Siapa Teman Kita?

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO  BALTYRAER  YANG  BERBAHAGIA . . . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. yang kali ini, “mungkin” sedikit lain.
 
*** : Sebagai penjelasan sebelumnya.
Oret-oretan ini sebenarnya sudah bulan lalu Dj. tulis, bersama 3 oret-oretan yang lainnya. Karena bulan Karnaval, maka oret-oretan ini selalu tertunda dan mendahulukan oret-oretan tentang Karnaval. Rupanya dia menunggu saat yang baik, atau tepat untuk dikirim. Karena bulan lalu Dj. juga selalu memilih photo yang pas untuk thema ini. Mohon maaf bila oret-oretan ini kurang berkenan.

Bila anda membaca judul di atas, mungkin anda akan bertanya, apa lagi yang ingin Dj. ceritakan kali ini, atau mungkin anda juga sudah menebaknya. Anda ingin tau, silahkan baca, anda tidak tertarik, ya silahkan lewati saja. Okay….

Dj. yakin, anda pernah berpikir, itu orang gemuk seperti ayam jumbo, atau seperti kapal selam atau sumbing.. atau… atau….Seandainya  anda pernah berpikir demikian, maka anda telah mengadili seseorang dan bisa jadi, anda juga tidak ingin berteman dengan orang tersebut. Kalaupun “harus” bertemu, anda berkata silahkan nunggu 2 jam di Gramedia. Padahal anda belum tau, mengapa dia keadaannya demikian, atau mengapa dia gemuk, atau  mengapa dia sumbing.

Mungkin saja dia memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter, atau dilahirkan demikian. Pikiran anda ini wajar saja, memang banyak dari kita, ingin berteman dengan seseorang yang pas (cocok) dengan keinginan kita. Nah di sini Dj. kadang berpikir, “SIAPAKAH  YANG  LAYAK  MENJADI  TEMAN  KITA . . ? ? ?”

Apakah hanya yang berbadan langsing dan anggun seperti mbak Elnino, atau yang cantik  seperti istrinya mas Anoew, yang ganteng sekali
seperti dimas Josh Chen, yang berduit seperi Mpek Dul saja yang bisa keliling dunia setiap saat . . . ???

Mungkin anda tidak mau berteman dengan orang yang hanya berpendidikan perawat, atau sekretaris saja, apalagi seorang pelayan yang
tidak berpendidikan, gendut lagi…, atau… atau… atau… ??? Nah ya, ini semua sah-sah saja, kan hak kita untuk berteman dengan seseorang, atau kelompok….Anda boleh saja berpikir, anda tidak senang dengan seseorang, tapi janganlah sekali-kali membeberkan di tulisan anda yang dibaca beribu-ribu pembaca di seluruh dunia. Siapakah kita, sehingga kita boleh (berani) menghakimi seseorang…??? Sehingga kita berani membuka AIB seseorang di depan umum…??? Bukankah manusia itu semua sama, kita adalah sama-sama ciptaan TUHAN…???

Dj. jadi ingat sekitar 20 tahun yang lalu dimana di Frankfurt di benntuk Deutsch-Indonesische Freundekreis (Persahabatan antara masyarakat Jerman dan Indonesia). Tapi, di dalam tubuh DIF ini pengurusnya, membentuk DIF yang V V I P. Kami (Dj. dan Susi) dapat undangan dan hadir dan medengarkan maksud dan tujuannya. Kami kaget setengah mati, karena yang mereka inginkan DIF hanya untuk orang-orang elite saja. Paling dikit Insinyur, dokter, direktur, atau entah siapa lagi, yang jelas, janganlah ada di dalamnya yang bekerja sebagai perawat,
pekerja pabrik, apa lagi pembantu, itu kan bikin malu nama Indonesia…. HAAAAACH . . . . ? ? ?  ! ! !

Kami kaget dan berdiri dan menuju pintu untuk keluar, rasa muak sudah ada di leher Dj. Seorang teman, dengan cepat menyusul kami dan berkata, ada apa kok langsung meninggalkan ruangan….??? Dj. berkata, Susi hanya guru TK. Dia menjawab, tapi kan Susi selesai kuliah….
Dj. balas, biarlah kalian saja yang V V I P nya. Dalam hati Dj. bagaimana mungkin mereka bisa berpikir demikian, merasa yang paling…. dan hanya ingin bertemu dengan orang-orang yang mereka anggap V V I P dan bukan untuk semua orang….???

Padahal ketua DIF yan di Frankfurt dulu, istrinya juga seorang perawat, walau sudah meninggal. Tujuan DIF iyalah ingin saling mempelajari (menyatukan, mengenal) lebih banyak adat Jerman dan Indonesia. Dan di Frankfurt dan sekitarnya sangat banyak perawat asal Indonesia, mana mungkin mereka akan membikin satu kelompok V V I P? Seandainya hal ini terjadi di Hongkong, bagaimana perasaan saudara-saudara kita yang bekerja sebagai TKI di sana….???

Mohon dipikirkan, sebelum bicara, atau berbuat sesuatu yang bisa menyakiti hati orang lain. PENJELASAN  KEMUDIAN, TIDAK  ADA  GUNANYA . . .  ! ! !

Seperti juga bunga ini… Mereka tidak bisa memilih untuk ditempatkan atau berteman dengan bunga yang dia senangi…Hebatnya, mereka bisa hidup berdampingan…Tidak perduli apakah sebelahnya kuning, merah, biru atau putih…

teman01

Kalau Dj. berani mengatakan itu orang gembrot, jelek, itu orang bodo, galak lagi… lebih baik dititipkan di penitipan barang saja….!!! Maka Dj. adalah orang paling malang di dunia dan akhirat. Di dalam Kitab Suci orang Kristen dan mungkin di dalam Kitab Suci yang lain juga, ada tertulis hukum Allah yang tercantum…yang berbunyi  …. ”KASIHILAH  SESAMAMU  MANUSIA, SEPERTI  DIRIMU  SENDIRI . . . ! ! !“ Nah lo… sekarang pertanyaannya, siapakah sesama manusia saya…??? Hanya mereka yang langsing…??? Mereka yang pandai dan bertitel dan cantik …???  Atau….??? Kita harus berteman dengan semua orang, tidak perduli dia gemuk dan gembel sekalipun …

Coba kita renungkan, saat kita dilahirkan, bukankah semua sama, indahnya…??

teman02

teman03

teman04

Kemudian kita beranjak menjadi besar dan berubah, karena lingkungan kita yang membentuk kita seperti sekarang ini. Kita semua adalah ciptaan TUHAN  yang sama, karena kita juga mengaku, hanya ada satu TUHAN semesta alam. Tidak ada itu Allahnya orang Islam dan Allahnya orang Kristen. Mengapa Dj. berani berkata demikian…..??? Karena baik orang Jahudi sekalipun, juga sama dengan orang Kristen dan Islam, kita percaya adanya Adam dan Hawa. Kita percaya adanya Abraham (Ibrahim) dan bahkan ALLAH merekalah yang kita sama-sama sembah. Dan orang yang dibenci oleh hampir seluruh bangsa didunia (Israel  atau Jahudi), merekalah yang empunya sejarah ini. Bukan sejarahnya orang Kristen dan bukan juga sejarahnya orang Islam. Tapi mengapa kita tidak bisa berteman dan hidup dalam damai….???

Jadi siapa berani mengatakan seseorang itu gemuk, jelek, atau bodoh, dia telah mencela penciptaNya. Mungkin kita pikir, kita hanya guyon saja, tapi sadarkah kita, bahwa kita telah menyakiti hati sesorang….??? Maukah kita juga disakiti hati kita di hadapan orang banyak….??? Lidah kita lebih tajam dari pisau yang bermata dua, olehnya berhati-hatilah menggunakan kata-kata. Karena dengan kata-kata yang kita keluarkan dari mulut, orang akan menilai, siapa sebenarnya kita ini.. Semua manusia mempunyai keindahannya sendiri-sendiri, seperti  bunga-bunga di bawah ini, semua indah adanya.

teman04

teman05

teman06

teman07

teman08

teman09

teman10

teman11

teman12

teman13

teman14

Kita boleh bangga dengan keindahan yang TUHAN telah berikan kepada kita. Tapi ingat, orang lain juga TUHAN anugerahi keindahannya sendiri, jangan pernah merasa yang paling indah, paling ganteng. Jika kita melihat orang yang lain dari kita, ingat mereka juga anak-anak ALLAH, kalau dia lemah, berilah dia tumpangan. Bila dia lapar, berilah dia makan dan bila dia haus, berilah dia minum, bila dia sakit atau di penjara sekalipun, tengoklah dan hiburlah. Maka kita telah menjalankan perintah Allah di sorga, ALLAH Adam, Allah Abraham….!!!

Mereka juga teman dan bahkan saudara kita. Bagaimana manusia bisa berkata, saya mengasihi ALLAH (yang tidak kelihatan), sedang saudaranya (yang kelihatan) saya tidak kasihi, bahkan kita cela…??? Ini sama saja dengan bohong besar . . . ! ! !

Jujur, Dj. juga suka berkelakar….Mas Iwan, tidak marah kalau dipanggil “kampreeet”, karena mas Iwan bukan kampret. Jadi panggilan itu tidak mengena, bahkan mas Iwan bisa tertawa olehnnya. Kita, sering mengaku keluarga kenthir dan bahkan bangga, ya… karena sebenarnya kita tidak kenthir….Tapi kalau seorang yang benar-benar gemuk atau sumbing, kemudian kita teriaki seperti ayam jumbo atau kita panggil si sumbing di depan orang banyak. Bagaimana perasaan yang bersangkutan…??? Pernahkah kita memikirkan hal ini.

Di dekat kota Mainz, di salah satu sekolah, dimana ada anak yang berbadan gemuk, dia selalu diledeki oleh teman-temannya. Walau dia selalu mohon jangan bikin hal itu lagi, tapi tidak ada yang mendengarkannya, malah makin menjadi. Karena tidak tahan, maka si anak gemuk tersebut bunuh diri. Teman-temannya kaget dan berkata, kami hanya bergurau….. Apa arti penyesalan, atau penjelasan di akhir, karena nyawa anak itu tidak lagi akan kembali lagi…???

teman15

Marilah kita berteman dengan siapapun dan janganlah mematikan jiwa seseorang. Olehnya gunakanlah mulut kita saat berbicara, karena Allah mendengar setiap perkataan kita.

Dj. yakin belum lama ini, ada kita baca di Kompas.com seorang penjabat di Indonesia yang berkata di depan anak buahnya. “bahwa orang yang diperkosa, juga sama-sama menikmati bersama si pemerkosa“. Banyak anak buahnya (Kolleganya) yang sepontan tertawa, karena sesaat merasa lucu, atau sekedar ingin menyenangkan  hati pimpinannya.

Tapi bagaimana reaksi kaum wanita di Indonesia saat itu….??? Jujur Dj. tanya anda semua kaum wanitaa, setujukah dengan hal itu…??? Kemudian banyak wanita yang protest di jalanan, mengapa…??? Karena itu telah menjaatuhkan martabat wanita. Bahkan yang bersangkutan juga kena marah oleh putrinya sendiri, bagaimana orang bisa berkata demikian….??? Mungkin dia anggap “Jokes”, tapi apakah anda pikir hal ini benar-benar lucu…???

Lucukah bila anak, atau istri yang mengucapkan atau anda sendiri, atau ibunya yang diperkosa, telah turut menikmati pemerkosaan…??? Apakah akan bertepuk tangan….???  Silahkan pikir masak-masak….Jangan merasa yang paling pintar, walau anda lebih tinggi dari orang-orang di sekitar anda. Ternyata anda hanya berwarna hijau, sedang di sekitar anda ada yang merah dan ada yang putih dan yang lainnya.

teman16

Jadilah seperti bunga di padang, mereka bisa hidup berdampingan dengan siapapun, tanpa harus memilih siapa teman kita…Karena di atas yang pinter, masih ada yang lebih pinter dan di atas yang ganteng, masih ada yang lebih ganteng. Ada orang yang malas, tapi diapun bisa berubah menjadi cerdik, kalau dia mau berusaha dan lingkungannya mendukung.

Ada orang gemuk, yang juga bisa jadi langsing dan orang langsing yang jadi gemuk. Roda dunia selalu berputar, yang sekarang kita ada di atas, janganlah merasa terlalu hebat, satu saat kita juga bisa berada di bawah. Bilamana kita sekarang ada di bawah, jangan minder, satu saat kita akan bisa ke atas, bila kita mau berusaha.

Anak Dj. (si Dewi) 3 tahun yang lalu, masih sangat gemuk, tapi dia pandai dan dia selesaikan kuliahnya di 2 jurusan. Bahkan di dua-duanya dia dapatkan masternya, mungkin saingan dengan mpek Dul. Tapi dia merasa belum apa-apa dan dia bilang, satu saat dia juga ingin dan akan kuliah lagi di bidang kimia. Tapi dia mau berusaha dengan tekun, sehingga sekarang dia juga bisa langsing…Mereka yang dulu sering menyindir anak Dj., sekarang bisa malu sendiri.

Ingat saat dia masih gemuk, kami bikin BBQ di kebun, kakaknya (si Dewo) bawa pacarnya, mereka sudah 1 tahun lebih pacaran. Saat pacarnya mencari sandalnya yang entah kemana, Dewo bertanya, kamu terakhir pakai di mana. E… dijawab oleh pacarnya, aku rasa hilang ditelan adikmu, karenanya dia jadi gemuk…!!! Kami semua mendengar dan semua diam seketika.

Dewo langsung memanggil pacarnya dan menyuruh pulang dan mereka putus. Di sini Dj. salut dengan tindakan Dewo, dia membela adiknya yang dipermalukan di depan kami. Walau akhirnya pacarnya minta maaf, karena sekedar bergurau, tapi Dewo tetap bilang tidak…!!! Puji TUHAN . . . ! ! ! Dewi kuat imannya. Walau Dewi masih suka makan, tapi sekarang dia imbangi dengan gerak badan.

teman17

teman18

Memang tidaklah mudah, tapi belajarlah untuk menghargai orang lain, bagaimanapun keadaannya dan jangan hanya bisa mencela saja, apalagi menyebarkan aib di depan orang banyak.

NOTHING IS  IMPOSIBLE, FOR  THE  PEOPLE  WHO  BELIEVE  IN  GOD . . . ! ! !

teman19

Semoga anda tidak menjadi kecewa dengan apa yang Dj. tulis di atas, jika “ya”, juga tidak jadi masalah. Kiranya TUHAN  ALLAH  BAPA  yang di sorga selalu menyertai kita semuanya. Sekarang, sampai Maranata TUHAN  datang. Amen…!!!

SHALOM . . . ! ! !

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

teman20

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

135 Comments to "Siapa Teman Kita?"

  1. Dj. 813  24 March, 2013 at 00:42

    Yu Lani…
    Selamat Malam dari Mainz…
    Benar yu, seharusnya langsung kethok saja ya…
    Tapi kami tau diri lah…. hahahahahaha…!!
    Olehnya kami melanjutkan perjalanan ditepi pantai, melalui Ali Road…
    Nanti satu saat Dj. akan bikin kejutan…

    Barusan pulang belanja.
    ebenarnya, belanjaan kami tidak banyak, separti biasanya.
    Tapi ini oma, sudah dibagian pakaian baby, jadilah lama….
    Hahahahahahahaha….!!!
    Maklum cucu permpuan pertama, jadi melihat banyak yang bagus-bagus dan lucu-lucu.

    Sekarang di Kona jam 6 pagi tho yu…????
    Salam manis dari Mainz.

  2. Lani  23 March, 2013 at 23:03

    74 MAS DJ : takut??????? wakakakak………..bukannya itu yg ditunggu-tunggu to mas?????? hahaha………esuk2 malah ngakak2 dewe iki………….jiaaaaaan……..koyok wong kesambet

  3. Dj. 813  22 March, 2013 at 21:18

    Selamat Malam Neverg…
    Sudah Dj.sampaikan dan Daniel bilang terimakasih….
    Dia sangat senang dengan hadiah tersebut, dia pajang di kamarnya dengan
    golok yang dia kumpulkan…
    Jadi ingat Ambing dan kangen dengan Ambon Manise… hahahahahaha…!!!
    TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

  4. nevergiveupyo  22 March, 2013 at 16:01

    Puji Tuhan Onkel…
    what a news!
    proficiat dan turut berbahagia, bertambah satu lagi anggota the Paisans
    smg sarah nanti tumbuh secantik omanya yaa…

    kalau daniel tanya lagi, sampaikan salam saya. kami sangat baik, trimakasih…

    selamat menikmati sarapan onkel!

  5. Dj.813  22 March, 2013 at 15:52

    Hallo Neverg…
    Puiji TUHAN ….!!!
    Kmi ada sehat selalu, bahkan beberapa hariyang lalu, keluarga kami ( Paisan ) bertanbah 1 lagi.
    Tlah lahir cucu perempuan (. Sarah. Alexandra Pisan )
    Semoga Neverg sekeluarga juga sehat selalu ya.
    Daniel sering nanya, yang kasi pisau saat di Mandarin Hotel.
    Salam manis dari kami sekeluarga di Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *