Mandiri Sahabatku, Memampukan BMI Tidak Menjadi BMI Selamanya

Hanna Yohana

 

”Kalau berpikir soal modal maka anda tidak akan bisa punya bisnis. Apalagi kalau anda berpikir di kelas mandiri  sahabatku anda belajar bisnis, itu salah. Karena disini anda diberi jurus untuk membuka usaha dan meningkatkan usaha tersebut, itulah yang difokuskan “. ungkap Agung B.Waluyo, Phd. Direktur Program Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), ketika memberikan materi di kelas mandiri sahabatku di Grand Harbour Hotel, Minggu (3/2).

Pelatihan inspiratif yang diselenggarakan Bank Mandiri bekerjasama  dengan Universitas Ciputra Entrepreneurship Center, disambut antusias oleh BMI Hong Kong. Terbukti, lebih dari 500-an BMI memadati  ruang di Grand Harbour Hotel. Materi yang diberikan pada pertemuan kelas dasar hari itu tentang identifikasi peluang, juga adanya workshop bagaimana mendapatkan gagasan dari potensi yang dimiliki. ”Memulai bisnis harus dengan semangat masuk akal, yaitu meningkatkan kemungkinan berhasil serta mengurangi kegagalan. Jika anda ingin tahu ada peluang atau tidak untuk memulai bisnis, mencarinya dari masalah. Masalah adalah sumber peluang bisnis, dari masalah juga menciptakan kebutuhan, dan dari kebutuhanlah mendorong kita untuk mempunyai keinginan bisnis”. ujar Agung.

Di kelas dasar tersebut juga diajarkan bagaimana dari BMI (Buruh Migran Indonesia) menjadi MMI  (Majikan Migran Indonesia) dimana seorang BMI bisa mengubah pola pikir, sikap, keterampilan  serta pengetahuannya. Sehingga nanti ketika pulang tidak takut menghadapi realita kehidupan dan bisa membuka usaha. Begitupun ketika mendapat banyak tawaran yang datang, harus tahu peluang itu bagus atau tidaknya. Agung juga menjelaskan hal utama yang paling  dibutuhkan dalam bisnis adalah komunikasi, seperti topik, intonasi dan bahasa tubuh. ” Jadi kalau anda berkomunikasi maka bahasa tubuh adalah hal yang utama “. imbuh Agung.

Di kelas Mandiri Sahabatku peserta tidak hanya mendapat materi, tapi juga pertanyaan dan presentasi yang diberikan oleh tim pengajar  dari Universitas Ciputra. Jadi, kalau anda berani mengambil keputusan untuk masa depan di Mandiri Sahabatkulah tempatnya.

kelas mandiri

Dimuat di Apakabar Plus Hong Kong, edisi 23 Januari – 8 Maret 2012

 

7 Comments to "Mandiri Sahabatku, Memampukan BMI Tidak Menjadi BMI Selamanya"

  1. Alvina VB  26 February, 2013 at 11:09

    Bagus sekali kl ada kemajuan spt itu ya Hanna…

  2. Hanna  22 February, 2013 at 21:48

    Betul sekali pak J C, karena perubahan nasib sebenarnya memang dimulai dari diri sendiri. Selamat malam pak, terima kasih hadirnya.

  3. J C  22 February, 2013 at 21:02

    Lha ini dia salah satu contoh lagi dari BMI Hong Kong. Untuk mengubah nasib tidak semata-mata pasrah, tawakal dan berdoa saja. Harus ada usaha dan upaya yang luar biasa untuk menggapai perbaikan nasib…

  4. Hanna  22 February, 2013 at 16:03

    Salam sore pak Djoko, terima kasih hadirnya. Memang itulah sifat manusia yang memang tidak pernah ada cukupnya pak.

  5. Dj. 813  22 February, 2013 at 15:04

    Mbak Hana…
    Terimakasih….
    Bisnis adalah ciri dari orang Asia, yang selalu ingin punya bisnis.
    Sudah pensiunpun, masih ingin berbisnis, tidak menikmati hari tuanya.
    Tapi mungkin itu juga kenikmatan hidup seseorang, siapa tau kan.
    Salam,

  6. Hanna  22 February, 2013 at 13:44

    Salam siang mas James, terima kasih hadirnya

  7. James  22 February, 2013 at 12:47

    SATOE, Apa kabar plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.