Pulau Kucing

Dewi Aichi – Brazil

 

Memenuhi permintaan ibu Yuli Sectio Rini

Tanggal 22 Februari merupakan hari kucing di Jepang. Entahlah aku kurang tau bagaimana sejarahnya, hingga dijadikan hari kucing di Jepang. Hari kucing atau Neko No Hi, tepat tanggal 22 Februari, atau jika ditulis dengan angka menjadi 222, dibaca nya nya nya, aneh saya ngga ngerti, harusnya kan bibaca ni ni ni. Angka 2 itu bahasa Jepangnya adalah ni. Dan nya-nya-nya ini adalah onomatope dari suara kucing, yang kalau di Indonesia mungkin menjadi meong-meong di Inggris meow-meow. Hari Kucing ini ditetapkan sejak tahun 1987 oleh Persatuan Makanan Kucing.

Nah mengenai pulau kucing, di Jepang terdapat sebuah pulau yang bernama Tashirojima  (田 代島の猫), sebuah pulau kecil dengan luas 3,14 km. persegi. Dengan populasi penduduk yang sangat rendah, ini cukup mengkhawatirkan pihak pemerintah, dan di pulau ini 65% penduduknya sudah lanjut usia, yang tinggi justru populasi kucing. Jadi di pulau ini sepertinya pulau yang berpenduduk lanjut usia dan kucing-kucing.

pulaukucing01

Pulau Tashirojima berada di 20 km, dari Ishinomaki masuk wilayah Miyagi ken. Wilayah ini juga terkena gempa dan tsunami 2011 waktu itu.

Di Jepang, kucing merupakan binatang simbol keberuntungan dan perlindung. Terbukti bahwa pulau ini tidak terjadi kerusakan parah saat terjadi gempa dan tsunami 2011. Dan ini menguatkan masyarakat di pulau itu tentang kucing. Anehnya, di pulau ini sangat sulit ditemukan anjing. Padahal, anjing juga termasuk hewan yang didewakan di Jepang. Kucing-kucing di pulau ini, termasuk kucing liar, tidak ada yang memelihara, makanan untuk kucing-kucing di pulau ini diberi oleh masyarakat setempat.

pulaukucing02

 

Dari mana asal muasal banyaknya kucing di pulau ini?

Duluuuuuuuuuuu….sekali, penduduk di wilayah pulau Tashirojima, pendapatan penduduknya mayoritas adalah pemelihara ulat sutera. hal yang paling mengancam perekonomian penduduk di sini adalah tikus-tikus, karena tikus-tikus inilah yang menghabiskan ulat sutera. maka, masyarakat mulai mendatangkan kucing-kucing untuk memusnahkan tikus liar ini. Cara ini sangat menguntungkan, karena dengan adanya kucing, maka tak satupun tikus-tikus berani memangsa ulat sutera.

Dikarenakan jasa kucing-kucing ini, maka penduduk di pulau ini menyediakan tempat untuk kucing kucing, biasanya di emperan rumah, atau memberi ruang untuk kucing di pekarangan. Sekarang, sudah tidak ada lagi pemelihara ulat sutera, pekerjaan penduduk sekarang mayoritas nelayan, dan wilayah ini menjadi obyek wisata yang menarik.

Saking berjasanya kucing-kucing kepada penduduk di pulau Tashirojima, maka dipulau ini dibangun sebuah bangunan bernama neko jinja, yang terletak di tengah-tengah pulau.

pulaukucing03

Nah itu sedikit cerita tentang pulau kucing, yang pernah juga saya melihat di film dokumenter yang ditayangkan NHK. Ada juga sebuah film yang berjudul Nyangko, sebuah film yang di dalamnya terdapat cenas yang menampilkan kucing-kucing dari pulau ini.

Kucing-kucing di pulau ini sangat dilindungi, tak seorangpun boleh memburu dan mencelakai.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

17 Comments to "Pulau Kucing"

  1. Dewi Aichi  2 March, 2013 at 21:39

    Hennie, aku suka melihatnya saja, hanya melihat, kalau disuruh mangku, elus-leus, dan meluk-meluk, aku ngga mau, tapi anakku suka banget dengan kedua jenis binatang itu, kucing dan anjing, terpaksa milik tetangga jadi sasaran. tiap pulang sekolah selalu ada kucing yang nungguin anakku dan sesaat aku harus menunggunya bermain dengan kucing itu, kemudian pulang. Aku ngga telaten dan ngga punya kemauan merawat binatang, jadi di rumah tak ada kucing maupun anjing.

  2. Dewi Aichi  2 March, 2013 at 21:36

    Elnino….kayaknya sip ya , ide itu, bikin pulau koruptor yang mengerikan, siapapun itu, koruptor taruh di pulau itu, jangan dikasih fasilitas macam-macam, koruptor penjaranya di tengah-tengah ibukota negara…ditengokin melulu…pantas ngga kapok, malah merajalela.

  3. Hennie Triana Oberst  28 February, 2013 at 21:48

    DA, aku baru tau ada pulau kucing di Jepang. Pencinta binatang kadang menempatkan binatang sama derajatnya dengan manusia. Aku punya kucing di rumah, tapi aku memang bukan orang yang bisa kelonan dengan kucing ataupun binatang lain. Jadi kucingku tidak bolah naik ke sofa atau kursi, apalagi tempat tidur. Dari bayi sudah diajarin, makanya dia ngerti. Tidurnya juga di tempat tidur dia sendiri, jadi bisa keluar masuk rumah dari pintunya sendiri.
    Kira-kira gimana ya aroma di pulau kucing ini?

  4. elnino  28 February, 2013 at 21:43

    Ide bagus tuh pulau koruptor. Bikin di pulau terpencil, terisolasi, gak usah dikasih makan biar saling memangsa. Lama2 kan koruptor bisa hilang

  5. Dewi Aichi  28 February, 2013 at 19:24

    Pulau koruptor? Di mana ya enaknya? apa disatukan dengan pulau komodo? atau deketnya gitu..?

  6. J C  28 February, 2013 at 16:46

    Harusnya di Indonesia bisa diciptakan PULAU KORUPTOR…

    Eh, tapi repot ding, nanti buanyaaaaaakkk sekali pulaunya. Pulau A, tingkat korupsi sekian, pulau B tingkat sekian…halah…

    Emoh ah, aku emoh ke Pulau Kucing ini…(sopo yang mau ngajak ya? )

  7. Dewi Aichi  28 February, 2013 at 07:49

    Betul pak DJ, kita satu jurusan, yaitu jurusan Cibinong-Kampung Rambutan he he..

    Elnino, banyak teman di sekeliling aku, makan sama anjing, wajah dijilatin anjing, nonton tv di sofa sambil mangku anjing, waduh…sesuatu yang paling bikin aku ngga betah berada didekatnya, apalagi jika bertamu di rumah teman yang seperti ini, aduhhhhh….tersiksa aku, tapi harus pura-pura nyaman weeeeee…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *