Kafir?

GeneNetto

 

Google sangat luar biasa manfaatnya. Kemarin saya utak-atik Blackerry, karena tidak mau cek email Yahoo di Hp. Saya tidak ketemu caranya untuk membuat Yahoo tidak aktif di Hp, karena hanya mau pakai Gmail saja. Akhirnya dicoba “delete” saja icon Yahoo, tetapi icon untuk Gmail juga ikut terhapus sekaligus! Padahal itulah yang mau disimpan. Saya bingung, bagaimana caranya mendapatkan kembali link ke Gmail di layar itu? Setelah cari berkali2 di Hp, tidak ketemu penejelasan. Akhirnya dicari di Google saja. Langsung dapat penjelasan. Waktu delete icon Yahoo, sebenarnya tidak dihapus, hanya disembunyikan saja. Dan tinggal pilih “unhide icon” dan kembali lagi seperti semula. Selesai masalahnya.

Orang yang membuat Google adalah orang non-Muslim, tapi manfaat yang mereka berikan kepada dunia sangat luar biasa. Sedangkan sebagian orang Muslim tidak bisa bernafas tanpa menyebarkan kebencian terhadap non-Muslim. Dan orang “kafir” yang sering diejek dan dihinakan itu juga membuat Google gratis bagi semua pengguna di seluruh dunia.

Kafir

(Tulisan Arab: “Kafir”)

Coba kita berpikir: berapa banyak pengusaha Muslim sudah membuat sebuah produk, yang kemudian diberikan ke seluruh dunia secara gratis, dan begitu bermanfaat sehingga dipakai oleh ratusan juta orang setiap hari?

Orang non-Muslim banyak manfaatnya juga bagi umat Islam. Tapi seringkali kebaikan hati mereka dibalas dengan kebencian dari kalangan Muslim. Dan dari kalangan Muslim sendiri, masih menjadi tanda tanya kenapa kita tidak bisa maju dan melebihi kemampuan mereka? Kenapa ilmuwan Muslim tidak lebih hebat dari ilmuwan mereka? Kenapa pengusaha kita tidak lebih kaya dan sekaligus lebih dermawan daripada pengusaha mereka? Justru yang kelihatan adalah yang sebaliknya: orang Muslim yang kaya jauh lebih pelit dibandingkan “orang kafir yang kaya”. (Pengalaman saya dengan orang kaya di sini begitu!). Kenapa?

munafik

Kemarin saya dapat pesan dari orang yang berkonsultasi. Ibu itu punya teman yang menjadi mualaf. Tapi setelah dia kenal umat Islam lebih dalam, dan melihat orang Muslim seperti apa perilakunya yang sebenarnya, akhirnya dia memutuskan untuk murtad, karena tidak mau menjadi bagian dari umat Islam lagi. Yang paling sulit dalam melakukan dakwah terhadap non-Muslim adalah saat kita coba meyakinkan mereka bahwa perbuatan orang Muslim yang nampak di depan mata bukan cermin dari ajaran Islam. Banyak orang non-Muslim yang tidak mau percaya.

Apakah umat Islam bisa menjadi lebih baik? Kapan mulainya? (Gene Netto).

 

39 Comments to "Kafir?"

  1. bin ibrahim  10 November, 2013 at 20:29

    kamu goblok !!
    Ilmu itu milik orang islam yg dianbil oleh si kafir….
    soal kemanfaatan, tidak ada hubungan dg pertimbgan baik dan buruk,…
    karena pemilik sah ilmu adalah orang islam.

    Permusuhan antara orang kafir dan muslim bukan pada sebatas urusan duniawi, tapi
    pada urusan ideologi. orang kafirlah yg tdk setuju islam tegak di negri-megeri musli,,, bukti kebencian mereka adaah dg menanamkan ideologi demokrasi dan isme lainnya dalam rangka menghalau dan membatasi gerakan penegakan syariat islam.

    seharusnya orang kafir tdk memushi orang islam yg ingin menegakkan agamanya dalm negara…. tapi selama ini orang kafir lah yg paling uatama memusuhi, baik dg cara fitnah keji maupun halus….. coba lihat quran QS. 2/120, Ali Imran: 118. Belajar ia,,, jangan sok tahu, sok buat postingan….

    orang bodoh gak berhak bicara islam !!! ngerti kamu !!!???

  2. abunadia  27 July, 2013 at 07:30

    untuk saudara,..apakah saudara mengetahui tentang hadalrah dan madaniyah dalam Islam? jika tidak maka diam itu lebih baik

  3. dinanda  25 March, 2013 at 10:48

    itulah pentingnya pendidikan. Umat Islam sekarang kembali ke jaman kebodohan. Ingat saat Eropa berada dalam jaman kegelapan, para Filsuf dan ilmuwan Islam yang menggali kembali pemikiran dan konsep iptek Orang-orang Yunani. Mereka tidak merasa risi bahwa itu diambil dari kaum Kafir. Lalu setelah Iptek berkembang dan membawa perubahan dunia ke abad pencerahan. Ummat Islam malah mengalami kemunduran dan kebodohan….

  4. nevergiveupyo  22 March, 2013 at 14:13

    ibarat jarum…. sedikit tapi tajammmm

  5. Yuli Duryat  21 March, 2013 at 10:53

    Baca komen-komen wah ramainya…

  6. anoew  17 March, 2013 at 06:12

    kalau kita Bantu sedikit mereka Bahagia sekali.

    nggggg…., tapi ada juga lhooo yang sebaliknya. Malah dibilang “sasi-sasi” dan semacamnya. Entah indomisasi, rupiahisasi, sosialisasi, reboisasi, sanitasi, irigasi, iritasi..

    (Pengalaman teman)

  7. J C  17 March, 2013 at 06:05

    Lha!

  8. anoew  17 March, 2013 at 05:59

    Nah!

    *copas komennya Iwan*

  9. Evi Irons  17 March, 2013 at 00:21

    Kalau mau bergaul dengan orang Muslim yg baik hati bergaul dengan yang ekonomi kurang, mereka rendah hati, kalau kita Bantu sedikit mereka Bahagia sekali. (Pengalaman pribadi)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.