Wayang Masuk Sekolah

Ratman Aspari

 

KEBUMEN – Bertempat di Sekolah Dasar (SD) Negeri Banjareja 03, Kec.Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah, Sabtu (23/03) diadakan Expo/Pameran yang dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk.

Acara Expo/Pameran dan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk ini sebagai upaya mensosialisasikan Wayang masuk sekolah. Acara ini merupakan kepedulian dari UPTD Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dikpora) Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah bekerjasama dengan Paguyuban Ngesti Budoyo, dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.

NGANJUK_PEMENTASAN WAYANG ANAK ANAK_3 003

Acara Expo/Pameran, diikuti oleh seluruh sekolah tingkat dasar baik nageri maupun swasta se Kecamatan Kuwarasan. Masing-masing sekolah berusaha menampilkan berbagai macam standnya dengan aneka produknya baik, produk hasil karya siswa-siswi maupun hasil kerajinan karya ibu-ibu PKK desa setempat. Sebagaimana layaknya sebuah Expo/pameran, stand-standnya memakai ruang kelas yang ada di Sekolah Dasar Negeri Banjareja 03.

Perlu diketahui, bahwa Kecamatan Kuwarasan terdiri dari 22 desa, dimana setiap desa minimal ada satu sekolah dasar negeri. Dengan kondisi wilayah rata-rata lahan pertanian, sehingga untuk menuju ke tempat Expo/Pameran, sekaligus menikmati pagelaran wayang kulit malam harinya, masing-masing sekolah mengirimkan perwakilan yang terdiri dari beberapa kelas (kelas 4,5 dan 6), untuk sekolah yang jauh dari lokasi, angkutan yang digunakan rata-rata truk kecil sejenis pick up, maka bisa dibayangkan suasana kampung yang biasanya sepi, mendadak menjadi riuh, rame dan macet.

2-wayang3

Sejak acara pembukaan pada siang hari, kecuali para siswa/siswi, serta para orang tua menikmati berbagai produk yang dipamerkan, juga di gelar berbagai acara tari-tarian tradisional, dan berbagai lomba lainya.

Menurut Kepala Dinas UPTD Pendidikan dan Olah Raga Kec.Kuwarasan, kegiatan Wayang Masuk Sekolah merupakan kepedulian para guru se Kecamatan Kuwarasan untuk memperkenalkan Wayang Kulit kepada anak didik terutama di tingkat sekolah dasar. Lebih lanjut Ketua UPTD mengatakan sebagaimana kita ketahui, bahwa Wayang Kulit sudah di akui kalangan internasional, dan badan Kebudayaan PBB, UNESCO. Sehingga budaya adhi luhung tersebut perlu diperkenalkan kepada anak didik sejak dini.

Salah seorang panitia meperkenalkan tokoh-tokoh wayang di hadapan anak-anak, mulai dari keluarga Pendawa dengan karakternya masing-masing, dilanjutkan dengan keluarga Astina, dan tindak ketinggalan para Punakawan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Anak-anak dengan seksama menyimak dan sebagian juga ada yang saling bercanda, maklum namanya juga anak-anak.

Secara runut menceritakan tokoh-tokoh wayang dan alur ceritanya secara sekilas, beberapa orang guru nampak pula mengenakan pakaian tradisional wayang orang lengkap, tampak mondar-mandir, menyalami beberapa anak-anak sekolah dasar yang tampak lugu.

Pada malam harinya digelar pertunjukan wayang semalam suntuk,dengan carita yang cukup menarik, apalagi Sang Dalang yang bernama Dalang Eko, yang kini namanya sedang melejit di wilayah Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. Cuaca yang cukup cerah ditambah terang bulan, pas malam minggu, diluar dugaan para penonton sangat memludak, tua muda,anak-anak ikut ambil bagian menikmati pertunjukan wayang tersebut.

2-wayang2

2-wayang4

Yang lebih menarik, dari pertujnjukan wayang tersebut para Sinden (penyanyi-red) yang berjumlah sepuluh orang adalah para guru yang sehari-hari mengajar disekolah dasar di Kecamatan Kuwarasan. Walaupun keberadaannya di sebuah desa di Kota Kecil, namun dalam era teknologi informasi seperti saat ini, tidak luput dari publikasi, tampak dua kamera menyorot setiap setiap event dalam kegiatan tersebut. Ratih TV,sebagai televisi lokal ikut mengabadikan acara tersebut sampai tuntas, bahkan ada informasi acara pagelaran wayang kulit tersebut akan di tayang ulang di Ratih TV.

Budaya dan kearifan lokal seperti Wayang Kulit ini memang sudah selayaknya di perkenalkan sejak dini kepada anak-anak kita, agar anak-anak kita ikut merasa memiliki budaya adhi luhung tersebut, semoga. (ratman aspari)

 

7 Comments to "Wayang Masuk Sekolah"

  1. Indri  2 May, 2013 at 15:26

    Event seperti ini, harus diagendakan secara tetap setiap tahunnya, untuk menanamkan rasa bangga dan percaya diri terhadap kultur dan budaya leluhur sendiri….semoga berkelanjutan dan sukses…..

  2. Dewi Aichi  2 April, 2013 at 02:53

    Keren bangettt acaranya mas Ratman…semoga seperti ini menular ke sekolah sekolah yang lain, sehingga anak-anak sejak dini sudah mencintai seni budaya bangsa sendiri.

  3. Dj. 813  2 April, 2013 at 00:01

    Matur Nuwun pak Ratman….
    Rupanya kita satu daerah, Dj. sama dengan dimas Josh Chen
    dari Semarang.

  4. ratman aspari  1 April, 2013 at 22:09

    Terima kasih,atas respon,apresiasi dan komentarnya, setuju PaK Han,salam sukses buat JC,benar Pak DJ,wayang masuk sekolah yg sy liput kebtulan di kampung sy sendiri (di Jawa Tengah-red),sy kira propinsi lain juga akan memperkenalkan seni budaya sesuai dg khasanah yg di miliki provinsi masing-2 Pak, Jawa Barat tentu akan memperkenalkan Angklung sejak dini kpd siswa-siswinya….Salam sejahtera buat rekan,sahabat Baltyra semua, sukses selalu…..

  5. Dj. 813  1 April, 2013 at 21:39

    Pak Ratman Aspari…
    Terimakasih untuk informasinya…
    Menurut Dj. satu hal yang bagus, memperkenalkan budaya bangsa.
    Hanya saja, kalau sudah menyangkut sekolah, kan ini hal nassional
    yang mana akan diterima oleh sekolah seluruh Indinesia.
    Apakah mereka yang di luar Jawa juga akan setuju begitu saja, atau setiap
    daerah dengan budayanya…???
    Seperti mereka yang di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi atau Irian Jaya, apakah
    mereka akan menerima, atau mengusukan budaya mereka yang akan mamsuk ke sekolah.
    Sebagai orang Jawa, jelas Dj. bangga kalau wayang masuk sekolah.
    Karena anak-anak memang perlu mengenak budaya sendiri.
    Terimakaksih dan salam,
    Terimakasih.

  6. J C  1 April, 2013 at 16:03

    Setuju dan idem ditto dengan komentar pak Handoko. Saya sedang mencari serial wayang (Purwa, Mahabarata, Baratayuda, dsb) yang lengkap, untuk dibaca anak-anak…

  7. Handoko Widagdo  1 April, 2013 at 15:35

    Nguri-uri budaya adiluhung. Sangat bagus mengenalkan wayang kepada anak-anak. Dengan demikian mereka tidak hanya mengenal superman, hello kitty, Micky mouse dan schoobidoo. Sehingga mereka tetap bisa bergumam: Ooooong… bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap; dan tidak hanya yabbedabedoooo….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.