Kamis Putih, Jum’at Agung dan Paskah yang Sedikit Lain

Indriati See

 

paskah-jerman (1)

SELAMAT PASKAH 2013

Kamis Putih tanpa basuh kaki

Hari kelima dari Pekan Suci kita sebut Kamis Putih. Hari Kamis Putih dalam bahasa Jerman dinamakan Gründonnerstag (Kamis Hijau), asal muasal nama Gründonnerstag dimulai pada abad ke 13 yang berasal dari bahasa Latin dies viridium (hari Hijau) yang mengacu pada Injil Lukas 23,31 tentang grünes Holz (kayu hijau).

Upacara ini mengingatkan kita akan perjamuan akhir dari Yesus Kristus bersama dengan para murid-muridNya. Juga pada hari Kamis Putih; zitat: “gereja secara khusus mengenangkan lima Misteri Iman kita. Misteri pertama adalah Yesus membasuh kaki para Rasul-Nya. Dengan tindakan-Nya ini Yesus hendak mengajarkan kepada kita untuk melayani sesama dengan rendah hati. Kedua, Yesus bersabda bahwa kita harus saling mengasihi seperti Ia telah mengasihi kita. Misteri ketiga, yang merupakan rahmat terbesar dari semua rahmat yang telah Yesus berikan kepada kita, ialah Perayaan Misa: menerima Tubuh, Darah, Jiwa serta Ke-Allahan Yesus dalam Komuni Kudus. Pada Perjamuan Malam Terakhir Yesus juga meletakkan dasar Sakramen Imamat, Ordo-ordo Kudus. Yesus memilih para rasul-Nya sebagai imam-imam dan uskup-uskup pertama, serta memberi mereka kuasa untuk mempersembahkan kurban Misa.

Pada hari Kamis Putih kita juga mengenangkan sengsara maut Yesus di Taman Getsemani, di mana Ia meneteskan butir-butir keringat darah dari Darah-Nya yang Sangat Berharga itu bagi kita sementara Ia berdoa.

paskah-jerman (2)

Setelah misa, meja Altar siap untuk disingkirkan

Pada Misa Kamis Putih imam mengkonsekrasikan cukup hosti agar dapat dibagikan juga pada umat saat Komuni Kudus keesokan harinya, karena pada hari Jumat Agung tidak dipersembahkan Misa. Setelah Misa berakhir, Sakramen Maha Kudus, yaitu Yesus Sendiri, diarak secara khidmat menuju tempat pentakhtaan-Nya, dimana akan diadakan Jam Suci (= malam berjaga, tuguran) di hadapan Sakramen Mahakudus”.

paskah-jerman (3)

Ruang meditasi

Misa Kamis Putih di gereja kami (St. Michael) dimulai pukul 20:00. Yang menarik bagi saya dari upacara misa tsb adalah berdentangnya lonceng gereja dan lonceng tangan yang dipegang oleh Putra/i Altar selama umat menyanyikan “Gloria” setelah itu pada saat persiapan persembahan, lonceng tangan tsb tidak dipergunakan dan diganti dengan instrumen kayu yang bisa dilihat di foto dibawah ini :

paskah-jerman (4)

Instrumen kayu pengganti lonceng tangan

Penggunaan instrumen kayu tersebut menandakan “saat hening”. Juga “pembasuhan kaki” sebagai simbolis tidak dilakukan dalam misa, jadi menurut saya yang terpenting dari misa Kamis Putih adalah; konsekrasi hosti dan pemindahkan Sakramen Maha Kudus.

Setelah misa, bagi mereka yang ingin tuguran di gereja dipersilahkan. Sambil menunggu kedua putri saya yang sedang berkumpul di Pastoran tuk membicarakan jalannya upacara misa pada hari Paskah, saya ikut tuguran. Suasana hening yang dirasakan, berusaha membebaskan pikiran dari kesibukan duniawi dan hanya mengkonsentrasikan pikiran tuk sengsara Yesus Kristus, sulit dilukiskan oleh kata-kata.

paskah-jerman (6)

Para putra/i Altar mencuci piring setelah meeting selesai

 

Jum’at Agung tanpa menyium salib

paskah-jerman (5)

Upacara hari Jum’at Agung (Karfreitag) di gereja St. Michael dimana saya aktif dimulai pada pukul 15:00 (jam kematian Yesus Kristus) dan sedikit berbeda dengan upacara gereja di Jakarta, dimana pada upacara tersebut umat tidak menyium Salib tetapi menerima Komuni. Penyiuman Salib hanya dilakukan oleh Pastor, putra/i Altar, dan petugas misa. Umat hanya maju ke depan tuk menghormati Salib sambil berlutut dan menyerahkan bunga yang disimpan di sisi kiri dan kanan Salib yang dipegang oleh dua orang misdinar (putra Altar). Selama upacara misa, karena meja altar sudah disingkirkan maka pemberkatan Hosti dilakukan didepan Tabernakel.

Dalam upacara misa tersebut seperti biasa dibacakan tentang kisah penyaliban Yesus Kristus oleh tiga orang umat (pria) serta seluruh anggota koor sebagai masyarakat yang menghakimi Yesus dalam kisah penyaliban tersebut.

paskah-jerman (7)

Pemberkatan api dan lilin Paskah 2013

 

Bagi saya pribadi yang sangat berkesan adalah misa Malam Paskah (Karsamstag), mengapa?

Sebelum misa dimulai, umat berkumpul di depan gereja, mengelilingi tungku api. Udara malam itu cukup dingin dan berangin. Tepat pukul 21:00, Pastor kami diikuti oleh 6 orang putra dan putri Altar berjalan kearah tungku api untuk memberkati api dan menyalakan lilin Paskah 2013, lalu api tersebut dibagi-bagikan kepada umat dengan berupa lilin. Kemudian Pastor berjalan memasuki gereja diikuti oleh seluruh umat, suasana di gereja hanya diterangi oleh cahaya lilin yang dipegang oleh masing-masing umat. Dalam upacara misa tersebut, diadakan pemberkatan air suci untuk keperluan Sakramen Permandian, juga memberkati lilin Paskah 2013 dengan mencelupkan bagian bawahnya ke dalam air.

Pada saat umat menyanyikan “Gloria”, semua lampu dinyalakan lalu lonceng gereja, lonceng tangan dibunyikan dan umatpun bernyanyi dengan iringan orgel.

Sebelum misa selesai, Pastor memberkati 3 keranjang yang berisi telur Paskah untuk dibagi-bagikan kepada umat. Telur Paskah disini melambangkan “kehidupan baru”.

paskah-jerman (8)

Lilin, telur Paskah, doa dari Paus Franziskus dan riwayat hidup beliau

 

Pada hari Minggu Paskah (Ostersonntag) tepat pukul 02:00 “waktu musim panas” untuk seluruh Eropa diberlakukan, dalam hal ini ditambah satu jam menjadi pukul 03:00.

Tepat pukul 08:30, kami anggota koor gereja berkumpul di Aula untuk latihan dan pukul 09:15 misa Paskah pun dimulai.

Upacara Paskah dimana umat kristiani memperingati hari Kebangkitan Yesus Kristus tersebut diadakan dengan meriah dengan menjaga kekhidmatan jalannya misa. Gereja pun penuh dengan anak-anak yang setelah misa mereka turut memeriahkan mencari telur Paskah di kebun belakang gereja. Puji Tuhan, matahari bersinar dengan cerahnya walaupun dengan suhu masih dingin.

Ada pesan yang bisa saya ambil dari perayaan Kebangkitan Yesus Kristus ini, yaitu keyakinan saya akan “adanya kehidupan abadi setelah kematian kita”.

Juga bagi saya yang satu-satunya orang Asia dari seluruh umat yang hadir dan juga dari seluruh anggota koor, merasa jauh dari orang tua dan sanak keluarga, benar-benar saya menemukan ikatan cinta kasih dari seluruh umat yang hadir di gereja dalam Perjamuan Kudus tersebut.

Pada hari Senin Paskah (Ostermontag) atau disebut juga hari Paskah Kedua, misa diadakan satu kali yaitu di pagi hari bagi mereka yang tidak sempat hadir pada misa di hari Minggu Paskah.

Liburan Paskah bagi sekolah-sekolah berlangsung selama 3 (tiga) minggu dan dimulai tidak serentak karena untuk menghindari penuhnya arus mudik dan liburan bagi sektor transport publik dan jalan bebas hambatan.

Sekian sekelumit tentang Paskah dari masyarakat Jerman di lingkungan tempat tinggal saya dan turut mengucapkan SELAMAT PASKAH 2013 kepada teman-teman Baltyra yang merayakannya.

paskah-jerman (9)

Image: Dok. pribadi

 

15 Comments to "Kamis Putih, Jum’at Agung dan Paskah yang Sedikit Lain"

  1. Indriati See  5 April, 2013 at 19:55

    @Saras
    Salam kenal sist Saras, salam bahagia dan met berakhir pekan ya  Kelinci Paskah tsb sudah tua (14 thn) setahun sekali tugas bawa telur Paskah. Sewaktu anak2 saya masih kecil, telur Paskahnya warnain sendiri, dan sekarang anak2 sudah tidak ingin lagi ngewarnai telur, terpaksa deh beli yang sudah jadi (matang dan berwarna) …
    @Nia
    Met Paskah dan salam bahagia sist Nia … Hm … di Jerman, gereja sering tidak penuh seperti di Tanah Air, selain jumlahnya lebih banyak juga generari mudahnya lebih suka merayakan Paskah di tempat2 liburan …
    @Mas Anoew
    Met Paskah juga Mas Anoew  … saya jadi teringat pada alm. Ayah saya (asal Flores), ketika beliau menginap di rumah saya, yang paling berkesan adalah lonceng gereja yang berdentang setiap jam, beliau bilang seperti di Djopu ketika masa sekolah dulu  Salam bahagia dan met berakhir pekan
    @Mas Djoko
    Sama2 Mas Djoko Selamat Paskah juga tuk Mas sekeluarga di Mainz … Hm … menjelaskan jalannya upacara dari masing2 keyakinan semata tuk membentuk rasa “toleransi & respek” bagi mereka yang belum mengenalnya Salam bahagia dan selamat berakhir pekan
    @Mbak Lani, Mas Handoko, Sist Silvia, JC, Anung FP, Sist Linda Cheang
    Met Paskah dan selamat berakhir pekan dalam cinta dan kasihNya
    @Mbak Mawar, Sist Dewi, Sist Hennie, Nur Mberok
    Sama2, bahagia kalau bisa saling berbagi … Met berakhir pekan dan salam bahagia selalu dalam kasihNya

  2. Nur Mberok  4 April, 2013 at 12:32

    selamat paskah mb In…. n tx buat ceritanya….

  3. Anung FP  3 April, 2013 at 11:43

    Selamat Paskah…..

  4. Hennie Triana Oberst  3 April, 2013 at 03:17

    Indri, Selamat Paskah.

  5. Linda Cheang  2 April, 2013 at 22:23

    Selamat menikmati keceriaan Paskah.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.