Obrolan Singkat tentang Ada adalah Dinamika

Fikrul Akbar Alamsyah

 

Suatu ketika terlintas dalam pikiran saya tentang Trimurti yang berkaitan dengan Hinduisme, seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya makna Trimurti yang dimaksud ialah konsep ketuhanan dalam Hinduisme.

The_Road_Home_by_ForlornExistence

Dalam konsep ini fungsi tuhan sebagai pencipta, pemelihara dan penghancur diwakilkan pada sesosok Brahma (pencipta, Wisnu (pemelihara) dan Syiwa (Penghancur atau pengubah. Dan konsep tiga hal ini biasa dikenal sebagai Trinitas versi Hindu, bahkan dapat kita simpulkan bahwa semangat Hindu berdasar atas dialetika idealistik dan bukan dialektika materialistik. Tapi sebelum terlalu jauh membahas mengenai tiga sosok tersebut saya lebih ingin membatasi pada fungsi ketiga hal tersebut, yaitu Pencipta – Pemelihara – Perusak.

dinamikaMungkin bukan ide yang baru juga saat kita mengkaitkan dengan dunia keilmuan bahwa akan kita kenal konsep filsafat Hegel tentang tesis, dimana disebutkan bahwa Sintesis merupakan resultan atau hasil antara tesis vs antitesis. Atau dapat disederhanakan secara urutan ialah Tesis – Antitesis – Sintesis, artinya sekali lagi jika dikaitkan dengan dunia keilmuan maka sebuah teori baru (sintesis) merupakan hasil dari sebuah tebakan (tesis) yang harus mampu diuji oleh teori-teori / fakta aktual yang ada (antitesis. Sehingga dapat di maknai secara luas bahwa apa yang ada sekarang merupakan hasil dari suatu proses sebelumnya yang mana dalam proses tersebut terjadi saling-silang dan uji dari apa yang ada sebelumnya.

Dari dua paragraph di atas muncul sebuahi pertanyaan acak, yaitu:

Apakah segala yang ada di alam ini selalu menuju kestabilan, karena tak bisa dipungkiri Apa yang sudah tercipta pasti akan terpelihara untuk sementara dan selanjutnya akan rusak dan kemudian muncul hal baru lagi dari yang rusak itu begitu seterusnya.

Setelah muncul pertanyaan itu, dari diskusi dengan seorang kawan, ia menjawab bahwa karakteristik alam ialah keseimbangan, apa yang sedang terjadi pada alam adalah sebuah proses, sebuah proses menuju keseimbangan. Tak peduli ia akan hancur atau timbul kembali maka semua itu adalah proses menuju hasil yang berikutnya.

Iya saya sepakat semua yang ada di dunia adalah proses akan tetapi apa hakikat keberadaan jika ternyata katakanlah keberadaan saya di dunia adalah semu belaka karena pada akhirnya hidup di dunia adalah sebuah proses sementara untuk menjadi hidup yang lain.

Muncul pertanyaan lagi, yaitu:

dinamika1

  1. Berarti seimbang dalam teori bigbang adalah semu, karena pada akhirnya setelah mengembang pada titik tertentu akan mengerut lagi. Akan hancur lagi dan entah apa akan mengembang lagi seperti semula.
  2. Untuk apa sebenarnya fungsi mengembang tersebut jika hanya pada akhirnya alam akan mengerut dan menghancurkan segala yang ada.
  3. Untuk apa memberi kesempatan mengembang dan seimbang, karena nyatanya seimbang itu akan mencapai titik jenuh untuk mencari keseimbangan lainnya.
  4. Untuk apa menjadi ada kalau memang ada adalah sementara dan menjadi ada di posisi yg lain…?

Sekali lagi kawan saya berkilah atau lebih tepatnya menjawab “mungkin karena keseimbangan total itu homogen, baik posisi (vektor) maupun substansi. sedangkan tidak mungkin semesta bisa homogen keduanya bersama-sama (posisi dan substansi). Ada adalah dinamika.”

Ada adalah dinamika, muncul kesimpulan dari pembiaraan singkat tersebut. Bahwasanya keberadaan saya bukanlah dinilai dari kemampuan / keberhasilan mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan akan tetapi keberadaan hakikatnya adalah kemampuan untuk menjalani proses menuju tujuan yang diinginkan. Ada hakikatnya terletak pada dinamikanya, seberapa jauh mampu menjalani dinamika kehidupan maka sejauh itulah keberadaan saya atau kita atau anda.

dinamika2

 

Salam

Obrolan singkat pada tanggal 27 Desember 2012

Gambar diambil dari wikipedia kecuali yang terakhir

 

4 Comments to "Obrolan Singkat tentang Ada adalah Dinamika"

  1. fikrul  15 March, 2013 at 13:46

    @Pak J C : Jadi seperti judulnya lagu Pak.
    @Pak Dj : Tentu sebagai umat beragama tidak ada yang sia-sia atas apa yang sudah dilakukan di dunia ini, selama kita masih mempercayaiNya. Benar pak semua yang ada, pasti ada yang membuatnya. Tetapi mengapa pertanyaan tersebut tidak berlaku untuk Tuhan itu sendiri, mungkin Pak D j punya saran & pencerahan untuk saya.
    @Pak juwandi ahmad : Nggih Pak, menurut saya ada keteraturan dalam ketidak teraturan. Dan tiap manusia mesti pandai melihat situasi tersebut.

  2. juwandi ahmad  14 March, 2013 at 22:04

    Sampun ginaris, bilih urip lan penguripan meniko: penuh sesuatu yang tampak kontradiktif yang membentuk suatu sistem yang berpadu satu sama lain, yang disanalah tantangan kita untuk dapat bermaian dengan cantik.

  3. Dj. 813  14 March, 2013 at 20:47

    Jadi,semuanya akan sia-sia…???
    Sangat disayangkan kalau memang demikian…
    Puji TUHAN….!!!
    Semua yang ada, pasti ada yang membuatnya, bukan…???,
    Terimaksih dan salam,

  4. J C  14 March, 2013 at 15:16

    Antara ada dan tiada?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.