Kau? Ah, Tidak, Selia!

Mahmud Jauhari Ali

 

sel, masih ingatkah kau,

di bawah pohon cemara itu, saat bulan bertamasya, kau pernah berjanji.

pada musim, kaupunguti dedaunan kamboja

yang tengadah, menatap awan tipis, saat hujan telah menjelma gerimis.

lalu memuatnya pada tabung, yang tak pernah kita lihat, seperti roh

di bawah burung-burung gereja pada udara yang kritis

 

tapi, aneh, tiap jengkal musim, dirimu datar

seluruh jarimu, juga suaramu hanyalah kekosongan janjimu padaku

sementara waktu selalu mengukir mimpi yang purnama

pada jejak lusuh di antara embusan angin kering tanah resah

 

kini, masih pantaskah kau menjadi enggang

yang terbang dengan gagah di atas ribuan kerikil padat?

juga bertengger di atas ubun-ubun yang hangat?

pantaskah pula kuikuti jejakmu pada ketetapan awal setiap masa?

ah, aku lebih memilih ayat-ayat tanpa jurang kenangan

atau cekung mata yang papa daripada dirimu itu, selia

 

 

Tanah Borneo, 29 Agustus 2011

 

6 Comments to "Kau? Ah, Tidak, Selia!"

  1. J C  26 February, 2013 at 05:42

    Hahahaha…baca komentar Matahari malah bikin ketawa. Ternyata senada dengan pemikiranku…

  2. EA.Inakawa  25 February, 2013 at 05:18

    sepertinya lebih kepada sebuah penantian yang panjang……sampai mata cekung menunggu dengan setia, salam sejuk

  3. Indri  24 February, 2013 at 20:53

    Ya Mbak/mas Matahari, saya suka tidak telaten baca puisi, karena suka bingung untuk managkap maknanya, bersaman dengan itu sangat kagum sama penulisnya….

  4. matahari  24 February, 2013 at 14:50

    Perlu daya khayal dan pengkhayatan yang tinggi untuk membuat sebuah puisi yang indah seperti puisi diatas…saya bukan orang yang punya talenta untuk itu… dengan puisi ..hal hal mustahil dan tidak mungkin bisa dirangkai menjadi indah dan seolah nyata…..mencolek matahari….menggenggam bulan… menikam bintang….. …menerjang kabut …menjentik hidung sang raja hutan..( wow…how dare)… mengelus awan……ingin kulaga bumi dengan matahari…(!!!) cintaku tersimpan abadi di perut malam…airmataku mengalir sampai ke samudera tak bertepi…. menendang bumi ( be careful…jangan kuat kuat…sudah cukup banyak gempa dinegri kita)

  5. Dj. 813  23 February, 2013 at 17:43

    Di Mainz, masih musim dingin dan suhu hanya -2°C…
    Bbrrrrrrrrr……!!!

  6. James  23 February, 2013 at 16:26

    SATOE, tidak setia

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.