[Xixi Diary Sang Superstar] Tersiksa Rindu

Masopu

 

“Kenapa aku selalu teringat wajah Xixi.” gumam Iqbal sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Dua minggu telah berlalu. Iqbal tiada sanggup meruntuhkan dinding-dinding kenangan bergambar wajah Xixi. Palu-palu godam yang dia hentakkan tak pernah mampu merobohkan dinding-dinding tersebut. Seperti mampu berreikarnasi, kenangan-kenangan tersebut terlahir kembali dari dinding-dinding tersebut.

“Ah kenapa wajah itu kembali lagi? Apa sih yang dia punya sehingga aku selalu terkenang?” teriak Iqbal. Bayang-bayang Xixi terus menari. Balutan baju pink dengan padanan rok senadanya kembali terlukis dalam bingkai ingatannya. Sementara semu-semu wajah yang memerah saat menumpahkan capuccino menari-nari di pelupuk matanya. Di lain waktu, terlintas kembali bayangan Xixi saat pertama ketemu.Pakaian ketat berwarnna putih yang digunakannya waktu itu begitu pas membungkus kulitnya yang putih. Bayang-bayang tersebut terus menarikan kidung-kidung kerinduan di wajah Iqbal.

“Aku harus bisa melupakannya!” kata Iqbal sambil menghentakkan kakinya ke lantai kamarnya. Kamar kos yang lumayan besar tersebut berhias ornamen-ornamen batik di beberapa bagiannya. Selain itu juga tergantung beberapa buah kaligrafi yang merupakan karya Iqbal. Tak henti matanya terus menyapu ornamen-ornamen yang menghiasi dinding-dinding kamarnya.

Iqbal segera beranjak menuju ke meja kecil di sudut kamarnya. Dibukanya laptop bercover silver kesayangannya. Dia telah bertekad untuk membunuh bayang-bayang wajah Xixi dengan mengerjakan sesuatu. Tak lama jari-jari panjang lelaki bertubuh 180 cm tersebut sibuk menari di atas tuts-tuts keyboardnya. Entah apa yang dikerjakannya, tetapi setidaknya hal itu sepertinya berhasil menenggelamkan dirinya ke dalam aktifitasnya tersebut.

Untuk beberapa saat usahanya tersebut ternyata berhasil mengalihkan perhatiannya. Namun saat dirinya terdiam mencari ide apa yang akan dituliskannya, kembali bayangan-bayangan Xixi menggoda di pelupuk matanya. “Ah kenapa sih? Aku harus mencari seorang teman untuk tempat curhatku.” kata Iqbal seraya berdiri meraih hpnya yang sedari tadi tergeletak dalam buai halus sprei yang baru saja digantikannya.

“Halo assalamu alaikum.”

“Waalaikum salam warrahmatullah wabarra katuh,” jawab suara wanita di seberang saluran telepon yang dihubunginya.

“Vit aku lagi bingung nih. Boleh aku cerita ke kamu?” tanya Iqbal.

“Boleh saja Bal. Ada apa nih? Masalah kerjaan ta?” tanya Vita penuh rasa penasaran.

Vita adalah temannnya semasa kuliah dulu. Dirinya dan Vita merupakan teman baik. Sudah sejak jama kuliah dulu mereka sering nerdiskusi. Vita, gadis cantik bertubuh tinggi semampi dengan wajah manisnya. Lesung pipit selalu menghiasi setiap senyumnya yang crunchi didengarnya. Meski tidak termasuk dalam jajaran cewek tercantik di kampus, namun wajah manisnya lebih mampu menggoda setiap lelaki yang pernah mengenalnya.

Iqbal kemudian menceritakan semua kepada Vita Osvalt Pratiwi. Mulai saat liburannya ke Surabaya untuk menjenguk ke dua orang tuanya, kemudian perjalanannya serta pertemuannya dengan Xixi wanita yang bayangan wajahnya terus terukir dalam bingkai-bingkai memorinya.

Gadis manis blasteran Jawa-Italia tersebut mendengarkan semua cerita Iqbal dengan telaten. Sesekali disahutinnya cerita Iqbal dengan guyonannya menggunakan bahasa jawa halus yang agak susah dimengerti Iqbal. Hal itu dilakukannya karena memang dia tahu Iqbal tidak begitu bisa bahasa jawa halus. Tak lama kemudian Iqbal menyelesaikan ceritanya.

“Wah ada yang lagi nandang wuyung nih?” goda Vita.

“Apa sih maksudmu Vit?” tanya Iqbal.

“Bal menurutku, kamu saat ini sedang terkena sindrom cinta Bal. Kamu tengah jatuh cinta kepada wanita yang kamu ceritakan tadi. Siapa namanya?” tanya Vita.

“Xixi.”

“Iya kamu jatuh cinta pada Xixi. Itu kenapa kamu selalu terbayang-bayang wajahnya.” jawab Xixi.

“Bagaimana aku jatuh cinta sama dia Vit. Sama kamu yang telah aku kenal lama saja aku tidak bisa jatuh cinta. masak iya aku jatuh cinta kepadanya yang tidak aku kenal sama sekali.” jawab Iqbal.

“Bal kamu jatuh cinta pada pandangan pertama.” potong Vita.

“Kamu bisa bantu aku gak untuk melupakan dirinya?” tanya Iqbal.

Vita terdiam membisu. Dia tak yakin bisa membantu Iqbal melupakan wanita yang diceritakannya tadi. Tetapi dia akan mencoba untuk melakukannya. Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya berkata” Bal kamu ikut aku saja ya. mumpung masih sore nih. Kita bisa beraktifitas di luar. “

“Aktifitas apa Viit?” tanya Iqbal.

Kemudian Vita menceritakan kalau dirinya saat ini tengah dalam perjalanan menuju ke lokasi tempatnya latihan panjat tebing. Vita memang sejak dari kecil sudah suka sama olahraga tersebut. Sementara Iqbal termasuk orang yang agak malas berolahraga. Tapi demi usahanya untuk melupakan bayang-bayang Xixi yang terus menghantui, akhirnya diiyakannya ajakan Vita tersebut.

“Baiklah Vit. Mungkin cara ini bisa membuatku sedikit melupakan dirinya.”

“Aku akan mengajakmu untuk terus berolahraga Bal. Bagaimanapun kamu teringat dia, karena kamu kurang aktifitas.” kata Vita lagi.

“Terima kasih Vit. Ok aku mau bersiap dulu ya. Kalau dah sampai de depan tumah kamu Telepon aku ya.” jawab Iqbal sambil menutup teleponnnya.

 

Denpasar. 30102011.0358

 

5 Comments to "[Xixi Diary Sang Superstar] Tersiksa Rindu"

  1. Alvina VB  16 March, 2013 at 02:05

    kl jodoh gak akan kemana-mana….lanjut dech…
    P.S. Ini pesenan cerita siapa bung Masopu??? he..he…

  2. [email protected]  14 March, 2013 at 23:11

    Jiahahahahahaha….. gampang lah, si iqbal kepikiran karena pas ketemu xixi pake rok pendek, sexy dan jg menerawang, lagian xixi jg cantik (menurut iqbal)

    Nah… “olahraga” apakah yg hendak di lakukan dengan vita…sehingga bs melupakan xixi… kita nantikan kelanjutan ceritanya…

    Jangan pake lama ya…
    Cepetan….

  3. juwandi ahmad  14 March, 2013 at 21:58

    “Kamu bisa bantu aku gak untuk melupakan dirinya?” tanya Iqbal. Kok saya ngak yakin panjat tebing bisa ngilangin cinta he he he…..jal, tak tunggu sambungane. Thank you Mosopu

  4. J C  14 March, 2013 at 15:24

    Bagaimana ini kelanjutan si Iqbal…penasaran juga apakah akan terbalas cintanya? Bagaimana dengan status dan kondisi Xixi yang sudah “mawut luar dalam”?

  5. James  14 March, 2013 at 15:18

    SATOE, Tersiksa Rindu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.