Rindu Ini Menetes dari Bau Keringatmu

Dwi Klik Santosa

 

Sahabat bisa terjalin dari ketidaksengajaan. Dan pada jiwa-jiwa yang lentur, proses mengikatkan sendiri talinya, saling dekat tapi menyembunyikan keluasan dan kedalamannya masing-masing. Biar saja senyum dan tawa yang mengalir … sudah cukup. Cukup sudah. Untuk menghargakan sebuah nilai. Jujur itu indah.

rindu-sahabat

SALING BERTANYA adalah syarat untuk saling tahu. Saling menyapa adalah tanda saling ingin mesra. Jika ada jarak di antara ucap dan tatap, benarkah aku mengenalimu? Benarkah kau akan mengenaliku?

Ke dalam rahim sastra, benih-benih apa akan ditanamkan. Jika ucap tidak sama dengan laku. Jika pandangan mata tak mampu menyentuh panorama masyuknya permenungan. Jika teriak tidak selalu diartikan darurat. Jika adanya tak dihayati sebagai hadir dan ikut mengalirkan.

”Aku berdiam di kamar dan kemudian kutuliskan

Old Shaterhand dan Winnetou sebagai caraku hadir”

kata Karl May.

 

”Ia getol beramal dan mendatangkan hormat

Tapi lupa berkata apa saja pernah dilakukan

Apalagi menuliskan. Sokrates namanya”

begitu Bung Hatta pernah berujar.

 

”Ia banyak berkata-kata

Tapi tidak sama bau keringat itu

dengan lagak dan coraknya”

Sedang kutulis dalam ceritaku

dongeng berjudul Balada Pendusta

 

Dan pada pagi. Selalu menjadi saat yang asyik untuk menuliskan sebuah uneg-uneg atau tunas-tunas yang sulur dari membiaknya riang perasaan. Sebuah cara untuk mengikatkan kangen itu. Pada sosok-sosok sahabat. Yang lucu, lugu dan mantap dalam ucap, sikap dan utuh sebagai dirinya. Tawa-tawa yang renyah. Senyum-senyum yang mekar. Dan pula menggelitik dan dialektik dari mengalirnya cerita-cerita. Sebuah perjalanan, perhelatan dan pertautan yang menyerupai balada. Terima kasih, Tuhan. Betapa kaya keseharian hidup ini dihiasi dan dimaknai oleh kerinduan semacam ini.

 

Pondokaren

16 Maret 2013

: 08.3o

 

4 Comments to "Rindu Ini Menetes dari Bau Keringatmu"

  1. J C  24 March, 2013 at 19:39

    Hhhhmmm…begitu rindunya kah?

  2. Dj. 813  24 March, 2013 at 18:36

    Terimakasih DKS…
    Dj. hanya mau rindukan senyum dan tawa, bukan bau keringatnya.
    Karena belum pernah mencium bau keringatnya…. hahahahaahaa….!!!
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  3. Dewi Aichi  24 March, 2013 at 10:46

    Komunikasi, intinya komunikasi iya to, biar saling itu tadi…lha kalau ngga ada komunikasi, mana kutau…

    Salam hangat dari sahabatku,
    Dewi

  4. James  24 March, 2013 at 10:08

    SATOE, Rindu Menetes

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *