjemput pendeta di Air Port….
    Cliingukan kesana kemari kok tidak ada yang tampang pendeta.
    Sampai orang yang terakhir keluar juga tidak ada.
    Ini karena Dj. yang sok tau, tidak pakai papan nama, jadi hanya cari wajah asia saja.
    Sampai terakhir hanya kami berdua dan seorang laki-laki dengan kaos hitam dan tangannya penuh Tattoo.
    Dj. beranikan tanya, apa bapak pendeta…???
    E…taunya benar, lha mana sangka, kalau pendeta tattoan.
    Ternyata, dalam perjalan diaa cerita, karena dulu bekas preman dan tattoo, tidak bisa dihilangka.
    Tapi malah jadi kesaksian yang sungguh baik, dari preman, jadi pendeta.
    Ini jauh lebih baik, daripada dari pendeta, jadi preman…. hahahahahahaa….!!!

    Nah setalah sampau tujuan, sudah mandi dan kami sedikit masih ngobrol….
    tau-tau dia keluarkan surat dan dia bertanya, apa Dj. mengenak nama orang yang ada di amplop surat yang dia bawa dan dia ingin sekali ketemu, karena perintah bossnya.
    Dj. tertawa terbahak, saat membaaca nama tersebut adalah nama Dj.
    Dj. yang mohon maaf, karena dari Air Port, tidak mengenalkan nama….
    Sungguh sangat lucu dan akhirnya kami semua tertawa dan gembari memuji TUHAN….!!!

    Satu pertemuan yang luar biasa, TUHAN sudah atur semuanya…

    Salam manis dari Mainz…

    Mengenai nama penulis yang ibu Matahari, cari…
    Syukurlah kalau sudag ketemu, memang paling mudah mencari nama penulis ada di bagian kanan bawah…

  8. matahari  16 February, 2013 at 15:49

    Pak Dj mumpung belon dibalas…saya sudah ketemu nama penulisnya…ternyata semua nama penulis ada di bagian kanan home Baltyra…saya ingat initial F…dan saya cari …ternyata nama beliau Fidelis S….dan sudah ada lanjutan cerita beliau yang belum saya baca….segera saya baca sekarang…

  9. matahari  16 February, 2013 at 14:57

    Pak DJ…ditempat saya juga tidak ada matahari..tapi Matahari ada..dan ditulisan atas juga ada matahari…..dan salju? Sudah hilang sejak kemarin…Pak Dj mau bantu saya…ingat beberapa bulan lalu ada penulis menuliskan kisah cinta Ririn dengan si Ucok..Ririn dijodohkan dengan pria lain….saya lupa nama penulisnya..saya sempat lama tidak buka Baltyra….ingin tau kelanjutan cerita itu..tapi saya tidak tau mencari tulisan itu dimana….nama penulisnya lupa…

  10. Dj. 813  16 February, 2013 at 12:18

    Bung F. Rahardi…
    Terimakasih, Dj. sudah jenguk dari jendela.
    Tidak ada matahari, masih gelab, tapi bisa dilihat
    semua putih dengan salju.
    Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.