Sensasi Sydney

Handoko Widagdo – Solo

 

Kota Sydney mempunyai beberapa icon yang sangat terkenal. Sebut saja tiga icon kota Sydney: Sydney Tower, Harbour Bridge dan Opera House. Menyebut salah satu dari tiga icon tersebut, benak kita akan langsung mengait kata Sydney.

Di sela kesibukan selama seminggu berkunjung di Sydney, tiga icon utama tersebut telah aku kunjungi. Menara kota yang anggun menjulang memantulkan mentari di sore hari. Aku juga sempat untuk menelanjangi taman-tamannya yang indah dan tentu saja The Queen Victoria Building, salah satu tempat belanja yang juga menjadi icon Kota Sydney.

sydney (1)

 

Hyde Park

Saat sore hari, sambil mencari makan malam, aku berjalan-jalan di Hyde Park -taman yang luas di samping Gereja St Thomas. Kebetulan hotel tempat aku menginap ada di pusat kota. Hanya 5 menit berjalan kaki dari taman ini. Di resto kecil yang memanfaatkan gedung bekas stasiun kereta tua St. James Station saya menikmati minum sore dengan kue-kue yang lezat.

sydney (2)

Setelah puas menikmati minuman dan kue-kue saya berjalan-jalan di taman Hyde Park. Di tengah taman kami bercengkerama dengan patung pemuda berotot yang membelai banteng dan kura-kura yang menyemprotkan air. Selanjutnya adalah taman bunga Sandrigam yang didedikasikan untuk mengenang Raja George V dan George VI. Taman ini merupakan bagian dari Gereja St. Thomas yang anggun.

sydney (3)

 

Opera House dan Harbour Bridge

Adalah orang bodoh jika sudah sampai Sydney tetapi tidak berkunjung ke Opera House. Meski sudah melewati Harbour Bridge dua kali dan menyaksikan indahnya Gedung Opera dari jendela bus saat melewati Harbour Bridge, saya menyempatkan untuk mengunjunginya dari dekat.

Aku berjalan kaki dari hotel ke Opera House. Dalam perjalanan ini aku menemukan gedung tua yang ornamennya indah.

sydney (4)

sydney (5)

sydney (6)

Waktu sampai di Opera House, hari masih pagi. Mentari menghalangiku untuk membuat foto opera House karena mentari datang dari balik Opera House. Saya harus cari sudut yang memungkinkan memotret indahnya Opera House dari tepi pantai. Aku juga mendapat moment yang bagus untuk mengabadikan kapal yang berlayar di dekat Harbour Bridge.

sydney (7)

sydney (8)

 

The Queen Victoria Building Sydney

Gedung tua yang dibangun pada tahun 1890-an ini pada mulanya adalah pasar kota. Di halaman muka gedung, terdapat patung Queen Victoria yang termenung anggun. Di sebelah kanan patung tersebut terdapat patung anjing yang ceria.

sydney (9)

sydney (10)

Gedung yang lebih dikenal dengan nama the Queen Victoria Building (QVB) berada di George Street. Gedung yang direnovasi dan dibuka kembali pada tahun 1986 ini sekarang menjadi salah satu tempat perbelanjaan utama di Kota Sydney.

sydney (11)

Ketika saya masuk, saya langsung disuguhi dua buah jam besar yang menggantung. Jam yang bodinya terbuat dari batu ini dilengkapi dengan peta Australia dan boneka-boneka kecil yang bisa dilihat dari jendelanya. Sedang satunya berbetuk seperti benteng dengan hiasan simbol Kerajaan Inggris. Kedua jam ini masih berfungsi dengan baik.

sydney (12)

sydney (13)

Selain dari kedua jam batu tersebut, detail dari gedung ini sungguh sangat spektakuler. Lihatlah lantainya yang dihiasi keramik sangat indah dengan aksen garis dan lingkaran. Lihatlah jendela-jendelanya dan kanopi kubahnya yang dihias dengan lukisan kaca.

sydney (14)

sydney (15)

sydney (16)

sydney (17)

sydney (18)

Setelah puas menjelajahi detail arsitektur QVB, saya menikmati sarapan pagi sambil minum teh di salah satu resto di lantai dua. Sayang waktu tak memungkinkan saya lebih lama di gedung ini. Sebab saya harus segera ke airport untuk terbang ke Canberra.

Kunjungan ke QVB adalah memori yang tak terlupakan.

Sydney memang indah.

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

28 Comments to "Sensasi Sydney"

  1. juwandi ahmad  8 March, 2013 at 22:43

    wah nynengke iso dolan, yak yak an tekan ndi ndi

  2. Handoko Widagdo  7 March, 2013 at 18:58

    Waktu ke Melbourne belum kenal Mbak Nuni. Jadi ya tidak sempat berhalo-halo. Padahal saya sampai ke Mt Eliza lho.

  3. Nuni Berger  7 March, 2013 at 18:52

    Loh piye tho Oom ga mampir Melbourne sekali an…di sini malah byk yg omong Jawa coro Solo, arek Malang atau Jowo slang-an

  4. Handoko Widagdo  2 March, 2013 at 07:39

    Mbak Juwii, itu adalah pengalaman Mardi Gras pertama saya. Saat siang hari banyak lelaki berpakaian perempuan memenuhi Sydney.

  5. Juwii  2 March, 2013 at 05:24

    Betul sekalii.. Sydney memang indah
    Kunjungan lagi kapan ya ini? Waktu itu kita sempat ngopi kan yaa di cafe pinggir jalan, pas Sydney lagi persiapan Mardi Gras. Ohhh.. malam ini Mardi Gras 2013!

  6. Handoko Widagdo  1 March, 2013 at 06:54

    Lani, lha di komen saya kan sudah jelas, Kota SUSU adalah Boyolali.

  7. Handoko Widagdo  1 March, 2013 at 06:53

    Kangmas Djoko dan Henny, terima kasih sudah masuk ke Kota Sydney. Kota ini memang indah, tapi sebenarnya saya kurang suka karena terlalu ramai. Di Syney, orang berbicara Bahasa Inggris, Mandarin dan Indonesia sama banyaknya.

    Foto itu kelihatan kelelahan karena menunggu sarapan yang agak lama disajikan.

  8. Lani  1 March, 2013 at 02:59

    15 HAND : kota SUSU nang endi kuwi?????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.