Sabar yang Sejatinya Tidak untuk Bergegas

EA. Inakawa – Africa

 

Entah sengaja atau tidak ketika ibu melahirkanku aku terlahir sebagai anak yang sabar. Kalau menilik shio kelahiranku, aku adalah orang yang mencintai kedamaian dan paling sabar menunggu.

Sejatinya menunggu adalah memang milik orang orang yang terlahir dengan sifat sabarnya, tapi di era yang penuh kesibukan dan selalu berkejaran dengan waktu menunggu terlalu lama tanpa kepastian adalah sesuatu yang menjemukan bagiku.

Belajar sabar itu tidaklah semudah sebagaimana kita belajar memberikan senyuman kepada orang yang berbaik hati atau baru dikenal.

Aku coba memahami bahwa belajar sabar adalah sebuah keadilan atas sikap kita kepada emosi dan jati diri yang tersembunyi di dalam kepribadian kita.

Patience1

Aku bersyukur atas proses alam yang turut membantu sifat sabarku, meskipun ketika mencoba menoleh ke belakang ada hal yang ternyata tidak sesempurna yang kita harapkan.

Dalam sabarku sudah bertahun panjang aku mencicil keyakinanku bahwa rangkaian hidup adalah sebuah paket yang sudah dikemas dalam sebuah takdir ketika kita terlahir, dan takdir itu bukanlah sebuah harga mati yang tidak bisa dirubah.

Aku selalu yakin Tuhan senantiasa memberi jalan sepanjang kita mau berusaha, makanya aku lebih memilih jalan untuk selalu berusaha dengan segala daya dan upaya……lagi-lagi dalam sabar.

Aku sadar dalam kesabaran dan fitrahku …..sebuah masa adalah pusaran waktu yang luar biasa cepatnya menggerogoti perjalanan usia kita, rangkaian suksesnya adalah ketika kapan kita merasa berbahagia atas keberhasilan yang kita dapatkan dan mampu berbagi kepada sesama yang lain.

Satu satunya keabadian adalah bagaimana kita menikmati sebuah rasa yang biasa saja SYUKUR……atas semua kondisi yang Tuhan ciptakan.

Semua orang pasti memiliki motivasi untuk mengejar masa depannya, ada yang demikian SABAR dan ada yang berusaha dengan demikian BERGEGAS nya.

Yang sabar akan mendapatkan sebuah jalan menuju puncak keberhasilannya bagaikan sebuah perjuangan dan eksistensi menjajal rindu sukses yang luar biasa nikmatnya.

Dan yang BERGEGAS dengan berbagai kiat menghalalkan segala cara jangan lupa di sesaat pencapaian itu pastilah tidak akan bertahan lama, tidak ada makan siang yang gratis,cepat atau lambat niscaya akan ada yang dibayar tuntas dan mahal harganya.

Lantas …… kemana arah dan maksud ungkapanku ini, semata mata hanya ingin berbagi saja tentang sebuah kondisi dan fenomena kehidupan di sekeliling kita.

Hanya sebuah percikan dan renungan dari peristiwa dan buah “Reformasi Bergegas” yang telah memacu begitu banyak TOKOH melakukan hal-hal dengan kebablasan tanpa rasa SABAR dan kesantunan yang bersahaja.

DAN lihatlah…… betapa perihatin dan menyakitkan bagi mereka mereka yang malang tersebut. Mereka telah berbau sebelum mati dan mati sebelum waktunya harus mati, mati di dalam terali besi dari sebuah kebebasan……mati dengan segudang rasa malu sebagai terpidana dan terpisah paksa dari sanak keluarga yang ikut menanggung rasa malu yang luar biasa.

patience_by_werol

Sebuah rasa yang dibayar mahal karena selalu ingin BERGEGAS (sebuah perilaku instant) seperti layaknya sebuah keniscayaan.

Dan betapa bagusnya jika kita ingat sebuah pepatah suku Jawa “Dowo Ususe“ panjang ususnya (panjang sabarnya) alangkah bagusnya.

Bagaimana bisa seorang TOKOH yang BODOH duduk menjadi pemimpin dan menjadi wakil rakyat lebih bodoh dari rakyatnya.

Dan sebaliknya pula : Bagaimana bisa rakyat yang pintar justru terhipnotis oleh pesona si TOKOH yang bodoh tadi untuk memilihnya.

Pastilah …… di sebuah negara Kincir Angin sana orang Belanda mantan Tentera Kumpeni sebagai bekas Koloni bergumam ataupun mencibir :

“Dasar orang Indonesia Pin Pin Boh” (pintar pintar bodoh) ehehehe peace…

Kembali lagi…..beruntunglah kita semua sebagai orang yang selalu sabar dan cinta kedamaian. Sebuah sabar yang sejatinya memang tidak untuk bergegas.

 

Leopoldville – 25 Feb 2013 – Salam setepak sirih sejuta pesan : EA.Inakawa

 

14 Comments to "Sabar yang Sejatinya Tidak untuk Bergegas"

  1. EA.Inakawa  2 March, 2013 at 15:58

    @ mbak DA : iya yaaa,sepertinya emang dilahirkan dengan sifat sabar khusus untuk menghandle Ci Lani ehehehe peace, salam sejuk

  2. Dewi Aichi  2 March, 2013 at 10:48

    Komen 10, pak EA ha ha ha a ha..jangan percaya sama tampilan fotolah….nah itu dia…sabar menghadapi Lani itu sudah sesuatu yang luar biasa wakakaka

  3. EA.Inakawa  2 March, 2013 at 08:16

    @ Hennie : terlepas dari perasaan itu …… wanita adalah mahluk yang jauh lebih baik tingkat KESABARAN nya daripada lelaki , terutama jenis lelaki seperti kang Anoew ayoooo coyo ndakkkkkk coyo ndak coyo ndak……..coyo deh ! salam sejuk sudah mampir.

  4. EA.Inakawa  2 March, 2013 at 08:10

    @ Ko JC : Betul sekali……sabar itu luar biasa sulit, butuh education yang bermula dari sebuah home & community yang baik yang tidak melihat situasi dengan mata kasat saja tetapi mampu melihat dsengan mata hatinya. Terima kasih Ko JC sudah mampir dengan apresiasi motivasinya, smg sht sll,salam sejuk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.