repertoar

Ana Mustamin

 

dia ingin menulis repertoar tentang tubuhku. mula-mula dia menandaiku sebagai mezzo-soprano. lalu menyusun bagian-bagian mana yang akan membangun komposisi strings, woodwind, brass dan percussionuntuk memainkan orkestra. termasuk lakon opera yang menurutnya paling sesuai dengan karakter tubuhku. menyusunnya dengan rinci: diamku, jemuku. juga erangan dan hentakan…

tapi aku ingin anggur, bukan panggung. di pasar hanya ada jeruk clementine yang masih masam, buah khaki yang entah kenapa harus berwarna kuning dan oranye. marone seharga tiga euro. sepasang mata di bawah hujan yang tiba-tiba ingin membuatku menari seperti bangau…

di sini bumi berputar tanpa temperatur, tanpa partitur. daun-daun rontok. langit ungu. malam-malam datang selalu tergesa. dan waktu akan terjungkir satu jam lebih awal. tapi siapa peduli?

engkau akan tetap menyusun resitatif terbaik tentang tubuhku: tubuh yang patuh. sementara aku telah menyelinap dari kertas kerjamu, melayang menjemput hujan. lihatlah, kini aku punya komposisi tubuhku sendiri: ranjang yang berpindah ke dapur. ruang tamu menjelma gudang, dan geladeri yang dipanaskan tungku.

juga sepasang mata yang runduk di ujung gaunku. mata yang membuatku menari serupa bangau…

repertoar1

repertoar2

 

Jkt, 05062012

* salah satu puisi saya di buku antologi “cinta gugat” [sastra reboan]

 

3 Comments to "repertoar"

  1. Ana Mustamin  1 April, 2013 at 17:51

    Terima kasih, Pak @Handoko Widagdo …

  2. Handoko Widagdo  3 March, 2013 at 19:06

    Indah sekali Ana Mustamin

  3. James  3 March, 2013 at 14:14

    SATOE, Repetoar

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.