Cerita dari Mainz Lagi – Karnaval

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa ini…Mudah-mudahan anda semua sehat dan belum bosan dengan oret-etan Dj., tapi kalau sudah bosan yang silahkan dilewati saja. Tidak sulit kok, tanya saja sama yang sudah melewati…. hahahahahahaha….!!! (Jokes).

Nah seperti tahun lalu, 2 tahun yang lalu, atau bahkan 3 tahun lalu… maka kali ini Dj. ingin pamer photo-photo Karnaval di Mainz yang Dj. ambil di hari Senin lalu, saat Karnaval di Mainz atau dengan nama “Rosenmontagszug”. Dimana setiap tahun, selalu ada Karnaval yang cukup besar di Jerman yang diwakili oleh 3 kota, yaitu Köln, Mainz dan Düsseldorf.

Hebatnya, walau Mainz kota kecil saja, tapi untuk merayakan karnaval ini, menjadi favorit di Jerman, bersama dua kota Köln dan Düsseldorf. Bagaimana dengan kota-kota yang besar seperti Berlin, Hamburg, München dan yang lainnya…??? Jelas, mereka juga merayakan pesta karnaval ini, hanya tidak sebesar di Köln, Dusseldorf atau di Mainz.

Mengapa Mainz bisa termasuk dari 3 kota ini…??? Nah “mungkin” karena masyarakat (penduduk) di Mainz, adalah orang-orang yang hidupnya penuh dengan humor dan selalu relax dan selalu bergembira….Olehnya ada satu slogan di Mainz yang selalu dikumandangkan… MAINZ BLEIBT MAINZ WIE ES SING UND LACHT . . . ! ! ! (Mainz tetap Mainz, bagaimana mereka bernyanyi dan tertawa atau bersorak)

Hari karnaval di Mainz juga dinamakan “ROSENMONTAG“ Karnaval selama tiga hari besar, bahkan 4 malam dimana mereka merayakan dengan suka cita, bagaikan orang yang berlebihan, atau mungkin untuk orang lain bisa dibilang bodoh atau gila.

Karena saat saat itu, mereka hanya bersukaria saja dan tidak memikirkan yang macam-macam. Saat-saat pesta ini, tidak hanya dirayakan di jalanan, tapi sebelum dan sesudahnya, mareka juga rayakan di gedung dan juga tenda-tenda besar…. Jadi dalam beberapa hari itu, mereka hanya berpesta ria…

Jelas, hampir semua jalan di Mainz ditutup, hanya untuk jalan Karnaval. Bahkan Club sepak bolanya, Mainz 05 saat terpuruk pun, selalu bergembira dan mereka masih bisa berkata, kami orang Mainz yang tetap suka menyanyi dan tertawa…Karena mereka selalu berkata, Wir sind Narren Club (Kata Narren, mungkin bisa diartikan sebagai Badut).

Nah itulah Mainz dan penduduk di kota Mainz yang suka jadi badut / humor. Di saat itu, orang yang tidak dikenalpun, bisa seperti saudara, saling bertegor sapa dengan kata sapaan…HEELAUUUU…… !!! HEELLAAAAU…..!!! HEELLAAAAU….!!!!

carnaval01

Nah ya, seperti dimana-mana, Carnaval tidak banyak bedanya, selalu memamerkan yang indah-indah…Terutama kalau anda melihat Carnaval di Brazilia, sudah sangat terkenal dengan tarian Sambanya dan karnavall yang sangat mewah. Tapi mungin ada sedikit bedanya dengan Carnaval di Mainz, atau Jerman pada umumnya.

Carnaval di Mainz atau Jerman, bisa Dj. bagi dua, satu mereka yang jalan kaki atau dengan kendaraan yang lewat di tengah jalan dan mereka yang menonton di pinggir jalan. (benar…???). Apa anehnya dengan penonton yang ada di pinggir jalan…??? Nah ini dia, kalau di Jerman atau di Mainz, penontonpun turut merayakannya dan bahkan mereka berpakaian dengan pakaian yang aneh-aneh…. Yang jelas, mereka semua turut bergembira dan berteriak HEEELLLLAAAAAUUUU….!!! 3X

Nah ini photo-photo yang Dj. ambil, mereka yang hanya sebagai penonton saja dan juga ingin ditonton, oleh sesamanya. Kali ini bukan mereka yang lewat dijalan dengan jalan kaki atau kendaraan….Anak-anak kecil yang juga tidak mau ketinggalan…

carnaval02

carnaval03

carnaval04

Seorang anak yang Dj. perhatikan, begitu sayangnya terhadap adiknya, dia membantu adiknya yang baru bangun dari tidur, denga penuh kasih sayang.

carnaval05

Dan ini anak-anak mudanya, walau temperatur saat itu anrata -3°C ampai +3°C , tapi tetap semangat. Di badannya ditulis… “ Hier könnte Ihre Werbung Stehen “ (di sini, reklame anda bisa dipasang) hahahaha….!!!

carnaval06

Yang di bawah ini, lebih memilih dengan pakaian yang bisa menghangatkan tubuh.

carnaval07

carnaval08

carnaval09

carnaval10

carnaval11

carnaval12

carnaval13

carnaval14

carnaval15

Yang di bawah ini, mereka yang sudah sedikit senior. Photo-photo Dj. ambil sebelum Karnaval lewat.

carnaval16

carnaval17

carnaval18

carnaval19

carnaval20

carnaval21

carnaval22

carnaval23

Di saat Karnaval (Rosenmontag) maka semua orang ingin menjadi lain dari setiap harinya…“Mungkin”, yang dokter ingin jadi tukang sampah dan berpakaian seperti tukang sampah. Yang pilot ingin jadi badut, mereka akan berpakaian seperti badut. Jadi setiap orang bisa berpakaian apa saja yang mereka kehendaki, siapa tau saat kanak-kanak ingin jadi pemadam kebakaran, tapi ternyata tua jadi insinyur, jadi di hari itu semua orang bisa memuaskan hatinya…

Okay….

Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan anda semua yang selalu setia menayangkan dan menantikan oret-oretan Dj.

Semoga berkat an Kkasih TUHAN menyertai kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

carnaval24

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

102 Comments to "Cerita dari Mainz Lagi – Karnaval"

  1. matahari  25 February, 2013 at 23:22

    “Sambil tarik nafas dalam-dalam dan berkata sendiri, jangan tidur…jangan tidur… kalau tidur, bisa jadi akan lewat.
    Dj. benar-benar merangkak ke Lift dan berusaha sampai di tingkat 4, dimana kamar Dj. dilantai 4.
    Sampai didepan kamar, masuk juga setengah mati, karena kartunya beberapa kali jatuh.
    Benar memang sangat untung, karena mereka begitu cepat datang.
    Mungkin lebih tegang dari pada di Film CSI…”

    Pak Djoko…sudah pasti lebih tegang dari CSI dan lebih hebat…karena sutradara…producer..pemain utama…penulis skenario…cameraman…make-up artist semuaaa diperankan oleh satu orang…heheh just joking Pak…

    Ternyata benar dugaan saya..pak Djoko selamat terbang ke German…( belasan jam…. dalam kondisi jantung yang tidak sedang bagus ) karena ada guardian angels…malah 2 orang lagi…satu yang docent dan satu lagi pendeta yang kebetulan duduk disamping pak Djoko dipesawat…walau saya bukan seorang religius…ke gereja sangat amat jarang tapi saya percaya semua ini ADA YANG ATUR….

    “Dan teman Dj. yang di Jogya itu, kalau kami ngumpul, selalu cerita hal yang sama…
    Dia selalu bilang, kalau Dj. punya nyawa rangkap7… hahahahahaha…!!
    TUHAN mesih sayang sama Dj. dan keluarga Dj.”

    Pak Djoko ada nyawa rangkap 7 ? Mungkin satu waktu saya akan sewa 1 saja sebagai cadangan nyawa…hahahah

  2. Dj. 813  25 February, 2013 at 13:42

    Yu Lani….
    Selamat Pagi dari Mainz….
    Tadi bangun pagi, lihat keluar dari jendela,semua putih…
    Ranting-ranting pohon-pohon semua putih dan indah,hanya saja,
    pasti sangat dingin diluar….
    Yakin, semalam pasti banyak turun salju.
    Sekarangpun masih turun, tapi tipis…
    Enak di Kona ya yu, hujanpun hanya sak iprit… hahahahahahaha….!!!

    Maaf semalah Dj. lupa kasi tau, itu temannya Daniel, juga blasteran.
    Ibunya orang Thailand dan ayahnya Jerman, hanya sayang mereka sudah pisah.
    Daniel kan Kenn teman sejak kecil.
    Sedang ibunya si Kenn punya Thai Restaurant yang tidak jauh dari rumah kami.
    Bahkan nama Restaurantnya ” Red Chili “, Daniel kadang bantuin Kenn di Restaurant ibunya.
    Kami sudah 2X kesana, hanya tidak cocok dengan lidah kami.
    Masakan Susi masih lebih enak…. hahahahahahaha….!!!

    Okay yu, selamat ngorok…..

  3. Lani  25 February, 2013 at 10:20

    MAS DJ : masak oseng2 taoge dan tahu? wah apakah pedessssss? klu pedes heran aja teman Daniel bs ngomong enakkkkkkkk………pdhal bule Jerman? suka pedesssss? ini barusan hujan brenti di Kona………hujan kethek mas…..ndak lama cm sak iprittttttt……….seharian sibuk resik2…….sampai kecapaian kebanjur ngorok……..ketularan mas DJ…….klu udah di sofa langsung keturon……..

  4. Dj. 813  25 February, 2013 at 04:48

    Ibu Matahri…
    Sekarang Dj. bisa tertawa, kalau ingat kejadian itu.
    Tapi, saat itu, tidak ada waktu untuk tertawa….
    Karena saat jantung terasa seperti ditusuk dan nyeri, rasa mual, seperti mau muntah dan mata
    terasa sangat ngantuk, seperti 3 hari tidak tidur.
    Dj. hanya berusaha kepinggir dan keluar dari kolam dan bersandar di korsi malas yang ada disekeliling kolam.
    Sambil tarik nafas dalam-dalam dan berkata sendiri, jangan tidur…jangan tidur… kalau tidur, bisa jadi akan lewat.
    Dj. benar-benar merangkak ke Lift dan berusaha sampai di tingkat 4, dimana kamar Dj. dilantai 4.
    Sampai didepan kamar, masuk juga setengah mati, karena kartunya beberapa kali jatuh.
    Benar memang sangat untung, karena mereka begitu cepat datang.
    Mungkin lebih tegang dari pada di Film CSI…
    Puji TUHAN…!!!
    Ada teman dosen yang selalu menemani Dj. di Rumah Sakit dan bahkan dia seminggu tidur disofa di kamar sebelah. saat Dj. harus keluar, dia juga yang mengadu, apa sudah benar-benar boleh…
    Teman ini juga yang tahun lalu, saat Dj. salah makan di Jogya, dia setia mijetin Dj. di hotel.
    Memang sudah seperti saudara dan dia berkata, setiap malam dia bangun 3-4 X dan tengok Dj. apa masih berbafas…. Dia malah yang sangat ketakutan.
    Dia cerita, kalau ada apa-apa dengan Dj. apa yang akan dia beritakan ke Susi.
    Karena dia juga kenal susi sangat baik, karena dia dulu juga kuliah di Mainz.

    Nah, satu kejadian yang aneh….
    Teman ini, bahkan mengantar Dj. sampai ke Jakarta.
    Dan sebelum terbang ke Jerman, kami berdoa bersama,agar Malaikat TUHAN , menyertai Dj.
    Saat di pesawatpun Dj. masih atau sedang berdoa,ada bayangan disamping Dj.
    Bagitu selesai doa, maka Dj. noleh ke kanan dan ada laki-laki berdiri, menunggu, karena akan masuk ke
    tempat duduknya.
    Kami serentak sedikit kaget, ternyata dia juga teman Dj. yang bertugas sebagai Pendeta di Indonesia dan
    akan pulang ke Jerman.
    Dia cerita, dia tunggu Dj. sampai selesai doa, karena dia lihat Dj. pegang Alkitab.
    Dj. cerita, kalau Dj. mohon malaikat TUHAN menyertai Dj. dalam perjalanan.
    Dia tertawa dan berterimakasih, karena dianggap sebagai Malaikat…. hahahahahaha….!!!
    Nah itulah, mengapa Dj. bisa selamat tiba sampai Mainz dan Susi sudah jemput di Air Port.

    Dan teman Dj. yang di Jogya itu, kalau kami ngumpul, selalu cerita hal yang sama…
    Dia selalu bilang, kalau Dj. punya nyawa rangkap7… hahahahahaha…!!
    TUHAN mesih sayang sama Dj. dan keluarga Dj.

    Okay…
    Selamat istirahat dan mimpi yang indah….

  5. matahari  25 February, 2013 at 04:25

    Pengalaman pak Djoko waktu sakit di Jogya unik juga….seperti di film2 CSI…merangkak…dan ambil telefon dan untung masih bisa sebut:jantung…coba kalau tadi salah sebut dan malah mengatakan : gantung…dikira ada tamu hotel mau gantung diri…he he
    Aneh juga kenapa sampai nama pasien tertukar untuk suatu penyakit yang serius…jangan jangan pak Djoko karena salah nama malah dikasih obat yang salah…harusnya obat sakit jantung malah obat panu hahahahah…tapi…bisa tiba dengan aman di German tanpa ditemani perawat….karena ada guardian angel…Selamat malam …saya mau tidur…

  6. Dj. 813  25 February, 2013 at 03:10

    Hallo yu Lani…
    Selamat Malam dari Mainz yu….
    Hahahahahahahaha….!!!
    Eeasy going saja yu, jangan suka diambil dalam hati…
    Apalagi kalau bisa hidup di Kona seperti yu Lani, mau apa lagi…
    Nkmati sajalah….
    Senang ya yu, hidup di paradise, mau apa lagi..
    Orang lainbayar mahal, tapi yu lani setiap hari ada disana…
    Salut yu…!!!

    Kalau Dj. karena Susi seharian belajar dengan Dewi.
    Jadi ya masaklah inilah dan itulah…
    Tapi masakan Dj. hari ini ludes, padahal hanya oseng-oseng tahu dan tauge saja.
    Tapi pada doyan, sampai temannya Daniel juga bilang enak… hahahahaha…!!!
    Salam manis dari Mainz..

  7. Dj. 813  25 February, 2013 at 03:04

    Ibu Matahari…
    Maaf,salah klick, jadi sudah terkirim…
    Mmengenai orang yang sangat iirit itu, Dj. punya pengalaman yang lain lagi.
    Sampai pada satu saat pinjam barang, tidak akan dikembalikan kalau tidak ditanya berkali-kali.
    Satu saat,ada teman yang berbicara dengan orang tersebut, kalau pinjam dan sudah selesai, ya dikembalikan.
    Kebetulan Dj ada didekat dan ikut dengar…
    Apa jawabannya, selagi itu barang ditangan saya, ya barang saya, kalau orangnya butuh ya harus minta…
    Hahahahahahahahahaha….!!!! Ini manusia bin aneh…

    Kalau soal traktir, memang sudah lama belajar dari Susi, jangan pinjan sop.
    Olehnya, kalau punya ya bayar sendiri, kalau tidak punya, ya jangan beli.
    Kecuali dengan saudara yang tidakmampu, Dj. senang mengajak mereka untuk makan malam bersama.
    Tapi kalau dengan teman, Dj. tegas, kami bayar sendiri.
    Ini juga kebiasaan kalau dengan teman ngarit, tidak ada istilah bayari atau dibayari…

    Benar memang ada orang yang berani nodong, walau gayanya seperti guyonan…
    Tapi kalau mudik, kan kami sudah siapkakn berapa keperluan kami dan 15% untuk yang tak terduga.
    Jadi ya maaf saja, mau dibilang pelit ya silahkakn….
    nanti kalau Dj. sudah jadi milioner, silahkan datang…. hahahahaha….!!!
    Salammanis dari Mainz dan jangan sampai jantungan ya…

  8. Dj. 813  25 February, 2013 at 02:56

    Ibu Matahari….
    Terimakasih sudah dibalas….
    Semoga pesta UlTahnya meriah ya….
    Sanagt benar, sejak saat itu, Dj. tidak lagi pernah sendiri berlibur.
    Dan saat itupun baru yang kedua kalinya, saat ibu Dj. sakit dan saat kaka meninggal.
    Memang sengsara dan itu karena kesalahan sendiri.
    Jadi saat kejadian di kolam renang itu memang tidak ada orang, walau teriak, tidak ada yang dengar.
    Dj. hanya istirahat sebentar di tepi kolam dan kemudian merangkak sampai ke kamar dan hanya ambil
    gagang telpon dan berkata “jantung”.
    Tidak lama kemudia datan Frontoffice Manager dan BossSecurity dengan tabung oksigen.
    Dan tidak lama kemudian dokternya datang dan langsung Rumah Sakit.
    Tapi yaitu, karena dianggap kecapaian, maka hanya 1 minggu dadisuruh pulang.
    Mungkin disangka tidak bisa bayar…. karena saat itu Dj. ada di ruang VVIP nya.
    Puji TUHAN….!!!
    Dengan VISA semua lunas dan bahkan saat itu tidak sangka, kalau di VISA GOLD ada asuransinya.
    Jadi Dj. tidak harus mengembalikan.
    Hanya saja ada hal yang lucu, saat Dj. ke Cardilogy di Mainz…
    Doktenya bertanya, kapan kejadiannya dan dimana.
    Setelah Dj. leaskan dia masih bertanya, anda sampai di Mainz dengan apa…???
    Dokternya geleng kepala, dengan jjawaban Dj. dan dia bilang, ini bukan hal yang main-main,
    masakan dokter di Indonesia, ijinkan anda terbang ke Eropa…???
    Dan yang aneh lagi, saat dokter di Mainz lihat hasil dari pemeriksaan di Jogya, yang Dj. bawa.
    Ternyata, nama orang lain dan bukan nama Dj. hahahahahahaha….!!! Hebat kan…???
    Olehnya, saat itu, Dj. dikirim langsung ke Rumah Sakit untuk periksa dengan Katheter ke pmbuluh di
    Jantung Dj. Di Rumah Sakit tidak lama, tapi Dj. istirahat dirumah 6 bulan lebih.
    Saat Dj. kabari adik di semarang, agar minta surat-surat Dj. di Rumah Sakit di Jogya dan sekalian
    memberi penjelasan, bahwa Dj. masih istirahat dokter.
    maka dokternya berkata, enak ya sakit di Jerman…. Gila…!!!

  9. Lani  25 February, 2013 at 02:23

    72 MAS DJ : betooooooollllllllsekuali……..klu hidu yg singkat ini hanya dibuat serius………….lalu kapan ngenthirnya? hahahaha………..baru aja nyampe rumah dr gereja, kmd sarapan bareng teman gereja………ah indahnya hidup ini terutama di Kona hahahahah……….lagek ngopo saiki mas?

  10. matahari  25 February, 2013 at 01:28

    Pak Djoko kalau sudah pernah kena serangan jantung…sebaiknya jangan liburan sendiri apalagi berenang subuh subuh…karena kalau ada kejadian di kolam renang belum tentu ada yang lihat… tamu serta pegawai hotel belum pada datang atau masih tidur…di banyak hotel ada larangan berenang di jam jam tertentu karena pihak hotel tidak mau ambil resiko ada tamu yang tenggelam atau kejadian lainnya..termasuk larangan berenang disaat hujan dan petir….

    Kalau mengenai kebiasaan orang yang suka dibayarin seperti dalam tulisan Yuni di artikel lain…
    Kalau mengenai bayar membayari…saya pada prinsipnya tidak masalah…
    Yang saya kurang suka itu orang yang punya cukup uang tapi tiap kali berharap dibayari……kalau sekali dua kali masih wajar tapi kalau setiap belanja bersama ..orang tersebut memasukkan belanjaannya ke keranjang belanjaan saya dan menunggu diluar kassa..…walau belanjaannya dalam euro hanya 10 euro tapi caranya itu tidak sopan.. ….diluar pura2 keluarkan uang 10 euro dan tanya: Berapa ya tadi”Dia tau selama ini saya diamkan saja dan bilang:”Sudahlah…tidak apa…kamu traktir saja saya ngopi 2 euro..…”tapi karena menjadi kebiasaan saya jengkel juga… karena itu kalau dia gabungkan belanjaannya ke kereta belanjaan saya…dan diluar kassa dia “pura pura” mau ganti biaya yang saya deluan bayar sebanyak 15 euro misalnya …langsung saja saya iyakan….kalau perlu saya rampas dari tangannya… sampai tali tasnya putus juga saya tidak perduli…I want my money back !!! hahahahahah…

    Seperti ibu Susi yang segan diberi uang sangu oleh keluarga di Indonesia…saya bisa mengerti karena di Eropa budaya memberi uang kepada tamu yang datang menginap tidak ada …walau saudara sekalipun … sementara untuk beberapa suku di Indonesia…sudah menjadi kebiasaan kalau ada saudara bertamu dan menginap…sewaktu pulang kita berikan ongkos dan oleh oleh…malah ada yang berani “nodong”terang terangan.hahahahaaha..Ini yang saya lumayan salut tapi juga bisa nyebabkan saya kena serangan jantung ringan…seperti pak Djoko…hahahahaah

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.