Poppy

Vianney Leyn

 

I

Poppy,
Kau janji temukan aku malam ini
Pada ubin-ubin serambi „Douglas“
Yang menyimpan ribuan jejak petualang dan penyair
Segala penjuru planet bumi

Aku masih hati-hati melangkahi malamku
Sambil menghitung ubin-ubin dan mencari
Pada ubin mana kau tinggalkan jejak bau tubuhmu yang masih kuingat
Aku takut kehilanganmu
Di antara ribuan jejak para seniman
Antara tangis para pengemis dan „tok-tak” sepatu konglomerat
Antara wangi parfum artis kota dan peluh tukang sapu
Yang melumut di tong sampah

Poppy,
dengarkah kau suaraku memanggil?
Malam, kembalikan Poppyku …

II
Poppy,
kau raih tanganku yang menggigil
berdiang di cahya rembulan
dan kau sandar di bahuku sejenak
tapi, Poppy, jangan kau nyenyak
Mari bercinta lagi di atas rembulan
Sambil memetik bintang di ranting musim dingin

ubin

 

Sankt Augustin, Jerman, 23 Februari ´13
Saat Rindu Semakin Sunyi

 

7 Comments to "Poppy"

  1. Dj. 813  10 March, 2013 at 01:28

    Nah ini gelombang puisi juga tidak pernah nyambung dikepala Dj…..
    Sorry mek sorry….

  2. Lani  9 March, 2013 at 22:21

    wadoooooooh klu puisi aku kaga mudenk/ngarti…………..sulit mendalaminya………….

  3. juwandi ahmad  9 March, 2013 at 22:15

    ethok ethok dong ya rapopo kok kang ha ha ha ha

  4. J C  9 March, 2013 at 22:11

    Gus Wan, kalau bab puisi-puisi’nan, aku nyerah…

  5. juwandi ahmad  9 March, 2013 at 22:05

    Mas JOs: gelombangnya belum pas kali ha ha ha ha

  6. juwandi ahmad  9 March, 2013 at 22:04

    haduhhhh…..Mari bercinta lagi di atas rembulan
    Sambil memetik bintang di ranting musim dingin

  7. J C  9 March, 2013 at 22:00

    Hhhhmmm…untuk puisi kali ini, rada susah aku menangkap pesannya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.