Pertemuan 2012 – 2013 (5)

Dewi Aichi – Brazil

 

Pertemuan Kelima (Plaza Cibubur)

 

Sebelumnya saya sudah janji untuk kembali ke Jakarta sekitar tanggal 21-24 Desember 2012. Saya menghubungi Ratna Elnino. Tadinya ingin sekali mengunjungi Pondol , karena memang belum puas bertemu dengan bu Liliani, dan rasanya belum sah jika belum ke Pondol. Namun apa boleh buat, rencana itu tidak terwujud. Sebagai gantinya, saya, Ratna Elnino, Lida, janjian untuk bertemu di Plaza Cibubur, alasannya dekat dengan bu Ida Cholisa dan Emilia Reiliasanti.

Emilia memberi kabar ke Ratna Elnino bahwa tidak jadi bertemu, tidak bisa karena ada tamu saudara-saudaranya. Saya memaklumi, walau dalam hati saya kangen sekali sama teman yang satu ini. Saya mencoba menghubungi pak Iwan, bisa ngga meluncur ke tkp, alias ke Cibubur Plaza, untuk bertemu kami kembali. Pak Iwan berusaha atau mengusahakan untuk bisa bertemu, tapi tidak janji. Bu Ida Cholisa hadir dengan suami dan kedua buah hatinya. Begitu juga Ratna Elnino, suami dan kedua buah hatinya juga diajak. Wah..iya Emil juga didampingi suami yang juga teman akrab saya, dan kedua buah hatinya. Rameeeee dan sangat meriah. Sayang sekali, justru saya yang tidak membawa anak, karena anak saya tidak mau diajak ke Jakarta.

Ternyata pak Iwan bisa hadir, wah tambah senang dengan kehadiran pak Iwan. Akhirnya di sini bisa saling mengenal antara Emilia, bu Ida Cholisa dan juga pak Iwan. Sungguh saya bahagia bisa bertemu, saling bertemu, saling mengenalkan. Semua itu berkat keberadaan baltyra, rumah kita bersama. Lida dan juga Ratna Elnino beserta suami Ratna memang sudah seperti keluarga, apalagi Lida dan suami Ratna, ngobrol akrab kadang saling ledek ledekan, menyenangkan sekali.

cibubur01

cibubur02

Di Plaza ini saya secara fisik pamit, sama semuanya yang hadir. Saya ngga bisa nahan perasaan haru, terharu dan merasa tersanjung karena kesediaan teman-teman meluangkan waktu untuk bertemu. Bagi saya itu sesuatu yang sangat berharga, tidak tergantikan oleh apapun. Serasa saya ingin memeluk erat kepada kalian semua, berat rasanya mengucapkan perpisahan. Hujan yang sangat deras saat itu juga mengiringi perjumpaan terakhir, saya, pak Iwan dan Emilia.

Saya bersama Emilia menuju rumahnya. Sepanjang jalan hujan deras sekali. Ternyata oh ternyata, wilayah Cimanggis banjir. Hingga lokasi perumahan di mana Emilia tinggal, banjir sampai sedengkul. Mobil diparkir agak jauh dari rumah. Saya, Emilia, suami Emilia dan anak-anak berjalan seperti menyebeberang kali, air sampai di atas lutut. Melihat juga beberapa rumah yang lokasinya agak di bawah, hampir setengah tinggi rumah airnya. Emilia dan suaminya yang mungkin tidak tega, menawarkan agar mereka tidur di rumahnya sampai airnya turun. Sungguh rasa solidaritas yang tinggi. Ratna Elnino beberapa kali menilpon saya, juga menawarkan apakah saya perlu dijemput. Saya katakan tidak usah merepotkan, lagian keadaan tidak memungkinkan untuk masuk, banjir semakin parah. Kunjungan saya ke rumah Emilia juga terselip rasa haru. Saya bahagia mengenal pasangan muda, Emilia dan suaminya ini. Mapan, dan pekerja yang ulet.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

35 Comments to "Pertemuan 2012 – 2013 (5)"

  1. Dewi Aichi  15 April, 2013 at 09:46

    pak Handoko…untung saya ngga pakai rok ha ha..bisa gawat..

  2. Handoko Widagdo  15 April, 2013 at 07:15

    Kalau yang hanya terlihat kepalanya di foto nomor 2 itu namanya Anoew ya?

  3. juwaandi ahmad  14 April, 2013 at 01:20

    ha ha ha remaja 40-an

  4. elnino  13 April, 2013 at 08:51

    Om Dj, maksud saya yg di foto artikel ini. Jangan2 gak ngenalin, hehe…

    Mawar apa kabar? Iya, si Cempluk makin besar. Tambah mirip ya sama cucu adikmu, namanya siapa, lupa aku…

  5. Lani  13 April, 2013 at 05:00

    DA : yg jelas mengko nek kita ketemuan, pertama aku njaluk dipijet……..kedua kerokan…….mantepppppppp

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *