Rindu Kesepuluh

El Hida

 

missing-you

I.

Kekasih,

Aku mengerti akan pertemuan kita yang seperti sajak-sajak yang ditulis tengah malam

Aku sejenak merenung lalu kembali merangkai sisa-sisa hati yang berkeping

 

Kekasih,

Engkau begitu faham akan keadaan jiwaku saat kau mulai merasuki kehidupanku

Engkau lalu merelakanmu untuk mencintaiku sedalam kalbumu tanpa kupinta

 

II.

Cintaku,

Aku merasakan keindahan yang berbeda dengan sebelum aku mengenalmu

Aku seperti menjadi pelangi yang warnanya kau lukis dengan penuh warna kemerduan

 

Cintaku,

Engkau dan segenap rasa di kedalaman jiwamu jangan pernah kau padamkan baranya

Engkau dan aku harus bisa menjagaNya hingga apapun mencoba menghapus pijarNya

 

III.

Kekasih,

Aku sadari engkau begitu berarti dalam kehidupanku untukku jalani umurku

Aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana jadinya andai engkau tak ada di sampingku

 

Kekasih,

Engkau aku pinta untuk tidak meninggalkan aku dalam keadaan apapun, dan,

Engkau tak perlu berjanji untuk menyepakatinya karena aku meyakinimu dalam cinta yang nyata

 

IV.

Cintaku,

Aku tak akan lelah berkata kepadamu bahwa setiap saat aku selalu merindumu

Aku menjadi hamba bagi rasaku yang tak pernah padam kepadamu

 

Cintaku,

Engkau begitu abadi dalam hati

Engkau begitu suci kucintai

 

V.

Kekasih,

Aku mencintamu tak seperti apapun mencinta apapun

Aku mencintamu dengan kalimat yang tak terlafadzkan

 

Kekasih,

Engkau pun mencintaku tak seperti sesuatu mencinta hal lain

Engkau mencintaku dengan kalam yang tak terlukiskan

 

VI.

Cintaku,

Aku sadar akan begitu terjalnya jalan yang akan kita lewati

Aku juga sangat faham bahwa hidup kadang selalu tak seperti yang kita mau

 

Cintaku

Engkau hanya harus selalu berada di sini, sayang, di dekatku

Engkau tak boleh sedetikpun meninggalkanku, agar aku selalu kau jagakan

 

VII.

Cintaku,

Aku tak akan letih meng-kasih

Aku tak akan lelah mencinta

 

Cintaku,

Engkau jangan letih meng-kasih

Engkau jangan lelah mencinta

 

VIII.

Kekasih,

Aku akan menanti saat kita disatukanNya dalam akad yang tak terlepaskan

Aku akan selalu berada di sini, di mana jantung dan hatimu berdetak

 

Kekasih,

Engkau kumohonkan peluk rasaku

Engkau kuinginkan dekap imanku

 

IX.

Cintaku,

Aku tatap tajam mata hatimu

Aku melihat Aku di sana

 

Kekasih,

Engkau bisikkan kata mesra di telinga bathinku

Engkau katakan engkau rindu

 

X.

Pada rindu kesepuluh

Aku menjadi gila

 

 

Elhida

100712

 

8 Comments to "Rindu Kesepuluh"

  1. Tutputra  18 March, 2013 at 11:50

    Semoga saja jalan itu masih sangat panjang……..
    Hingga kita tak sanggup lagi menghitung rindu…….dalam kebersamaan

    Dan rindu ke 11 bukanlah rindu2 tak bertuan….

    Karena waktu begitu cepat…..
    Terkadang jalan keabadian teramat sempit, hingga kita harus melangkah satu -satu…
    Entah siapa yang harus lebih dulu………

  2. Lani  16 March, 2013 at 23:10

    setuju sama aki buto……ndak ada waktu menghitung kangen……….heheheh

  3. Dj. 813  16 March, 2013 at 22:34

    Dj. malah rindu melukis, karena sudah cukup lama tidak melukis…

    Rindu Lukisan, Mata Suratan
    Hatiku Nan Merindu
    Rindu Bayangan Nan Meliputi
    Paras Sari Wajahmu

    Mengapa Membisu Seribu Basa
    Mengapa Mendusta Seribu Kata
    Mungkin Kah Bulan Merindukan Kumbang
    Dapatkah Kumbang Mencapai Rembulan

    Rindu Katakan Rindu
    Usah Kau Malu Karena Asmara
    Risau Engkau Risau Dik Aku Pun
    Maklum Maksud Tak Sampai

    Rindu Hatimu, Akupun Demikian
    Rindu Sudah Nasib Untung Di Badan

  4. el hida  16 March, 2013 at 22:24

    hahaha

    @all,

    met malem ya, selamat menghitung kerinduan
    *salaman

  5. Dj. 813  16 March, 2013 at 22:14

    Kalai yang ke 10 jadi gila…
    Bagaimana dengan yang ke 11…???
    alam,

  6. Hennie Triana Oberst  16 March, 2013 at 21:54

    Rindu keduabelas nanti sambil nari Serampang Duabelas ya.

  7. J C  16 March, 2013 at 21:42

    Walah…kangen kok sempat dihitung…

  8. Dewi Aichi  16 March, 2013 at 10:36

    Indah sekali ungkapan rindu ini El Hida….duh jadi pengen…rindu yang kesebelas he he

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *