Burung

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER . . . ! ! !

Mengingat kami yang di Eropa sudah merindukan musim semi dan panas. Maka Dj. pun sedang melamun, alangkah indahnya, bila udara sudah mulai hangat kembali dan ranting-ranting pohon-pohon sudah mulai mengeluarkan kuncupnya.

burung01

Bahkan bunga-bunga mulai mekar, bahkan banyak binatang yang bersuka-ria, seperti kumbang juga sudah aktif mecari madunya.

burung02

Olehnya, Dj. juga ingin sekedar pamer photo burung, yang mana mungkin ada yang tertarik…

Burung betet yang sangat jinak.

Dan saat mereka tau kami datang, sepasang burung betet ini langsung menengok keluar dari sarangnya yang mereka bikin di dalam batang pohon, mereka penasaran dan ingin tau, ada apa di luar sangkar mereka. Dunia kehidupan, mulai menampakan wajah barunya….

burung03

Pertama hanya seekor yang meninggalkan sarangnya dan yang seekor lagi menunggu di depan sarang. Burung Betet ini sangat indah dengan warna bulunya yang bermacam, dari, kemerahan, kuning, hijau, dan biru. Okay… juga hitam di paruhnya….

burung04

Kemudian sudah berani hinggap di tangan, walau sedikit kelihatan masih ragu….

burung05

Akhirnya sudah berani mencoba makan dari tangan

burung06

Tidak lama kemudian, terbang dan hinggap juga pasangannya di tangan dan dua-duanya makan dari tangan.

burung07

Alangkah bahagianya bila manusia juga bisa hidup demikian, makan kalau lapar dan tidak harus menimbun kekayaan yang berlebihan. TUHAN memelihara mereka semua dan tidak ada satupun dari mereka yang jatuh dan mati, karena kelaparan. Ya… bahkan TUHAN memberi kepada mereka pakaian yang sangat indah, walau mereka tidak memintalnya.

burung08

Semoga kita juga bisa belajar dari mereka, hidup dalam kebahagiaan alami.

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang telah menayangkan oret-oretan ini. Dan kepada anda semuanya yang selalu menanti hari Selasa. Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita selama-lamanya.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

burung-dj

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

75 Comments to "Burung"

  1. Dj. 813  17 March, 2013 at 14:44

    Puji TUHAN….!!!!
    Sehat mas Anoew, semoga mas Anoew sekeluarga juga ya….
    Jarang sekali nongol akhir-akhir ini mas, sibuk ya…???

    Benar mas, Setiap pagi, kalau molai musim semi, kedengaran diluar
    burung-burung sudah pada berkicauan….
    Tapi padi ini, lihat keluar jendela, hujan salju yang sangat lebat.
    Jadi tidak ada burung diluar, hanya yang didalam rumah saja….

    Mas Juwandi, bilang tiidiak bisa kek i mangan manuk e isuk-isuk, karena
    panganane larang… hahahahahahahaha….!!!!
    Dj. mau nasehati begini, lha mbok nggolek sing gratisan wae….hahahaha….!!!
    Ojo, seru-seru, mengko mas Juwandi malah ngakak….

    Suwun mas, wis mampir yo.
    Ki, lagi siap-siap arep ningg Grejo, njaluk pangapuro mring Gusti Yesus.
    Sbab kokean dosane, wis jan,piye jal…

    Salam manis untuk keluarga diruman ya…

  2. anoew  17 March, 2013 at 06:25

    Waaah lha kok saya sampai ketinggalan artikel manuk-permanukan ya?!

    Gawat.

    Itu narasi di paragraf awal amat sangat mewakili sekali… “Pagi hari burung mulai keluar dari sarangnya”

    Tepat! Karena di pagi hari, burung saya selalu berkicau nyaring bunyinya, menyambut hari baru yang selalu indah dan cantik.

    Apa kabar pakdhe Dj, bagaimana dengan burungnya?

  3. Dj. 813  16 March, 2013 at 21:37

    Dan ini setelah kami kenyang dan mau pulang.
    Daniel Bagus, Eva Saridewi, Susi, Dj. dan cucu ( Daavid )

  4. Dj. 813  16 March, 2013 at 21:35

    Mas Juwandi….
    Maaf mas, sejakkemarin siang sedikit tegang nungguin istri keluar dari ujian.
    Puji TUHAN . . . ! ! !
    Dia lulus dengan nilai 1- ( atau 98% benar ), dianggap kesalahan 2%, karena prensetation nya tidak disentai halaman. Tapi kami sekeluarga sangat bangga, dengan umur 55 masih bisia meraih Masternya.
    Sedang tadi pagi seperti biasa, sarapan bersama, hanya di kota, karena anak-anak bikin kejutan untuk maminya.
    Kadang memang makanan burung termasuk mahal, tapi itu sangat perlu mas…
    Kalau bisa mendapat preoritas yaang pertama….
    Hahahahahahaha…..!!!
    Kalau nanti mati, tidak ada gunanya uang segunung, kecantikan atau kecerdasan…
    Hahahahahahaha….!!!
    Ini photo saat sarapan tadi.
    Shalom…!!!

  5. juwandi ahmad  15 March, 2013 at 21:50

    ha ha ha ha ha ….manukku ra tau tak pakani pak..ha ha ha ha…pakane larang..!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *