Obrolan Pagi dalam Chatroom

Faizal Ichall

 

Obrolan ringan dua sahabat dalam sebuah chatroom:

chat_room

“Kenapa sih kenyataan hidupku seperti ini?”

“Hey…kenyataan tidak pernah bermasalah, kita lah masalah, karena selalu mempermasalahkannya.”

“Berikan aku contoh atas pernyataan mu tadi”

“Kenyataannya matahari terbit di timur dan tenggelam di barat, apa kamu mau mempermasalahkannya?”

“Tapi ini selalu terulang dalam hidupku.”

“Kenyataannya matahari terbit dan tenggelam itu selalu berulang setiap harinya, dan itu sudah berlangsung selama ribuan bahkan mungkin jutaan tahun yang lalu, apa kamu masih mau mempermasalahkannya?”

“Tetapi pada kenyataannya aku bukan matahari, yang dapat menerangi dan memberikan kehidupan untuk orang lain.”

“Ya, tetapi pada kenyataannya pula kamu tidak membakar dirimu untuk kenyataan yang sekarang terjadi padamu itu, lihat betapa kamu bermasalah telah mempermasalahkan kenyataan yang datang padamu.”

“Jika demikian tentang kenyataan, maka harus bagaimana aku menyikapinya?”

“Nikmati dan hadapi saja semua kenyataan yang tidak kau inginkan yang datang dan terjadi padamu itu.”

“Iya! bagaimana caranya?”

“Jangan merepotkan aku dengan detail pelaksanaannya, aku hanya memberi penjelasan saja di sini…”

 

4 Comments to "Obrolan Pagi dalam Chatroom"

  1. Dewi Aichi  30 March, 2013 at 10:00

    Ha ha ha..betul mas Juwandi…tepat sekali…dadi aku ra arep takon-takon nek chat karo mas Juwandi, ndak kon mikir ha ha ha..

  2. juwandi ahmad  29 March, 2013 at 20:24

    Nikmati dan hadapi saja semua kenyataan yang tidak kau inginkan yang datang dan terjadi padamu itu.”
    “Iya! bagaimana caranya?”
    “Jangan merepotkan aku dengan detail pelaksanaannya, aku hanya memberi penjelasan saja di sini…”
    he he he he….singkatnya, mbok mikir ra mung takon wae…

  3. Dj. 813  29 March, 2013 at 17:51

    Faizal Ichall….
    Sangat benar…
    Musia bermasalah karena keinginan hatinya….
    Ingat saat anak-anak masih kecil, satu saat mereka sedikit ribut.
    Kami tanya ada apa…???
    Taunya yang satu ingin beli sesuatu, tapi uangnya tidak cukup.
    Jadilah dia sedikit bingung, bagaimana dia biisa memiliki barang tersebut.
    Dia mencoba pinjam uang saudaranya, tapi saudaranya punya keperluan sendiri.
    Jadilah mereka sedikit diskusi dan punya masalah.
    Setelah kami jelaskan dimana duduk masalahnya dan bagaimana untuk mencari jalan keluar.
    Puji TUHAN….!!! Mereka mau terima.

    Masalah datang dan ppergi, hanya bagaimana kita menyikapinya.
    Salam,

  4. James  29 March, 2013 at 15:58

    SATOE, ChatRoom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.