Senapati Madya Tidak Berkenan – Maka Rencana Lomba Jathilan Dibatalkan

Mbilung Sarawita

 

Dalam rangka anu, Senapati Tlatah 7 memutuskan untuk mengadakan lomba jathilan.

Rencana disusun, surat-surat dibuat.

Tumenggung Nata Sadaya Tlatah 7 ditugasi untuk menyampaikan surat-surat,

sekaligus menjalin komunikasi dengan beberapa pihak.

 

Intinya, Senapati Tlatah 7 beserta jajarannya ingin ikut nguri-uri kesenian tradisional jathilan.

 

Tanggal 32, Tumenggung Nata Sadaya Tlatah 7 sudah menjalankan tugas dengan baik.

Surat dari Senapati Tlatah 7 kepada 4 pihak sudah disampaikan.

4 pihak itu adalah :

(1) Tumenggung Nata Budaya di Kadipaten Gunung Watu,

(2) Adipati Gunung Watu (tembusan),

(3) Tumenggung Nata Budaya di Kadipaten Kembang Sayuta,

(4) Adipati Kembang Sayuta (tembusan).

 

Tumenggung Nata Sadaya Tlatah 7 juga sudah menjalin komunikasi lisan dengan Petruk di Kadipaten Gunung Watu, serta dengan mBilung di Kadipaten Kembang Sayuta.

Inti komunikasi lisan : Peserta lomba jathilan dari Kadipaten Gunung Watu adalah maksimum 10 sanggar, sedangkan peserta dari Kadipaten Kembang Sayuta adalah maksimum 5 sanggar, dengan pertimbangan bla-bla-bla-… dan bla-bla-bla-…

 

Mengenai sanggar-sanggar mana saja yang akan diikutkan lomba, Purbawasesa dipercayakan sepenuhnya oleh Senapati Tlatah 7 kepada Tumenggung Nata Budaya di kedua Kadipaten tersebut.

 

Tumenggung Nata Budaya Kadipaten Gunung Watu sudah bermusyawarah dengan Petruk.

Tumenggung Nata Budaya Kadipaten Kembang Sayuta sudah bermusyawarah dengan mBilung.

Rencana penunjukan sanggar akan segera disurat-menyuratkan dengan para lurah di desa-desa tempat sanggar-sanggar itu berpadepokan.

 

UNTUNGNYA … surat-surat belum dibuat …

UNTUNGNYA … lurah-lurah dan sanggar-sanggar belum dihubungi …

 

Tanggal 34, Tumenggung Nata Sadaya Tlatah 7 menelpuni para pihak itu, begini :

*** Secara pribadi saya mohon maaf, sekaligus saya juga menyampaikan permohonan maaf dari Kanjeng Senapati Tlatah 7, karena beliau terpaksa membatalkan rencana lomba jathilan itu, dengan pertimbangan :

Setelah beliau dipanggil menghadap Kanjeng Senapati Madya, ternyata Kanjeng Senapati Madya tidak berkenan dengan rencana lomba jathilan ini. Sebagai bawahan, Kanjeng Senapati Tlatah 7 hanya bisa bersikap “SIAP laksanakan pembatalan !”. …

Secara resmi, surat pembatalan akan kami kirim besok. …

Kami mendahului surat dengan telpun lisan ini, dengan harapan panjenengan belum terlanjur menghubungi sanggar-sanggar …

Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya … ***

 

punakawan_abbey_road_by_yuwonosigit-d2ywce7

MESKIPUN UNTUNGNYA lurah-lurah dan sanggar-sanggar belum terlanjur dihubungi, Petruk dan mBilung garuk-garuk kepala yang tidak gatal.

 

Di kepala Petruk dan mBilung timbul pertanyaan-pertanyaan :

1.

MENGAPA Senapati Madya tidak berkenan dengan rencana Senapati Tlatah 7 untuk ikut nguri-uri kesenian tradisional jathilan ???

 

2.

Pada saat menyusun rencana lomba, MUNGKINKAH Senapati Tlatah 7 (sebagai prajurit berprestasi-baik dan berkarir puluhan tahun) LUPA tidak mohon ijin dulu pada Senapati Madya ???

=== Petruk dan mBilung punya “feeling” : TIDAK MUNGKIN beliau lupa mohon ijin … ===

 

3.

Kalau begitu, mungkinkah kronologi aslinya begini : Senapati Tlatah 7 sudah mohon ijin, Senapati Madya semula mengijinkan dan berkenan, tetapi kemudian “oleh karena sesuatu hal” maka pendiriannya berubah menjadi tidak berkenan ???

=== Petruk dan mBilung punya “feeling” : haaa … kalau ini MUNGKIN SAJA begitu ceritanya … ===

 

4.

Kalau begitu, “oleh karena sesuatu hal” APA yang kira-kira menyebabkan Senapati Madya berubah dari berkenan menjadi tidak berkenan ?

 

=== === ===

 

Maka … terbersitlah gothak-gathik-gathuk “nakal” di “feeling”-nya Petruk dan mBilung :

JANGAN-JANGAN Senapati Madya dulunya pernah lama menjadi anak-buah-langsung dari Kanjeng Prabu Anom Tlatah Madya, yaitu saat Sang Prabu Anom masih berkarir sebagai prajurit (belum pensiun dan belum menjadi Prabu Anom).

Padahal, Sang Prabu Anom Tlatah Madya ini, belum lama berselang pernah “bermasalah” dengan para seniman jathilan di wewengkon Tlatah Madya, khususnya di wilayah Kadipaten Gunung Watu dan Kadipaten Kembang Sayuta.

Nah … di sinilah MUNGKIN “benang merah”-nya, menurut “feeling” Petruk dan mBilung, yaitu :

JIKA Senapati Madya mendukung Senapati Tlatah 7 mengadakan lomba jathilan untuk sanggar-sanggar di Kadipaten Gunung Watu dan Kadipaten Kembang Sayuta, MAKA itu bisa saja disalahmengertikan oleh Sang Prabu Anom sebagai “tapukan sandal oleh mantan anak-buahnya sendiri”, DAN itu tentu “tidak kondusif” bagi anu … heheheee …

=== === ===

Eh … tapi … (masih pertanyaan yang berkecamuk di kepala Petruk dan mBilung)…

ANDAIKATA peristiwa pembatalan ini terdengar oleh Kanjeng Senapati Agung dan Sang Maha Prabu di pusat pemerintahan sana,

KIRA-KIRA APAKAH beliau berdua ini akan mendukung Senapati Tlatah 7 untuk tetap mengadakan lomba jathilan ATAUKAH mengambil sikap yang sama dengan Senapati Madya yaaaaa … ???

Jawaban sementara yang muncul di “feeling” Petruk dan mBilung adalah :

nganu … ng … anu … ng …

=== === ===

Pengetahuan yang diserap oleh Petruk dan mBilung mengenai eufimisme nayaka praja adalah :

ternyata kata “berkenan” atau “tidak berkenan” bisa dimaknai sebagai “setuju/perintah” atau “tidak-setuju/larangan” …

=== === ===

CERITA INI HANYA FIKTIF / KARANGAN BELAKA / TIDAK PERNAH TERJADI DALAM KEHIDUPAN NYATA.

Jika ada peristiwa yang mirip yang terjadi dalam kehidupan nyata, itu hanyalah kebetulan belaka dan sama sekali tidak pernah disengaja oleh pengarang cerita ini…

=== === ===

 

Pengarang Cerita : mBilung Sarawita, 16 Februari 2013

SALAM  BUDAYA

 

5 Comments to "Senapati Madya Tidak Berkenan – Maka Rencana Lomba Jathilan Dibatalkan"

  1. Andry  3 June, 2013 at 11:20

    mohon ijin copy image nya ….. nuwun

  2. J C  12 March, 2013 at 07:22

    Aku malah ingat Ria Jenaka tiap hari Minggu dulu…

  3. elnino  11 March, 2013 at 17:57

    Hahaha…trembelane tenan kok si Senapati itu…

  4. Handoko Widagdo  11 March, 2013 at 17:51

    Begitukah?

  5. James  11 March, 2013 at 15:10

    SATOE, Jathilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.