Hidup dan Seluk Beluknya

Awettua

 

Setiap hari aku mendengar seseorang menganjurkan dan menggunakan kata enjoy. Sepengetauanku kata ini mewakili arti di dalam bahasa kita: 1. Menikmati misalnya suasana pesta , 2. Mendapatkan atau memperoleh misalnya pengakuan atau  penghargaan dan 3. Memiliki misalnya kondisi kebugaran tubuh.

Aku sering mendengar yang tidak sepatutnya menggunakan kata tersebut. Aku alami pada waktu terlibat percakapan dengan seseorang mengenai perkelahian tawuran yang terjadi di mana-mana, saya menyatakan bahwa di jaman saya masih muda pernah terjadi antara dua kelompok pemuda, tetapi tidak antar kampung dan antar desa, atau antar para mahasiswa antar fakultas. Aku bilang bahwa tak akan ikut untuk bicara atau memerhatinya, karena rasanya tak akan ada gunanya bagiku.

Lawan bicaraku yang seorang pemuda menjawab: “Iyalah Oom, enjoy aja!!” Wah mataku yang tersembunyi di belakang kacamata hitam, terbeliak dan dia tidak melihatnya. Pertanyaan yang timbul mengartikan jawaban  itu adalah: Aku disuruh menikmati tawuran? Atau Aku disuruh tidak perduli dengan tawuran dan menikmati hidupku yang sudah tua, tidak perlu memikirkan yang repot-repot. Yang terakhir inilah yang mungkin sekali dimaksudkan oleh si orang muda itu. Semoga benar.

Tiba-tiba saja aku terbawa kepada pemikiran sendiri. Untuk bisa menikmati kehidupan yang tidak ikut memerhati kondisi dan situasi yang menyedihkan di sekeliling kita dengan cara itu, bagaimanakah caranya? Eh, ternyata bukan masalah mudah untuk bisa enjoy seperti dimaksud.
Jaman sekarang untuk menjalani kehidupan kita perlu menggembleng diri kita selama puluhan tahun untuk bisa mencapai hal tersebut dengan cara-cara antara lain seperti berangsur-angsur menjadi bertambah lebih dewasa yang bisa dicapai dengan sendirinya dan dengan cara belajar antara lain meditasi atau melakukan koreksi-koreksi terhadap diri sendiri, berlatih selalu menjadi orang baik serta melakukan perbuatan-perbuatan dengan pekerti yang terpuji.

Wah aku terkejut sendiri melihat apa yang aku tulis ini! Itu adalah serangkaian kehidupan yang panjang dan mumpuni, dilakukan dengan hati-hati sekali.

Cobalah kita perhatikan lawan arti dari kata kesalahan itu apa? Kebenaran? Belum tentu. Lawan arti kata yang benar mungkin sekali adalah jera atau kapok dan bertekad membetulkan kesalahan. Bila kita merasa diri kita bodoh untuk sesuatu hal, lawan arti kata bodoh di sini belum tentu pintar tetapi adalah kita perlu berupaya menjadi pintar dengan cara belajar tekun. Bagaimana dengan kata malas? Lawan arti katanya adalah berbuat sesuatu dan tidak melakukan pembiaran.

Tulisan singkat semoga bermanfaat.
AWETTUA

 

6 Comments to "Hidup dan Seluk Beluknya"

  1. anoew  9 April, 2013 at 23:18

    untung saya enjoy menikmati hidup, apalagi tentang seluk beluk meliuk liuknya, sangat enjoy….

  2. Dewi Aichi  8 April, 2013 at 23:52

    Hi hi…senyum dulu baca komen no 2.

    Saya tak penah melewatkan tulisan Pak Anwari, seperti kata Jc, di sini banyak ilmu yang bisa saya jadikan bekal hidup..

  3. Hennie Triana Oberst  8 April, 2013 at 22:32

    Terima kasih tulisannya, pak Anwari.

  4. J C  8 April, 2013 at 20:23

    Satu lagi yang sangat bermanfaat untuk saya sebagai bekal hidup. Hal-hal keseharian yang sering luput dari perhatian kita untuk diperhatikan… matur nuwun, pak Anwari…

  5. Handoko Widagdo  8 April, 2013 at 19:12

    Singkat dan benar-benar bermanfaat bagi saya yang belum tua.

  6. James  8 April, 2013 at 13:04

    SATOE, Seluk Beluknya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.