Cerita dari Banjir Kanal Timur (BKT) di Minggu Pagi: Sekitar BKT

Sugiyarti Ugie

 

Selamat pagi, siang dan malam  semoga dalam kabar baik, ceria, gembira. .

Senang bisa menjumpai teman–teman semua, kali ini saya mau  bercerita tentang  BKT (Banjir Kanal Timur)   yang merupakan waduk  pencegah banjir untuk wilayah Jakarta Timur, tapi bukan sejarahnya ya, hanya aktivitas hari Minggu dan sedikit pernik beraneka yang nampak di mata saya.

Ide  menulis ini muncul ketika pak Dj, mengomentari foto yang saya upload  di FB, tentang sepeda lipat  (betul pak Dj, itu sepeda lipat..) yang terparkir di BKT, Pak Dj meminta saya buat oret-oretan tentang sepeda, tapi saya nawar, bagaimana kalau tentang jalan pagi/ sepedaan pada  hari Minggu di BKT saja. Hahaha.. kog nawar ya, kaya jual-beli aja.

Kami semua senang dan berterimakasih dengan adanya BKT ini. Senang, bersyukur   karena daerah-daerah sekitar yang dahulu selalu banjir, bahkan selalu jadi penerima tamu  abadi (terus-terusan) dari Bogor  kemarin  waktu Jakarta di landa banjir dahsyat, tidak lagi. Alhamdulillah.

BKT yang saya tulis ini hanya secuil, yang dekat dan terjangkau kaki saya, yaitu yang terletak di  seberang Jl. Basuki Rahmat, di wilayah Cipinang Besar, kecamatan Jatinegara.

BKT yang telah selesai dibangun ini, dilengkapi  juga dengan jalur hijau dan jalur sepeda /pejalan kaki. Hal ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar, terutama pada hari Minggu. Ada yang jogging, bersepeda, bersenam SKJ, sekedar nongkrong, bahkan kayanya ada juga yang memadu janji. .(hahha..sok tau ya, jokes. .), serta juga lahan mengais rejeki dengan berjualan bermacam makanan / lainnya.

Nah, kebetulan  beberapa  kali di hari Minggu pagi  saya dan mantan pacar  punya kebiasaan baru ; suka jalan kaki menyusuri jalan dari rumah ke BKT ;bergandengan tangan  sambil ngobrol, tapi. .  kadang tangan saya dilepasin juga. .hahhaha  kidding ya. Tetapi  kali ini karena  saya ingin ambil foto  untuk melengkapi oret-oretan dan kalau jalan kaki tentu akan terbatas (karena akan capek, BKT kan luas), akhirnya kami  memutuskan bersepeda.

Pagi-pagi sekitar jam 06:30 saya berangkat, jalanan agak basah dan  di beberapa tempat air menggenang karena semalam hujan lumayan deras.; kira-kira 20 menit, kami  sampai di sana, Siesi dan teman barunya si GreeX  saya parkir, dan kami  nongkrong di shelter sebentar (niru-niru abg. .hehe).

BKT01

(tempat parkir sepeda)

 

Sekitar BKT

BKT02

(selintas BKT)

 

Mari kita kita lihat BKT yang dapat saya foto, maaf karena hanya dengan kamera saku, semuanya jadi seadanya. . hehe..Di bantaran ini, bapak  petani kota memanfaatkannya untuk menanam sayuran seperti kangkung cabut, bayam, sawi hijau, dll

BKT03

(Kanal itu..)

 

BKT04

(Bantaran kali yang ditanami sayuran)

Lihat, ada juga undak-undakan, juga tanaman yang mulai bertumbuh menghijau di kanan-kiri kanal

BKT05

(undakan-undakan dan taman)

Dam  tempat  penampungan dan penyaluran air

BKT06

(Dam)

 

Aduuh. .ada juga yang coret-coret. . emmm. .vandalism  atau kreativitas dari Jakmania?

BKT07

(Bantaran. . tempat kreativitas?)

 

Salah satu jembatan Cinta. .hahhaha. . (ngawurdotcom)

BKT08

(Jembatan Cinta. .hehe)

 

Jembatan Pinky

BKT09

(Jembatan Girly-Pinky. . aku yang kasih nama. hehe…uhuii..)

BKT10

(Jembatan Pinky dari dekat.. ohh. . dah dicoret-coret (lagi)

 

Kemudian saya lihat  di shelter lain, waaa… ada seorang Opa dan cucu puterinya asik berbincang, santai dan manis sekali menghadap Kanal. Ini sangat  mengirikan saya, membuat saya jeles karena saya dari kecil tak pernah merasakan mempunyai Eyang Kakung…Hiks..

So Sweet…

BKT11

(Opa dan Cucunya. .hmmm)

 

BKT12

(Di Jalur khusus sepeda. .)

Nah, sekian dulu cerita saya, nanti Insya Allah  saya sambung lagi dengan cerita aktivitas anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, Opa-Oma menikmati keberadaan BKT.

Mohon maaf kalau ada yang salah dan kurang berkenan. Maaf mungkin terlalu banyak fotonya…foto sederhana dan instan. .* mareee kita hina foto-foto ini. .hehe *

 

Terimakasih, telah membaca  semoga bermanfaat

Salam sehat ceria gembiraaa..dari lingkar BKT

 

24 Comments to "Cerita dari Banjir Kanal Timur (BKT) di Minggu Pagi: Sekitar BKT"

  1. Jenny  5 March, 2013 at 21:15

    Hi Aji,
    Thanks a lot for the clipping, it funnily written & enaaak dibacanya…he he he!!
    And I take my hat off that somebody could still look at the bright side dimusim banjir2-an….!
    Keep going on, Aji & GodBless
    Hugs,
    Jenny

  2. ugie  2 March, 2013 at 23:06

    @ DA: hehe… , jembatan Ancol , jauuuuh dari Kanal banjir timur .. ,
    gak sampe sana … jd gak ketemu , hehe

  3. Dewi Aichi  2 March, 2013 at 22:21

    walah….saya jadi kuntilanak gitu ya he he he he

  4. ugie  2 March, 2013 at 22:05

    @ D A : Jembatan Ancolnya nunggu si Manis dari Brazil dulu ya …
    Makasih Dewi .. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.