Tentang Negeri Samba (4): Feijão dan Feijoada

Dewi Aichi – Brazil

 

Seperti juga Indonesia yang mempunyai beragam jenis makanan, bahkan setiap wilayah berbeda mempunyai menu makan khas daerah. Tetapi di Brasil, salah satu menu makan yang berlaku untuk nasional adalah “feijão”atau “feijoada”.

Untuk pelengkap menu biasanya ada batata frita (kentang goreng) dan salada (salad), beef dan farofa (tepung yang berasal dari singkong atau jagung). Menu ini merupakan ruh atau jiwanya makanan. Ibarat sambel kalau di Indonésia.

negerisamba4 (1)

Feijão adalah jenis makanan yang paling popular di Brasil. Feijão ini kalau di Indonésia layaknya sayur. Feijão sudah menjadi menu utama pada kebanyakan masyarakat di seluruh wilayah Brasil.

Feijão adalah sejenis kacang polong, atau kacang merah. Namun yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Brasil, ada berbagai jenis kacang dan juga warna kacang. Untuk saya biasa menggunakan kacang merah dan kacang hitam. Di supermarket, ada kemasan dengan berat 1 kg. Seperti pada gambar di bawah ini.

negerisamba4 (2)

Kacang yang berwarna hitam, adalah kacang yang digunakan untuk membuat feijoada, makanan tipical Rio de Janeiro.

negerisamba4 (3)

Feijoada

Beberapa jenis kacang terkenal di Brasil yang paling banyak dikonsumsi masyarakat:

Feijão preto:

negerisamba4 (4)

Feijão azuki:

negerisamba4 (5)

Feijão corda:

negerisamba4 (6)

Hampir di setiap rumah, setiap hari menyediakan feijão di meja makan mereka. Tinggal melengkapi dengan lauk pauk yang biasanya beef, atau frango frito (ayam goreng).

Sedikit sejarah mengenai feijoada.Untuk wilayah Rio de Janeiro, ada nama tersendiri yaitu feijoada carioca. Penduduk Rio de Janeiro disebut Carioca, sedangkan penduduk São Paulo disebut Paulista. Nah feijoada ini sedikit beda. Feijoada ini menggunakan kacang hitam atau feijão preto, kemudian ditambah dengan potongan-potongan bagian tubuh babi, seperti kaki, telinga, lidah dan lain-lain yang semuanya adalah daging babi.

Konon di Brasil banyak sekali budak dari Afrika yang bekerja di perkebunan kopi. Mereka diberi makan feijoada, yang tadi sudah saya tuliskan bahannya yaitu dari potongan-potongan tubuh babi yang tidak layak untuk pembesar/pejabat pada saat itu.

Nah, potongan-potongan tubuh babi yang seharusnya dibuang itulah yang dimasak, dengan campuran kacang hitam yang sekarang ini disebut “feijoada”. Jangan salah, feijoada sekarang menjadi menu yang harganya tidak murah. Feijoada juga kadang disuguhkan untuk tamu, atau pada pesta. Feijoada tidak disantap sehari-hari, tapi hanya tertentu saja, misalnya ada yang ulang tahun, atau mengundang saudara, teman untuk makan bersama.

Lain dengan feijão. Dalam sehari-hari, masyarakat Brasil menyantap nasi bersama feijão, lauknya biasanya beef atau ayam goreng, salad, dilengkapi dengan farofa. Farofa ini sejenis tepung yang berasal dari singkong atau jagung. Tepung ini cara menyantapnya ditaburkan di atas nasi. Rasanya sangat khas, menambah lezat.

negerisamba4 (7)

Farofa manjoca (singkong)

 

negerisamba4 (8)

Farofa de milho (jagung)

 

negerisamba4 (9)

Arroz, feijão, beef, frango frito, farofa.

Cara memasaknyapun sangat mudah. Dengan merebus terlebih dahulu kacangnya menggunakan panci presto, selama 40 menit. Atau jika kacang direndam terlebih dahulu minimal 2 jam, maka hanya memerlukan 20 menit saja direbus, kacang sudah empuk dan pecah.

Setelah kacang sudah empuk, dengan menggunakan wajan, tumis bawang putih dan bawang bombay…setelah harum dan menguning, tuang ke panci presto yang ada kacangnya tadi, masak sebentar dengan api kecil tanpa ditutup pancinya. Tambahkan garam secukupnya. Ada juga yang menambah maggy blok atau kaldu sapi/ayam.

Nah…ini satu lagi yang sudah saya ceritakan tentang negeri samba. Orang Brasil jika ditanya tentang makanan, biasanya akan menyebut arroz, feijão.

Tunggu tulisan saya berikutnya tentang apa saja yang sangat umum di Brasil.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

62 Comments to "Tentang Negeri Samba (4): Feijão dan Feijoada"

  1. Lani  23 February, 2013 at 23:03

    EL NANO-NANO, DA : wahahahah…….jedeeeeeeeer esuk2 digawe ngakak pating glodag! Bener banget El, Dewi gawe tempe dewe??????? hahahha boro2………la nek tinggal ngemplok mak lebbbbbbbbbb……….dia pinter banget……..

    aku percaya sejak di Indo lab-leb badan melaaaaaaaaaaaaar……….saiki kowe kudu gebug trs………..! biar kembali singset……….aku lagek pegel2 di bbrp bagian badan krn barusan coba lagi masuk gym……………wuediaaaaaaaaan njarem ……..aku di obok2, di penyet2……….koyok tempe penyet sluruuuuuuuuuuuup…..mmm, enak-e tp ora ono nang Kona hikkkkkkkkkkks

  2. Dewi Aichi  23 February, 2013 at 21:47

    Elninoooooooooooooooooooooo…..huahahahhahaaaa…..menghina yaaaaa……haiyo ncen ora iso blass….angel tenan kuwi nggawe tempe…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *