Paskah bersama Keluarga Paisan di Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO . . . HALLO . . . HALLO . . .

Pertama Dj. mohon maaf, kok hari minggu sudah nongol, sekarang nongol lagi….Nah ya, agar hari Selasa ini tidak kosong dengan oret-oretan Dj., maka perkenankan Dj. untuk pamer lagi. Okay, ini sudah menjadi kebiasaan kami, kalau tidak hari Sabtu, ya Minggu kumpul bersama keluarga, untuk sarapan bersama.

Apalagi hari Minggu yang telah lalu, adalah hari kebangkitan TUHAN YESUS KRISTUS (PASKAH). Olehnya anak-anak kami sepakat, ingin bikin Brunch, jadi seharian makan, makan dan makan. (maksudnya, kami tidak ke mana-mana, hanya di rumah saja, karena udara di luar masih dingin, bahkan masih turun salju.

Juga si Dewi yang sebagai guru agama, dia usul, bahwa dia akan bawakan renungan Paskah. Nah ya, jadilah hari Minggu pagi Dewi sudah datang pagi sekali, untuk menyiapkan meja untuk perjamuan kasih.

paskahmainz2013-01

Sebenarnya ya seperti biasa, karena kami selalu kumpul, hanya ini hari adalah hari kebangkitan TUHAN dari antara orang mati. Maka sudah selayaknya, kami peringati dengan suasana yang gembira. Paskah di Jerman, atau “mungkin” di Eropa pada umumnya, selalu di tandai dengan figur binatang kelinci, kemudian telur.

Yang mana, mungkin kelinci melambangkan kesuburan dan telur, adalah kehidupan yang baru. Iman Kristiani, percaya bahwa TUHAN telah mengalahkan maut dan bangkit dan semua orang yang percaya kepadanya, juga akan bangkit, walau sudah mati. Paskah di Eropa, selalu diawal musim semi, dimana tanaman sudah mulai memunculkan beberapa macam bungan, terutama Osterglocke atau Narcisse

paskahmainz2013-02

Junior (Dewo) datang bersama keluarganya, jelas tidak ketinggalan Sarah juga ada di tengah-tengah kami. Tapi, semakin riuh kami bercakap, maka Sarah semakin nyenyak tidurnya….

paskahmainz2013-03

paskahmainz2013-04

Sebelum mulai sarapan, kami mulai lebih dulu dengan lagu-lagu pujian, walau hanya dengan iringan gitar saja.

paskahmainz2013-05

Kemudian Susi memulai bercerita tentang apa arti Paskah, agar David juga mengerti dan tidak hanya sekedar perayaan mencari telur saja. Jadi dari Kamis putih, orang Jerman sebut (Gründonnerstag), sampai penangkapan TUHAN YESUS, hinggal Dia diadili dan disalibkan, mati dan dikuburkan.

paskahmainz2013-06

Kemudian Dewi meneruskan dengan pembacaan Alkitab, pada hari ketiga kebangkitan TUHAN YESUS dari kubur. Setelah renungan selesai, maka kamipun bersama mengucapkan doa syukur, juga doa makan, pujian dan baru Prost….!!!

paskahmainz2013-07

Sarapan kami sederhana saja, seperti biasa, setiap kali kami berkumpul. Hanya si Dewi, dari rumahnya dia bawa bergedel dan keju dari susu kambing…. hhhmmmm…. benar-benar uenak…!!!

paskahmainz2013-08

Salmon, Strawberry dan juga Salami , yang dipiring kanan, bagian kiri, salami dengan cabe / peperoni (pedes)

paskahmainz2013-09

paskahmainz2013-10

Paling bawah kiri, adalah keju dari susu kambing, dibubuhi dengan minyak jaitun, bawang putih dan cabe. Jadi rasa bawang putihnya sangat terasa, juga sedikit pedes.

paskahmainz2013-11

David makan dengan lahap, karena dia tau, setelah makan dia akan mendapat hadiah Paskah.

paskahmainz2013-12

Di bawah ini, porsi Dj., tidak banyak, hanya roti dengan Bacon dan telur mata sapi.

paskahmainz2013-13

David dengan hadiah pertama, dari Oom dan tantenya, sudah sangat gembira. Sekalian pamer bonsai Hibiskuus yang selalu berbunga.

paskahmainz2013-14

Kemudian dari omanya dia mendapatkan apa yang sudah lama dia inginkan, yaitu mainan dari “LEGO”. Walau sebenarnya untuk anak-anak umur 9 – 14 tahun, tapi dia bilang, dia pasti bisa.

paskahmainz2013-15

Setelah sedikit tenang, malah Sarah bangun dengan teriakan… pertama ngiiik… ngiiik… lalu… ngoooeeeek….!!!! Yang aneh, Sarah teriak (nangis) kami semua tertawa… Oma Susi dengan penuh kasih sayang menggendongnya.

paskahmainz2013-16

Sore hari, kami juga masih ada acara makan kueh, dimana Susi telah bikin kueh “Maulwurf “, entah apa dalam bahasa Indonesianya. Jujur Dj. tidak tau, yang Dj. tau ada isinya, yaitu pisang. Mungkin Hennie bisa bantu menjelaskan….

paskahmainz2013-17

Yang ini, Dj. yakin yu Lani tidak mau, jadi Dj. kasikan mas Juwandi saja, biar mas Juwandi agak gemukan…

paskahmainz2013-18

Sejak David menerima hadiah “Lego”, dia hanya sibuk ingin menyelesaikan bentuk seperti di gambar depan karton. Dj. sampai heran, karena dia begitu sabar, satu persatu dia perhatikan dengan seksama dan dia hubungkan satu dengan yang lain. Padahal ini “LEGO” untuk mainan anak umur 9 – 14 tahun, sedang dia baru berumur 7 tahun.

paskahmainz2013-19

paskahmainz2013-20

Saat Dj. mengecilkan photo-photo dan menulis oret-oretan ini, David tetap di tempatnya, kadang omanya yang mengingatkan, kalau dia harus ke Toillette…. Dia semakin asyik dengan mainan dan lupa kalau harus ke Toillette.

Untuk makan malam, Susi panggang seekor ikan salmon yang dibelah dua dan dia juga bikin salat. Sedang Daniel juga goreng kentang.

paskahmainz2013-21

paskahmainz2013-22

paskahmainz2013-23

Okay…Dj. rasa banyak sudah yang Dj. pamerkan. Mohon maaf bila banyak kata-kata atau photo-photo yang tidak berkenan.

Maaf Dj. baru saja dikagetkan dengan David yang telah menyelesaikan mainan Lego’nya. Dj. sampai tercengang. karena ketekunannya, telah menyelesaikan sejak selesai sarapan hingga selesai makan malam. Dia hanya istirahat makan siang, Tea Time dan makan malam atau kalau dia harus ke Toillette. Salut….!!! Walau lama, tapi selesai, hanya kadamh dia perlu bantuan Oom nya berupa nasehat saja dan semua dia kerjakan sendiri.

paskahmainz2013-24

paskahmainz2013-25

paskahmainz2013-26

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan anda semuanya yang selalu memberikan perhatiannya untuk oret-oretan Dj. Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menyertai kita selamanya. Sekali lagi, TERIMAKASIH . . . ! ! !

Dan sebagai penutup ijinkan Dj. untuk memamerkan photo Sarah yang mungil.

Salam Sejahtera dari Mainz,

Dj. 813

paskahmainz2013-27

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

63 Comments to "Paskah bersama Keluarga Paisan di Mainz"

  1. Matahari  12 May, 2013 at 18:05

    Vatertag, Geburtstag dan Muttertag…. Hahahahahahaha

    Sekali mendayung…2 -3 pulau terlampaui….Alles auf einmal ??? warum nicht…!!!

  2. Dj. 813  12 May, 2013 at 17:07

    Ibu Matahari…
    Selamat Siang dari Mainz….
    Da braucht man sich nicht schuldig zu fühlen…
    Dj. malah merasa dibutuhkan ( dihargai ), kasihan dari dulu tidak pernah ada yang minta… hahahahaha…!!!
    Jadi ada alasan untuk menulis oret-oretan, karena ada yang menginginkan oret-oretan Dj.
    Jujur Dj. malah sudah nulis semalam, tapi hanya sebahagian saja.
    Bukan Fatherday yang sudah Dj. siapkan, tapi thema yang lainnya.
    Nah karena ibu Matahari, tulis soal Vatertag, maka bagaimana kala Dj. gabung sekalian.
    Vatertag, Geburtstag dan Muttertag…. hahahahahahaha….!!!
    Sekali tangkap 3 ikan Hiu… kan lain dari biasanya, hari ini Muttertag, jadi baru saja pulang dari gereja.
    Anak-anak pesan pizza dan sebentar lagi harus ambil, karena mereka tidak mau antar, cukup jauh.
    Okay ibu Matahari, pizza dengan Vatertag, Geburtstag dan Muttertag, ada lagi permintaan yang lain…???
    Mungkin pakai peperoniwurst…??? Hahahahahaha….!!!

    Maaf, ini mau jualan pizza atau mau bikin oret-oretan…???
    Tapi Dj. merasa senang dan merasa disanjung, ada yang mau oret-oretan pizza dari Dj.

    Okay,maaf ya, sudah harus berangkat ambil pizzanya, nanti disembung lagi.
    Salam manis dari Mainz.

  3. Matahari  12 May, 2013 at 15:29

    Ibu Matahari…
    Selamat Malam dari Mainz…
    Terimakasih ya…
    Jadi untuk hari Selasa akan datang, Dj. harus bikin oret-oretan tentang UlTahnya Susi kah…???
    Mudah-mudahan masih sempat, akan Dj. coba.
    Karena sebenarnya sudah Dj. siapkan yang lain, tapi karena permintaan ibu Matahari, bolehlah Dj.
    akan coba. Jarang-jarang ada permintaan, mengapa tidak Dj. penuhi kan….???

    Pak Djoko…bukan harus Pak..saya tadi malam hanya menebak saja…ternyata tebakan saya lagi lagi salah…jadi itu hanya sekedar tebakan bukan komando heheeh…apa saja yang ditulis di Baltyra saya suka….jadi terserah Bapak….karena tulisan itu milik Bapak…Saya baru baca jawaban Bapak dan saya berfikir mungkin pak Djoko sebenarnya Selasa besok mau menulis tentang Father’s day….yang jatuh di Mainz hari Kamis…dan karena saya menebak tulisan Selasa tentang ultah Susi…Bapak jadi batalin topic pertama…Ich fúhle mich so schuldig …gara gara saya Bapak ganti topic yang tentu sudah dipersiapkan lama sebelumnya…Jadi apapun tulisan yang muncul Selasa besok…tentu karena Bapak tau semua orang di Baltyra akan suka membacanya dan menikmati foto foto yang selalu begitu bagus mutunya aber ……..
    Ich fuhlte mich trotzdem noch schuldig

  4. Dj. 813  12 May, 2013 at 03:38

    Ibu Matahari…
    Selamat Malam dari Mainz…
    Terimakasih ya…
    Jadi untuk hari Selasa akan datang, Dj. harus bikin oret-oretan tentang UlTahnya Susi kah…???
    Mudah-mudahan masih sempat, akan Dj. coba.
    Karena sebenarnya sudah Dj. siapkan yang lain, tapi karena permintaan ibu Matahari, bolehlah Dj.
    akan coba. Jarang-jarang ada permintaan, mengapa tidak Dj. penuhi kan….???

    Kalau soal alat-alat dapur, dulu Dj. termasuk yang gila.
    Karena Dj. senang kerja didapur, jadi Dj.pikir beli sekali yang bagus, bisa di.
    Dulu sering diskusi dengan Susi, karena seperti pisau Dj. beli yang mahal, ada pisau yang saat itu Dj.
    beli sampai DM ( Deutsche Mark ) -+ 300,-
    Atau piring seharga DM 40,- / satu, jaga yang lainnya.
    Dan bahkan itu pisau, sampai sekarang masih ada, alau 30 tahun lebih.
    Tapi banyak sekali pisau yang setelah itu kami beli, tapi sudah banyak yang punah.
    Waaaah, kalau dicerita disini, mungkin tidak cukup tempatnya… hahahahahaha…!!!
    Tapi memang Dj. senang dengan barang yang rapi dan selal marah kalau apa saja berantakan.
    tapi sekarang sudah males ngomel…. hahahahahaha….!!!

    Selamat istirahat dan mimpi yang indah ya, salam manis dari Mainz.

  5. Matahari  12 May, 2013 at 03:08

    Pak Djoko..pertama selamat ulang tahun buat istri pak Djoko…semoga tetap sehat …Mungkin topic tulisan pak Djoko untuk Selasa depan tentang ulang tahun istri…Saya pasti akan suka bacanya.
    Kalau mengenai warna dan cara menata ..saya memang sejak awal sudah membeli yang sepadan serta warna warna neutral…seperti warna vanila dan broken white…karena gampang di komibinasikan dengan warna apa saja apalagi dengan tanaman yang ada didalam rumah banyak warna hijau dari daun…juga sepadan dengan warna dapur..warna gordijn yang serba warna warna lembut….kadang kadang saya beli yang warna beda…asal masih enak dipandang mata..Piring saya juga tidak banyak…yang warna sama mungkin masing masing hanya 8 biji…karena sangat jarang di Eropa undang tamu sampai puluhan orang untuk makan…kecuali kenalan kenalan sesama Indonesia tapi kalau kenalan kenalan asal Indonesia..pada gak suka duduk formil…di meja makan…ada yang duduk di dapur..ada yang makan sambil nonton tv ada yang makan di teras…suasana lebih santai dibanding kalau menerima tamu bule asli.Kalau yang datang semua bule..saya siasati piring dengan menatanya selang seling warna…disamping yang warna vanila saya letakkan piring lila muda…lantas vanila lagi lantas lila dstnya padahal karena tidak cukup jumlah yang 1 warna heheheh
    Di Eropa banyak piring piring bagus dan tidak selalu mahal…malah sering yang harga 4 sampai 8 euro /buah sudah lumayan bagus…tapi piring serta gelas yang sangat mahal juga banyak…saya sering lihat di toko tapi tidak beli….heheheh
    Foto diatas..kelihatan semua ditata sesuai warna…gak ada yang warna yang kontras berlawanan…sehingga melihatnya juga enak.

  6. Dj. 813  12 May, 2013 at 01:56

    Ibu Matahari….
    Santai saja, jangan buru-buru, hati-hati kalau jalan, jangan sampai tersandung uang dijalan.
    Hahahahahahaha…!!!
    Salam manis dari Mainz.

  7. Matahari  12 May, 2013 at 00:57

    pak Djoko…nanti saya jawab ya…mau buru buru ke supermarket….1 jam lagi tutup….

  8. Dj. 813  12 May, 2013 at 00:14

    Ibu Matahari, terimakasih atas perhatiannya….
    Sejujurnya, kami tidak pernah terlalu perhatian, sedikit mungkin.
    Karena kami tidakmemiliki semua warna piiring atau banyak warna taplak meja yang berbeda.
    Duluuuuu…saat muda, bisa jadi demikian.saat masih muda,masih sering banyak teman-teman yang datang.Sekarang hanya anak-anak dan cucu yang datang dan selama ada anak kecil, sulit untuk dibikin rapi.
    JJadi ya, seadanya saja, yang jelas ada piring untuk makan dan ada gelas untuk minum.
    Pernah kami hadiahkan ke satu perkumpulan,dimana mereka membutuhkan piring dan gelas dan cangkir.
    Karena hanya memenuhi lemari saja… hahahahahaha….!!!
    Hal ini, pernah diceritakan oleh teman yang lebih senior dari kami dan saat itu kami malah mentertawakan.
    Sekarang kami menirunya, untuk apa banyak barang-barang, lebih baik dikasikan anak-anak.
    Tapi saat anak-anak tidak mau lagi, karena mereka juga merasa cukup, maka kami berikan ke satuorganesasi, yang akan menyalurkan ke orang-orang yang membutuhkannya.
    Semalam, kami merayakan UlTah Susi di satu Restaurant yang cukup mewah, tapi bisa dibilang sederhanya juga. Karena ruangannya sangat sederhanya, tapi cara menata meja sangat okay dan hidangan yang disajikan sangat luxus, dari makanan pembukaan, makanan pokok dan makanan penutup. Semuanya ( kalau tidak salah ingat ) ada 6-7 gang. Cucu kami yang maunya main i-Pat, dia sudah mengeluh, saya pikir sudah selesai.
    Hahahahahahahaha….!!!

    Nah ya, kalau orang molai berumur, juga tidak bisa lagi makan banyak, yang bisa hanya menikmatinya saja.

    Okay….
    Mohon mmaaf bila apa yang Dj. tulis sedikit banyak simpang siur dengan cerita ibu Matahari.
    Salam manis dari Mainz.

  9. Matahari  11 May, 2013 at 23:16

    Pak Djoko…saya jadi ikut baca ulang tulisan diatas…Yang saya perhatikan adalah tata meja dan makanan… …Di Eropa untuk menyajikan sarapan…..lunch…brunch…gourmet …dll apalagi disaat khusus seperti ulang tahun…Paskah…Natal…akan ditata seindah mungkin walau yang datang tidak ada orang luar …meja senada dengan warna taplak dan piring…juga servet tissue sepadan warna dengan piring gelas dll…Saya selalu melakukan ini juga…kalau saya mau beli servet tissue..saya ingat2 dulu dirumah ada taplak meja warna apa saja…dan piring warna apa saja…saya percaya makanan mau diletakkan dipiring kaleng atau dipiring mahal seharga 57 euro/buah..rasanya sama…tapi….yang pertama melihat adalah mata..maka tatanan didepan mata juga sangat penting….sesudah mata takjub melihat barulah lidah untuk merasa…dan membuat apa yang dilihat dan dimakan menjadi sesuatu yang berkesan…Di banyak hotel bintang 4 dan 5 di Indonesia ..( terutama di Bali ) sudah sangat bagus mengenai ini dan saya sering takjub…biasanya sebelum makan…saya perhatikan semua detail makanan…nasi goreng yang dialasi sehelai daun pisang daun berbentuk oval…pasti pakai pisau khusus untuk memotong daun itu…belum lagi cabe hias yang berbentuk burung…kadang bentuk bunga..(ini perlu latihan yang luar biasa)..saya sampai tidak tega menyentuhnya…saya sisihkan dipinggir piring…..irisan kentang yang dibuat bergaris…juga napkin dimeja yang begitu bagus ditata…ternyata semua ini memang menambah selera makan…kita sampai tidak melihat lagi bahwa dengan harga yang sangat mahal seporsi…kita hanya mendapat secuil makanan…karena makanan itu lebih banyak hiasan daripada makanannya..Saya sering perhatikan tamu disebelah saya yang juga pesan makanan di hotel yang sama…begitu makanan datang…sambil terus ngobrol..ber BB ..dll menyendokkan makanan tanpa meperhatikan keindahan didepan matanya… mata hanya ke layar BB…ehheheh

  10. Dj. 813  11 May, 2013 at 16:57

    ignatius fajar Says:
    May 11th, 2013 at 16:38

    Terima kasih sudah bisa ikut membaca kegiatan yg sangat positif dari keluarga Pak Dj dan Ibu Susi, Salam hangat dan salam kenal dari kami di Bintaro, Jakarta. Semoga suatu hari bisa kesampaian berkunjung ke Meinz.
    —————————————————–

    Bung Ignatius Fajar,
    Terimakasih sudah mampir.
    Puji TUHAN…!!!
    Silahkan mampir dan jangan sungkan-sungkan.
    Pintu kandang kami selalu terbuka ebar bagi yang mau mampir.
    Salam Sejahtera dari Mainz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.