Sarah Alexandra Paisan

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA . . . ! ! !

Tengah malam, pintu kamar tidur kami diketok oleh si Ragil dan kami dengan kaget, mak jegagik bangun dan bertanya, ada apa…??? (Dj. pikir, mungkin saja dia sakit dan perlu pertolongan, namanya juga anak. Belum sempat Dj. bertanya yang lain, dia sudah ulurkan HP nya dan hanya satu kata, baby…!!!

Haaaach…??? Baby…??? (masih sambil ngucek-ngucek mata)…

Di seberang sana suara si Dewo (Junior), maaf pa, ini Jana sudah kesakitan, apa bisa antar ke rumah sakit. Dj. bilang okay…!!! 10 menit lagi kami akan sampai ke tempat kalian. Jelas, Dj. dan Susi, secepat kilat ganti pakaian dan ambil mobil dari garasi dan langsung ke rumah mereka.

Sesampai di sana, ternyata Jana sudah tidak kuat berdiri, apalagi jalan. Tanpa pikir panjang, Susi langsung telpon mobil Ambulanz dan 10 menit kemudian mobil Ambulanz pun datang dengan 2 perawat wanita dan menenteng dua tas / koffer, entah isi apa saja.

Kami (Susi, Dj. dan David), menunggu di luar kamar, dengan sedikit tegang menantikan apa yang akan terjadi. Tidak lama kemudian keluar satu perawat dan berkata, harus telpon dokter jaga.

Puji TUHAN …!!!

Tidak lama, dokter dan assistennya datang dan tidak sampai 20 menit, kami sudah mendengar suara teriakan seorang bayi. Automatis kami berdua melihat jam yang ada di dinding, tepat jam 3:20, dia sudah lahir di rumah.  Saat itu kami dipenuhi rasa yang campur aduk, rasa gembira, tapi juga aneh. Mungkin karena sudah lama tidak dengar suara baby lagi.

Kami hanya bengong, sampai dokter keluar kamar dan memberi kata selamat kepada kami (opa dan oma) dan ada beberapa pertanyaan yang dia ajukan. Kami juga langsung bertanya, laki atau perempuan…??? Dan dokter menjawab, perempuan…!!! Puji TUHAN . . . ! ! ! S A R A H telah lahir….!!!

Kami diperbolahkan masuk, tapi kami hanya melongok ke kamar dimana kami lihat Sarah sudah digendong ayahnya dan sudah dibungkus dengan kertas alumunium dan selimut, sebagai penolak udara dingin di luar.

sarah-alexandra-paisan01

Kemudian Jana dan Sarah dibawa dengan Ambulanz ke Rumah Sakit, Dewo boleh ikut di dalam Ambulanz. Kami hanya dapat bersyukur dan memuji nama TUHAN Yang Maha Besar dan Maha Pengasih. HALELUYA . . . ! ! ! HALELUYA . . . ! ! ! HALELUYA . . . ! ! !

Sore hari baru kami bawa David untuk menengok adik dan mamanya. SARAH ALEXANDRA PAISAN , 3635 Gramm dan 52 Cm. lahir dengan sehat. Ini photo Sarah, yang Dj. ambil di malam hari pertama di Rumah Sakit, saat kami menjenguknya.

Sarah sudah bersih dan kadang bersuara… Ngeeeek…!!! Ngeeeek…!!! Kami sekeluarga dipenuhi rasa gembira yang tak terkira, karena sambutan Sarah….

sarah-alexandra-paisan02

Sarah dan mamanya (Jana) yang juga sehat, bahkan seperti biasa saja.

sarah-alexandra-paisan03

Sarah dan David Nathanael Paisan (Kakak yang sangat sayang dan bangga punya adik), bahkan dengan sangat hati-hati.

sarah-alexandra-paisan04

Saat Sarah sedikit membuka matanya, maka David merasa heran dan sangat gembira, seolah Sarah tau dia dipangku oleh kakaknya dan memberi sambutan dengan membuka matanya.

sarah-alexandra-paisan05

Sarah digendong Oom nya (Daniel Bagus Trisnoadi Paisan)

sarah-alexandra-paisan06

Sarah bersama tantenya (Eva Saridewi Paisan)

sarah-alexandra-paisan07

Sarah bersama opanya, Dj.

sarah-alexandra-paisan08

Sarah dan oma Susi yang juga sangat bangga dengan kelahiran cucu perempuan yang pertama.

sarah-alexandra-paisan09

Kelaurga Paisan di Mainz, Jerman. Kami semua sangat berbahagia.

sarah-alexandra-paisan10

sarah-alexandra-paisan11

Karena Sarah harus banyak istirahat, olehnya kamipun malam pulang dan mininggalkan Rumah Sakit.

sarah-alexandra-paisan12

Hari kedua, kami datang dan Sarah masih tidur nyenyak.

sarah-alexandra-paisan13

Seorang kakak yang dengan lembut mengusap adiknya dengan penuh kasih sayang.

sarah-alexandra-paisan14

Hari ke tiga, kami tidak menengok, karena Susi sedikit pilek, jadi khawatir kalau menular ke Sarah .

Tapi kami ke kota, untuk membeli sedikit pakaian Sarah, untuk dipakai pulang ke rumah. Susi dan Dj. sedikit merasa aneh, karena lama tidak melihat pakaian mini, seperti melihat pakaian boneka. Terutama melihat sepatu yang sangat mungil….Di toko “Baby One”, kami berdua malah banyak guyonan, melihat banyak pakaian dan mainan baby yang mungil-mungil dan lucu-lucu, maunya dia beli semuanya… hahahahaha…!!!

Hari ke empat, dimana Sara dan Jana sudah boleh pulang ke rumah. Photo saat persiapan untuk pulang ke rumah.

sarah-alexandra-paisan15

David tidak mau melepaskan adiknya, dia selalu ingin di dekat Sarah.

sarah-alexandra-paisan16

Nah, sekarang siap untuk masuk mobil dan pulang ke rumah. Sarah harus berpakaian tebal, karena di luar suhu saat itu masih cukup dingin, hanya –+ 0°C. Lebih dingin daripada di dalam kulkaas.

sarah-alexandra-paisan17

Hurrrraaaaa….!!! Puji TUHAN . . . ! ! ! Akhirnya sampai di rumah, saat digendong oleh ayahnya (Alexander Sudewo Paisan), Sarah malah nangis….

sarah-alexandra-paisan18

Jujur, Dj. sedikit kaget saat Dewo menaruh Sarah di tempat pembaringan ini…Maklum, Dj. belum pernah melihat sebelumnya….Tapi Dewo menjelaskan, ini hanya untuk siang hari saja dan sesaat saja, agar tidak selalu di kamar tidur, dan Jana bisa mengawasi Sarah sambil mengerjakan sesuatu. Dj. jadi ingat orang-orang yang berbaring di pantai di antara dua pohon kelapa.

sarah-alexandra-paisan19

sarah-alexandra-paisan20

Pada hari ke 5, Sarah sudah kelihatan lebih segar, oma nya bilang…Seolah Sarah sedang memikirkan sesuatu… hahahahaha…!!!

sarah-alexandra-paisan21

Sarah sudah capek mikir dan sekarang sudah ngantuk, hobby tidur dan makan, biar cepat besar… hahahaha…!!!

sarah-alexandra-paisan22

Nah… di bawah ini photo kakanya (David Nathanael Paisan) 7 tahun yang lalu, sama-sama sedang angooop…!!!

sarah-alexandra-paisan23

Okay…

Ini di bawah ini photo di hari ke 7, kami semua ngumpul di rumah Dewo dan menengok Sarah yang benar-benar ngangeni.

sarah-alexandra-paisan24

sarah-alexandra-paisan25

Ooooo ya, photo di bawah ini, hanya sekedar memperlihatkan, bahwa di tempat tidur Sarah ini…

sarah-alexandra-paisan26

Papanya Sarah juga pernah berbaring di dalamnya 36 tahun yang lalu. Dimana tempat tidur ini dibikin oleh tangan opanya Dewo, dengan bahan dari kayu.

Susi dan Dewo

sarah-alexandra-paisan27

Dj. rasa banyak sudah yang Dj. pamerkan, mohon maaf, bila ada kata-kata yang tidak berkenan. Terimakasih untuk perhatian anda semuanya dan juga pengasuh Baltyra yang selalu setia menayangkan oret-oretan Dj.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN , selalu menaungi kehidupan kita semuanya.

 

Salam manis dari kami di Mainz.

Dj. dan seluruh keluarga 813

sarah-alexandra-paisan28

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

91 Comments to "Sarah Alexandra Paisan"

  1. Dj. 813  6 April, 2013 at 15:53

    Mas Bambang…
    Matur Nuwun mas…
    Iya, semoga seperti Yangti nya, jangan seperti yangkung nya…
    Hahahahahahahaha….!!!!
    Selamat berakhir pekan…
    Dan Salam Sejahtera dari Mainz

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *