Tutup dan Buka

Dian Nugraheni

 

Catatan lama tentang tahun baru di Amerika

Hingar bingar tiup terompat di jalanan, konvoi bersepeda motor dan than thin than thin layaknya “juragan klakson”…he…he…he……

Pesta malam, menjelang jam 00.00, bakar ayam, bakar singkong, dan sebagainya..Nyalakan kembang api..byarr..byarr..byar.., horeee.. Ga boleh..? Bo…lehhh…

Ada yang bikin janji dalam hati, apa yang akan dilakukan mulai tahun baru ini.., ada yang bikin rencana hitam di atas putih untuk target ke depan..bla..bla..bla..

Ada juga orang-orang yang tenang-tenang saja, karena punya pendapat, tahun baru atau lama, sama saja, karena hari-hari berjalan dengan begitu saja. Maksudnya, bukan tak punya niat atau harapan, tapi, bagi orang-orang seperti ini, yang ada adalah niat baik tiap saat, mengisi detik-detik waktu dengan sewajarnya, mensyukuri, dan menyadari akan arti mempertanggungjawabkan dari semua yang dijalaninya.. Boleh juga kan..

Ada beberapa hal yang aku tandai dengan datangnya tahun 2010 di Amerika ini. Kabarnya, mulai tahun 2010 ini, negara bagian California mempelopori untuk MELARANG penggunaan bahan-bahan makanan transfat di restoran-restoran.. What…?!!

Halow, teman-teman ahli gizi dan nutrisi, tolong koreksi bila ini tidak tepat ya.., makasih sebelumnya… Ini aku terangkan secara “bodo” aja ya, jadi bukan keterangan yang terlalu ilmiah.. (guenya yang gak nyandak..he…he…he…..). Jadi, transfat terjadi karena ada proses pengolahan bahan makanan, melalui proses hidroginasi, atau gampangnya, mengikutsertakan rantai proses makanan secara kimiawi, yang membuat bahan-bahan makanan itu berubah bentuk atau wujud, rasa, dan kadang juga merubah fungsi.

Misalnya, vegetable oil, diproses menjadi bentuk “padat”, macam margarin, gitu.., Nah, kalau sudah jadi margarin, mungkin rasanya akan jadi salty alias ada rasa asin, bentuknya juga tidak cair, dan secara fungsional, sepanjang yang aku tahu, margarin bisa membantu membentuk tekstur makanan tertentu menjadi lebih lembut, misalnya bila digunakan untuk membuat cookies, kukies..alias kue kering.., donat, dan tentu saja cake…

Atau, mentega putih, yang biasa kita miksing dengan gula halus atau sirup gula, pewarna dan lain-lain, jadi krem untuk penghias kue tar itu lho…Kalau bentuknya masih oil, minyak, cair.., kan ga bisa ya buat bikin hiasan kue tar gitu..

Tapiiii…, tapiiiii, ya itu tadi.., bahan makanan yang sudah melalui proses pengolahan sehingga berubah bentuk atau wujud, rasa, dan kadang juga fungsinya itu, ternyata, merekalah yang dituduh sebagai pemicu naiknya kandungan LDL alias Lemak Buruk dalam darah. Akibatnya ya “kolesterol tinggi”, jantung coroner..bla-bla-bla..

Dan bicara tentang minyak (goreng), sepanjang yang aku baca, ternyata lagi.., yang mengandung lemak buruk adalah minyak yang berasal dari kelapa, alias coconut oil, minyak sawit alias palm oil. Sedangkan bahan makanan lain, adalah daging-daging yang berlemak dan keju. (Jadi terjawab kan, kenapa cuma makan gorengan, banyak orang mengeluh, ternyata kolesterolnya “naik”..).

Bahkan dalam sebuah brosur tentang makan sehat, disarankan, gantilah keju dengan beberapa iris avocado alias alpukat (di sini alpukat dihaluskan untuk dressing atau saus sandwich, saus salad, atau diiris untuk dimasukkan dalam roti isi, Sushi, dan lain-lain.., mereka akan terperangah melihat kita blender alpukat untuk dibuat jus, yang ditambah gula dan susu tuh..he…he…he…..).

Bila kita mengabaikan soal kandungan zat-zat penyebab naiknya LDL itu, sebenarnya, untuk pelaku kuliner, bahan makanan transfat ini banyak membantu mereka untuk bisa membuat tampilan makanan menjadi lebih cantik, dan lebih nikmat.

Tapi karena negara bagian California, memandang hal tersebut sebagai pemicu utama naiknya prosentase orang kena penyakit, terutama, jantung koroner, maka, dilaranglah restoran menggunakan bahan makanan ini..

Orang di Amerika gak akan klabakan mencari bahan-bahan makanan yang “zero fat” atau bahan makanan “organik”.

Yang jadi masalah adalah, bagaimana mempertahankan tampilan dan rasa makanan restoran yang “zero fat” tapi tampak dan terasa sebagai makanan yang “full fat”..he…he…he…..Syusyah kayaknya…

Tapi lagi, ini negara sungguh ketat, bila memang sudah ada aturannya, jangan coba-coba melanggar, karena akan selalu ada yang namanya inspeksi mendadak dari biro terkait, dan bila restoran yang bersangkutan melanggar, akan diberi peringatan, ditutup sementara, atau bahkan dibreidel alias ditutup paksa…

Sedangkan di DC, Washington, kabarnya, mulai tahun 2010 ini, mereka bukan cuma meminimalkan penggunaan kertas-mungkin ini sudah jamak, umum, udah program jadul- tapi akan memulai untuk meminimalkan penggunaan plastik (kresek), sebagai pembungkus belanjaan.

Jadi nantinya, groseri tidak akan kasih kita plastik, kecuali kita minta, dan bayar 5 cent per plastiknya. So.., siap-siap saja, bawa tas sendiri kalau kita akan belanja bulanan, atau kalau perlu, bawa karung goni..he…he…he…..gak lah ya.., karung goninya juga dah berat..

Mungkin teman-teman bayangkan, Amerika negara “bebas’.., he…he…he….., yang bebas adalah, bebas berpikir, mengeluarkan pendapat, berkarya, bla-bla-bla…Tapi kalau keseharian, buanyak aturan yang kuetatnya minta ampun.., tapi kok ya orang-orangnya taat..

Misalnya, jangan harap kita bisa merokok di restoran, di Food Court mall, meski mallnya luas, di dalam apartemen.., ga boleh, boo..!

Kalau mau merokok, silakan cari ruang terbuka, maksudnya KELUAR DARI RUANGAN.., dan nongkrong atau berdiri di luar apartemen, di luar mall, di luar restoran..

Lha kalo pas Winter gini..brrr.., he…he…he….., mang enyak, cuma mau udud aja kok mesti ndrodog kedinginan.. kapok ra…

Ngemeng-ngemeng soal rokok nih, meski ada aja produsen rokok di sini, tapi TAK SATU PUN, ada iklan rokok, baik terang-terangan maupun tersirat. Di Indonesia, beberapa iklan rokok menyuguhkan tampilan alam Indonesia yang luar biasa indah dan cantik..sampai-sampai.., asli deh..,aku sering bingung, “jane iki ngiklanke opo to..”.., sebenarnya ini ngiklanin apa to…Ohh, ternyata ngiklanin rokok..waduh.., cuma ngiklanin “tembakau gulung” aja, kok, (mestinya) mahal banget to bikin iklan ginian..huihh…

Sebaliknya, banyak iklan untuk berhenti merokok, lengkap dengan hotline servicenya, untuk secara nyata bersedia membantu orang-orang yang pengen berhenti merokok.

Yaa, di sini kaum perokok dianggap kaum yang “dipinggirkan” dengan cara-cara pelarangan seperti di atas. Dan kalau mau tau, boleh percaya boleh nggak, yang nampak gak tahan, dan bela-belain keluar ruangan untuk merokok adalah…, kaum perempuan, terutama kaum Black..

Hoa..hoa..hoa.., whatever, Selamat Tutup Tahun Lama, Selamat Buka Tahun Baru ya.., buat teman-teman semua, semoga di hari-hari mendatang, kita semua akan diberi banyak kemudahan untuk menjalani tahun 2010…amin..amin..amin..

years-gone-by

 

North Carlin Spring

Arlington, Virginia,

 

Dian Nugraheni

Di sini jam 1.23 siang, ketika Indonesiaku sudah melepaskan tahun 2009, 1 jam 23 menit lalu..

 

8 Comments to "Tutup dan Buka"

  1. Mawar09  28 March, 2013 at 23:51

    Dian : dikota tempatku tinggal, masih banyak supermarket yg pakai tas plastik (kresek). Cuma WholeFood dan TraderJoe yg tidak lagi. Saya juga berusaha utk selalu bawa tas dari rumah utk menghindar banyaknya tas plastik dirumah. Utk hal tertentu saja masih terima tas plastik, tapi sesudahnya di kumpulkan utk recycle. Salam!

  2. anoew  28 March, 2013 at 23:16

    Misalnya, jangan harap kita bisa merokok di restoran, di Food Court mall, meski mallnya luas, di dalam apartemen.., ga boleh, boo..! Kalau mau merokok, silakan cari ruang terbuka, maksudnya KELUAR DARI RUANGAN..

    sama halnya di suatu kampung, di jawa tengah terutama, mereka juga dilarang mekokok sembarangan. Apalagi wanitanya. Bahaya.

  3. Lani  26 March, 2013 at 01:53

    DIAN : nah soal tas kresek/plastic di HAWAII jg sdh dilarang, klu mekso minta tas kresek hrs bayar nah lo……
    Tp org jg ndak ribut, ora ono demo sambutan mrk baik, taat, jd sekrng mrk klu belanja bawa tas dewe2 hehehe
    Klu aku mmg sdh sejak dl ora seneng pakai tas kresek, bawa back pack manggul belanjaan untung supermarket ora adoh, klu hrs belanja yg berat spt beras minta tolong teman utk anterin, ato membelikan krn nek dipanggul dewe iso poklek boyokku hahaha
    Soal larangan merokok jelas di Hawaii jg dilarang klu ditempat tertutup, ato direstoran, htl, mall, pokokmen horaaaaaaa entuk, asap rokok bikin aku semlengeren mabukkkkkkkk berattttttttt!

  4. juwandi ahmad  25 March, 2013 at 22:27

    Ngemeng-ngemeng soal rokok nih, meski ada aja produsen rokok di sini, tapi TAK SATU PUN, ada iklan rokok, baik terang-terangan maupun tersirat. Di Indonesia, beberapa iklan rokok menyuguhkan tampilan alam Indonesia yang luar biasa indah dan cantik..sampai-sampai.., asli deh..,aku sering bingung, “jane iki ngiklanke opo to..”.., sebenarnya ini ngiklanin apa to…Ohh, ternyata ngiklanin rokok..waduh.., cuma ngiklanin “tembakau gulung” aja, kok, (mestinya) mahal banget to bikin iklan ginian..huihh…ha ha ha ha ha…INdonesia indonesia..Ahli Hisab..!

  5. Dj. 813  25 March, 2013 at 21:57

    Dian…
    Dj,. kira cerita tentang Tutup dan buka tahun, taunya cerita tetang makanan to…..
    Nah ya, soal fett, memang kamipun juga sangat mengurangi.
    Tidak pernah gunakan minyak kelapa, paling banter minyak bunga Matahari.
    Tapi biasanya minya jaitun, membikin rasa juga lebih enak.

    Kalau soal merokok, di Jerman sudah lama dilarang merokok didalam ruangan.
    baik Mal, Restaurant,juga kantor, bahkan di Station KA. dipinggir Ril yang udara bebas pun dilarang.
    Tapi di berikan tempat bagi mereka yang ingin merokok…

    Okay….
    Salammanis dari Mainz.

  6. Dewi Aichi  25 March, 2013 at 11:15

    Betul sekali, di Brasil juga ngga ada iklan rokok, pemakaian tas kresek di supermarket atau toko sempat berhenti beberapa bulan, tapi akhirnya ya diadakan lagi tuh…

  7. [email protected]  25 March, 2013 at 10:59

    aduh…. aduh…. selamat pagi… selamat beraktifitas….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.