syair negeri dagelan

Kang Putu

 

dagelan dan palsu

bawang melonjak-lonjak

bambang menjolak-jolak

menteri mencak-mencak

: cukong vetsin tergelak-gelak

 

ini negeri penuh nyeri

korupsi jadi mekanisme distribusi

penghasilan resmi tak resmi

jika menteri masuk bui

ganti baru siapa peduli?

 

dari century sampai hambalang

dari impor daging sapi sampai ke bawang

terselip pula kasus kitab alquran

jangan-jangan, sekian juz pun telah hilang?

 

dari hari ke hari makin benderang

setiap partai menabuh genderang

menjual kecap, bersuara lantang

bikin puyeng, berkunang-kunang

 

hari pemilihan menjelang

lempar senyum ramah nian

dan ketika jadi pemenang

lupa janji lupa ingatan

 

ini negeri, negeri dagelan

nasib rakyat jadi mainan

ketika sakit ketika kelaparan

doakan saja: segera mati sekalian.

 

siwalan!

 

gebyog, pukul 23:23

 

9 Comments to "syair negeri dagelan"

  1. juwandi ahmad  20 March, 2013 at 20:08

    he he he he he……kang putu kang putu……rasa dipikir jero jero ndak, ndak malah strokkk..he he he….tapi asyik lo puisine..nuwon nggih kang…..kapan kapan tak wedangi

  2. Anwari Doel Arnowo  16 March, 2013 at 23:46

    Saya bisa bangga tidak pernah memilih mereka, para pejabat itu, sejak Suharto ataupun Megawati. Partai politik adalah koruptor ulung. Saya memang memilih Jokowi dan Ahok, yang saya tusuk malah gambarnya AHOK. Demokrat tidak pernah sedetikpusn saya menaruh simpati. Saya tidak akan pernah menyesalinya. Biarpun kita dijuluki Negara Demokrasi yang pali hebat, tetapi saya selalu berani menunjuk bahwa bangsa belum cukup cerdas untuk berdemokrasi.

    Anwari Doel Arnowo – 2013/03/16

  3. Dj. 813  16 March, 2013 at 22:04

    Kang Putu….
    Sangat disayangkan, tapi kenyataan.
    Walau tidak semuanya, tapi banya manusia di Indonesia
    yang sudah tidak tau arah lagi.
    Baik mereka yang diatas memerintaj, juga mereka yang
    menyangka dirinya ada diatas angin.
    Kasihan rakyat kecil, selalu jadi bahan tertawaan….
    Tapi Gusti Allah mboten sare….
    Terimakasih untuk dagelannya.
    alam,

  4. Hennie Triana Oberst  16 March, 2013 at 21:56

    Negeri dagelan ungkapan yang pas.

  5. J C  16 March, 2013 at 21:42

    Kang Putu, seperti biasa…jeru, sungguh jeru kata-kata Panjenengan dan memang paaassss benar dengan situasi kondisi negeri saat ini…

  6. gunawan budi susanto  16 March, 2013 at 13:27

    pak mungkin di alun-alun batang, kawan herry anggoro djatmiko, tak mungkin marah kepada saya, dewi. dia justru lagi sewot pada bambang. lantaran, hari-hari ini dia kecewa ketika harga bawang melambung tinggi. masakan dia rada berkurang nikmat lantaran kekurangan bambang. dan, akibatnya omzet dia turun. bambang merah-bambang putih membuat penghasilan dia terus menurun. mugkin beda jika bambang-lah yang turun: pendapat dia mungkin malah naik.

  7. Novita  16 March, 2013 at 13:21

    Ketragisan yang yang mendidihkan darah dan air mata

  8. Dewi Aichi  16 March, 2013 at 10:32

    ” waduh, Kang Putu, apakah saya ngga layak jadi cinderella? kalau bambang merah dan bambang putih nanti dikerek tiap 17 agustus…atau malah jadi bambung hi hi”

    ” lo, itu kan sudah pas, Dewi Murni. itu kasting alami namanya: pemilihan karakter sesuai dengan kepribadian sampean”

    wakakakakakaka..kang Putu tega nian…awas ya tak bilangin pak Mungkin..

  9. Dewi Aichi  16 March, 2013 at 10:30

    lanjutkan yang tadi ahhh Kang…” Saya pengen menguasai bambang triatmodjo tapi apa daya..kalah saingan sama mayangsari he he

    Kang Putu menjawab ” ah, kamu mah cocoknya main sinetron bambang merah-bambang putih, Dewi Murni. tak usah melambung-lambung deh! he he he….”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.