[Lost in Translation] Creambath

Hennie Triana Oberst

 

Ketika masih tinggal dan bekerja di Jakarta aku memiliki 2 orang sahabat perempuan, namanya Yanti dan Fenty. Sebenarnya kami bertiga kuliah di Fakultas yang sama waktu di Medan dulu, tapi berbeda angkatan. Aku mengenal Fenty ketika awal kami pindah ke Jakarta, kebetulan kami tinggal di tempat kos yang sama di daerah Salemba. Sedangkan Yanti berteman baik dengan Fenty sejak kuliah dulu.

Akhirnya kami bertiga menjadi sahabat. Ditambah masa-masa itu kami masih belum memiliki pacar, jadi kalau akhir minggu kami lebih sering menghabiskan waktu bersama, kadang saling bergantian menginap di tempat kos.

Sebagai perempuan tentu kami kadangkala memanjakan diri dengan perawatan muka, dulu kami bertiga suka sekali ke satu tempat di daerah Radio Dalam. Sedangkan untuk perawatan rambut aku dan Fenty berkunjung ke salah satu beauty salon di daerah Tebet. Di sana selama menunggu rambut dirawat, kita juga menikmati pijatan punggung dan kaki.

Suatu kali hari Sabtu kami sedang jalan-jalan di Plaza Indonesia, dan mampir ke toko M&S dan kami membeli satu botol besar produk Creambath. Kami membeli kemasan besar karena tak ada tersedia kemasan kecilnya. Rencananya setelah belanja kami akan ke kos Yanti dan menginap di sana. Nanti kami akan membagi rata isi botol ini menjadi 3 bagian. Lumayan kan untuk menghemat, jadi bisa melakukan perawatan rambut sesekali di rumah tanpa harus mengeluarkan uang lebih untuk ke salon. Maklum anak kos, apa-apa harus diperhitungkan kalau tak ingin kekurangan menjelang akhir bulan.

Creambath2

Ketika kami mulai membagi isi botol creambath tersebut tiba-tiba kami tersadar dan terbahak-bahak. Menertawakan kebodohan diri sendiri.

Inilah akibatnya kalau bahasa Inggris pas-pasan, dan membeli barang tanpa membaca dan meneliti sebelumnya.

Produk dengan tulisan Creambath yang kami beli itu bukan untuk rambut, tetapi untuk berendam di bak mandi. Aduh!!!

Bagaimana mau berendam, bak mandi untuk berendam pun tak punya. Ya sudahlah, cukuplah menikmati harum dan lembutnya produk itu ketika mandi saja.

 

Salam creambath!!!

[Nostalgia Jakarta]

 

32 Comments to "[Lost in Translation] Creambath"

  1. Hennie Triana Oberst  16 March, 2013 at 20:32

    Elnino iya Pampam emang super jailnya ya. Mengingatkanku akan teman sekolah dulu

  2. elnino  13 March, 2013 at 21:13

    Hahaha…Pampam emang super sableng ya..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.