Festival Danau Sentarum: Eksotisnya Budaya dan Alam Indonesia (1)

Christiana Budi

 

Festival Danau Sentarum merupakan pesta budaya bagi masyarakat Kapuas Hulu. dilakukan setiap tahun dan tahun ini adalah tahun ke dua. Menurut keterangan masyarakat tahun ini lebih ramai dari tahun lalu.  Festival ini menjadi event tahunan dari Kabupaten Kapuas Hulu. festival ini ditujukan untuk mempromosikan wisata taman nasional danau Sentarum sebagai tempat wisata dan juga memperkenalkan keragaman budaya masyarakat Kapuas Hulu.

festival-sentarum (1)

Festival ini dilaksanakan selama 4 hari 12-15 Desember 2012 dan  di ikuti dari berbagai kalangan dan juga perwakilan dari propinsi dan kabupaten bahkan dari negara tetangga Malaysia. Dengan festival ini juga kita bisa melihat kerukunan antar etnis dan agama dalam festival danau Sentarum.

festival-sentarum (2)

Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu mayoritas dihuni oleh 3 etnis besar yaitu Dayak Iban, Dayak Embaloh dan Melayu. Agama yang dianut juga ada 3 besar yaitu Katholik, Islam dan Kristen Protestan. Dan  festival ini menampilkan budaya dari  tiga etnis besar yang mendiami wilayah Kapuas Hulu serta potensi dan komoditas-komoditas yang diunggulkan.

Festival dibuka dan dihadiri dari perwakilan pemerintah propinsi Kalimantan Barat dan Bupati Kapuas Hulu. Upacara penyambutan dilakukan dengan upacara adat dari 3 etnis besar yaitu penyambutan dengan cara Dayak Iban, Melayu dan Dayak Embaloh.

Foto-foto Berikut adat penyambutan dari adat Dayak Tamambaloh dan Iban…

festival-sentarum (3)

festival-sentarum (4)

 

Foto-foto Upacara penyambutan cara masyarakat Melayu

festival-sentarum (5)

festival-sentarum (6)

 

Foto-foto berikut adalah foto-foto upacara penyambutan adat Dayak Iban

festival-sentarum (7)

festival-sentarum (8)

festival-sentarum (9)

festival-sentarum (10)

festival-sentarum (11)

 

Foto-foto berikut adalah upacara adat penyambutan Dayak Tamambaloh (Embaloh)

festival-sentarum (12)

festival-sentarum (13)

festival-sentarum (14)

festival-sentarum (15)

festival-sentarum (16)

Untuk membedakan antara etnis Dayak Iban dan Dayak Embaloh adalah dari cara berpakaian. Cara berpakaian etnis Dayak Iban didominasi dengan pakaian dari kain dan kulit kayu, sedangkan Dayak Embaloh lebih pada penggunaan manik-manik. Foto  di bawah ini adalah contoh pakaian adat dayat Iban (laki-Laki) dan Embaloh (perempuan).

festival-sentarum (17)

Di bawah ini adalah baju adat Dayak Iban

festival-sentarum (18)

festival-sentarum (19)

festival-sentarum (20)

festival-sentarum (21)

 

Di bawah ini adalah pakaian adat Tamambaloh (Embaloh)

festival-sentarum (22)

festival-sentarum (23)

festival-sentarum (24)

festival-sentarum (25)

Untuk mengabadikan momen tersebut tak lupa kita berfoto-foto dengan peserta festival.

festival-sentarum (26)

festival-sentarum (27)

Acara penyambutan dilakukan dengan tour keliling danau dengan tujuan utama adalah Pulau Tekenang. Pulau Tekenang yang terletak ditengah danau Sentarum  merupakan pulau pusat penelitian untuk taman nasional danau Sentarum. Dari Pulau Tekenang kita bisa memandang sekeliling danau dari ketinggian (keindahan ini akan saya sajikan di cerita yang lain).

Dan lucunya di tour tersebut saya dan teman saya bang Pian mendapat durian runtuh, karena dapat tiket gratis naik speed boat. Saat itu speed boat hanya diperuntukkan untuk tamu dari tingkat propinsi dan kabupaten, entah kenapa kami berdua yang hanya memfoto-foto kegiatan tiba-tiba disodori dua tiket untuk naik speed boat ikut tour, saya berpikir saat itu semua peserta dan simpatisan dapat tiket…lumayan gratis… tapi ternyata setelah pulang dari tour teman saya bilang tidak semua dapat tiket untuk naik speed boat….teman-teman bilang kalian berdua menyingkirkan 2 orang dari tingkat provinsi (boat yang kami pakai adalah boat untuk tamu provinsi)…muka pejabat katanya ….kami jawab ndak apa muka pejabat yang penting hoki saat itu dan bukan muka penjahat…

Foto-foto di bawah adalah  foto perjalanan menuju Bukit Tekenang

festival-sentarum (28)

festival-sentarum (29)

festival-sentarum (30)

festival-sentarum (31)

festival-sentarum (32)

festival-sentarum (33)

Dan akhirnya tour selesai…walaupun wajah terbakar sinar matahari namun hati senang. Mejeng dulu ah di speed boat …

festival-sentarum (34)

Kembali ke festival, festival danau Sentarum selain menyajikan eksotisnya keindahan danau Sentarum juga menyajikan keindahan kerukunan dan budaya suku-suku yang menghuni wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. festival ini berlangsung selama 4 hari dengan berbagai acara disajikan untuk menghibur masyarakat wilayah Kapuas Hulu. ….

Bersambung…

 

Christiana Budi,

Danau Sentarum, Lanjak-Kapuas Hulu Desember 2012

 

Note Redaksi:

Mohon maaf tayang terlalu lama karena ternyata artikel ini terselip…semoga segera dikirimkan lanjutannya…hehe…

 

18 Comments to "Festival Danau Sentarum: Eksotisnya Budaya dan Alam Indonesia (1)"

  1. Nelly Andon  5 January, 2014 at 00:05

    Chris, this is amazing!!!! What colorful and beautiful photos. I can’t wait to be there. Would there be any festival in February or March? I hope to see one. Getting more excited. . Indeed, we have to go there.

    Nelly

  2. Handoko Widagdo  23 March, 2013 at 10:24

    Wah komenku ilang. Aku tulis lagi ah:

    Oh dada bidang yang betato tiu…sungguh tempat yang nyaman untuk menyandarkan kepalaku. Dada nan kokoh bagai benteng dimana aku merasa aman.

    Lengan itu bagai gendewa yang siap meruntuhkan cinta.

    Dan… senyum itu…oh Tuhan…itukah pertanda bahwa dia adalah milikku?

  3. christiana budi  22 March, 2013 at 14:10

    J C Says:
    March 22nd, 2013 at 11:54
    Christiana Budi, wwwaaaaahhhh ciamik, ciamik…ini jelas memperkaya wawasanku dan khasanah budaya Nusantara…muanteeeeeeppp

    ____________________________________________
    @Om JC, Makasih Om, sama om aku juga banyak belajar tentang budaya hehehhhee…

  4. christiana budi  22 March, 2013 at 14:06

    Sumonggo Says:
    March 22nd, 2013 at 05:21
    Danau Sentarum, ikan arwana. Mungkin saja dulu puluhan tahun lalu ketika arwana di danau tersebut belum jadi komoditas ikan hias eksotik berharga mahal, orang-orang bisa duduk-duduk di sekitar danau sambil menikmati arwana bakar atau pepes arwana …. he he …

    _____________________________________________
    @Sumonggo, nah itu dia yang kuharapkan juga waktu kesana mas, tapi ndak kesampaian, anakannya aja kagak kelihatan apalagi induknya heheehehehe raib semua

  5. christiana budi  22 March, 2013 at 14:04

    Hennie Triana Oberst Says:
    March 21st, 2013 at 21:13
    Christiana, terima kasih liputannya, keren banget.
    Perempuan-perempuan muda yang sedang meniti jembatan itu cantik-cantik, bajunya juga
    ________________________________________________________
    @Hennie Triana, sama-sama mbak…iya mereka cuantik2 tenan ik hehehehehe orang indonesia kan memang cantik 2 mbak

  6. christiana budi  22 March, 2013 at 13:55

    juwandi ahmad Says:
    March 21st, 2013 at 20:59
    wah jan, mongkok, bangga rasaning ati dadi wong NGENDONESAH…..thank you christiana
    ____________________________
    @Juwandi Ahmad, sami-sami mas

  7. christiana budi  22 March, 2013 at 13:52

    Dj. 813 Says:
    March 21st, 2013 at 18:23
    Hallo Christiaina…
    Terimakaksih untuk cerita tentang pesta adat di danau Sentarum….
    Dan terimakasih juga untuk photo-phooto yang bagus-bagus….
    Kalimatan adalah pulau besar yang belum pernah kami kunjungi.
    Siapa tau mudik yang akan datang,bisa sampai disana…
    Salam manis dari Mainz.
    __________________________________________________
    @Pak de DJ 813 sama-sama,semoga bisa ke kalimantan dan pas saya masih disini hehehehe bisa sekalian ajak pak Handoko biar ke sentarum juga salam manis dari Sintang

  8. christiana budi  22 March, 2013 at 13:45

    Dewi Aichi Says:
    March 21st, 2013 at 17:33
    Chris..terima kasih laporannya…wuih ciamik, meriah, mantap, baju adatnya bagus bagus…apalagi yang wanita wanita itu, baju adat suku Dayak…luar biasa….sexy lho….

    Bener bener luar biasa festival seperti ini harus semakin ditingkatkan, dis setiap daerah pasti mempunyai , wah pasti bagus seandainya setiap daerah bisa bersatu dalam acara unjuk budaya lokal, tapi diselenggarakan secara serempak dari seluruh wilayah Indonesia…mantap pasti, dan budaya Indonesia yang beragam akan dikenal anak anak sekarang. Itu penting, budaya lokal harus ditanamkan sejak dini akar bisa mengakar di jiwa anak anak.

    Wahhh….si Angel mejeng ha ha….cantik…

    Terima kasih Chris….

    ______________________________________
    @Mbak Dewi Aichi, sama -sama mbak, senang nya berbagi informasi

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.