Aku Mudik dan Aku Menjadi…

Diday Tea

 

missing home

Nasi tutug oncom dambaan

Batagor mang Ateng depan rumah yang renyah

Bubur Sumsum yang ranum

Surabi haneut gang Buah

Kupat tahu Muarasari di pojok jembatan

Soto Lontong gajih tanpa daging

Bubur kacang hejo haneut

Pesta buku Palasari

Duren sabeca

Rumput laut sanyiru

Bakakak hayam kampung

Asin jambal roti

Hujan merintik

Banjir merangkak

Jalan butut berbaring

Angkot enol lima mengetem di lampu hijau

Blue bird menunggu

Arimbi ditumpangi

Primajasa siap sedia

Cipularang membuat girang

Gerlong girang dijalan sebrang

Persib makin sip

Awan kumulus berarak

 

Selamat tinggal Kebonlega hiji

Sambut aku Padalarang!

 

10 Comments to "Aku Mudik dan Aku Menjadi…"

  1. didaytea  19 March, 2013 at 17:53

    Sengaja ditunggu biar lewat depan rumah, biar pooll teriaknya…

  2. Dewi Aichi  18 March, 2013 at 22:38

    Diday….sapa takut ha ha…waktu BU Probo ke rumah ibuku beberapa waktu lalu….aku juga teriak…mas masss….bakso mas…..4 mangkok…..wuih….nikmattttt…..

  3. Linda Cheang  18 March, 2013 at 22:29

    Wilujeng sumping ka Lemah Cai, Kang!

  4. Dj. 813  18 March, 2013 at 02:59

    Mang Diday….
    Lha kalau di Mainz, mau teriak, ya malah dimarah tetangga….
    Teriak juga tidak ada yang akan datang, karena memang tidiiak ada penjual yang lewat.
    Hahahahahahaha….!!!
    Yang benar memang bikin sendiri, makan dirumah sambil lihat keluar jendela, saju yang banyak turun.
    Salam,

  5. didaytea  18 March, 2013 at 02:17

    Terimakasih semuanya.

    Ternyata, wisata kuliner terbaik adalah di teras rumah sendiri. Menunggu tukang kupat tahu, soto lontong, bubur hayam, sate gendong, tahu gejrot, sekoteng, es campur, cuankie, baso malang, lewat teras depan rumah dikittt…Trus kita teriak sekenceng- kencengnya: “Maaaaaaaaaaaannnnnnnnngggggggggggg….!!!!! Beellliiiiiiiiiiiiii!”

  6. J C  17 March, 2013 at 19:48

    Walah, tidak mudheng kuliner’nya. Kalau list’nya Semarang dan Salatiga, ya aku mudheng…

  7. Dewi Aichi  17 March, 2013 at 19:20

    Diday…puisi simple, tapi indah, dan bikin kangen …pengen mudik

  8. Hennie Triana Oberst  17 March, 2013 at 17:51

    Wah daftar kuliner yang memperindah sajak.

  9. Dj. 813  17 March, 2013 at 14:50

    Yamien goreng manis ti JJalan Kejaksaaan 11 dekat Graaga mang…..
    Bubur Kacang ijo Cihampelas….. Bebek Peking ti PvJ ( Paduka bebek ).
    Oncom raos ti Cuhampelas…. hahahahaha…!!!
    Batagor mah ti Jalan Veteran kang….
    Hatur Nugun mang Diday Tea…

  10. Handoko Widagdo  17 March, 2013 at 09:30

    Harapan dan pencapaian yang disajikan dalam puisi. Indah!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.