Mengharu Biru

Roesmi S. Rus

 

galau

Bukan ku tak membacamu.
Telah kusimak, kucermati, berulang-ulang.
Di luangku maupun di penuhku.
Tapi yang kutemu,
hanya aksara-aksara bisu.

Bukan pula ku tak coba pahami isi kitabmu.
Baris per baris kueja satu per satu.
Kubuka lebar-lebar mataku.
Dari waktu ke waktu, yang kutemu tetap saja sama.
Sama!

Gamang aku!
Kamusku terlalu tipis,
untuk menerjemahkan rasamu.

Lalu kucoba menu baru.
Engkau tak mau.
Kau muntahkan kunyahanmu.
Kau sembur, berhambur, ke segala penjuru.
Dan kau kata, ”Masakku terlalu terburu-buru!
Di mulut pahit selalu!”

”Ah…..!”
Lidahku kelu!
Membisu!
Membiru!

 

5 Comments to "Mengharu Biru"

  1. anoew  10 April, 2013 at 21:15

    aaaah, lidah kelu mana enak buat merasakan makanan, apalagi merasakan yang lain.

  2. J C  8 April, 2013 at 20:02

    Hhhmmm…

  3. Dj. 813  6 April, 2013 at 16:56

    Yuuuuuuuuuu…….
    Selamat berakhir pekan …!!!!
    Salam Sejahtera dari Mainz, untuk semuanya….

  4. Dewi Aichi  6 April, 2013 at 09:47

    Waduhh…mengharu biru karena apa ya bu Roesmi…saya harus minta penjelasan ini he he he….

  5. Alvina VB  6 April, 2013 at 09:38

    Kl dah muncul puisi kaya gini, namanya malam mingguan…..Happy weekend semuanya….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.