[Xixi Diary Sang Superstar] Kejutan dari Sang Tamu

Masopu

 

Dua hari sudah Xixi menemani pak Daniel meetimg bersama calon sutradara yang akan menangani film laga terbarunya. Dalam dua hari tersebut, Pak Daniel sudah sepakat dengan Bruce Alain Wheldon untuk memulai produksi film tersebut pertengahan tahun depan. Dan dalam rentang waktu sisa, mereka berdua akan mengadakan audisi untuk pemeran utama wanita. Dalam pembicaraan mereka berdua, beberapa kali pak Daniel menyebut nama Xixi sebagai salah satu bintang yang direkomendasikannya. Awalnya Bruce menolak usulan tersebut, namun setelah melihat wajah dan bahasa tubuh Xixi, Bruce setuju untuk mencobanya. Namun dia meminta agar hal itu dibicarakan dulu antara pak Daniel dan Xixi sendiri.

Selama dua hari di Bali, di sela-sela acara meeting Xixi dan Pak Daniel berjalan-jalan menikmati suasana dan pemandangan indah pulau Bali. Meski telah beberapa kali datang ke Bali, pak Daniel mengaku menyukai suasana Bali yang tidak sesemrawut Jakarta. Meski kemacetan mulai menyapa beberapa bagian pulau ini, tetapi tidaklah separah di Jakarta. Bising suara mesin dan klakson juga tidaklah separah Jakarta. Bisa dikatakan Bali lebih tertib dan berbudaya dalam berlalu lintas.

Pagi itu, ketika terbangun dari tidurnya, Xixi mendapati pak Daniel masih tertidur. Saat matanya melihat jarum jam sudah menunjuk angka sembilan, Xixi segera melompat bangun dari tempat tidurnya. Dengan berbalut selimut yang semalam menutupi tubuh polosnya, Xixi menuju ke kamar mandi. Sesampainya di sana segera dia mandi dan membasahi rambutnya. Rambut yang semalam dimain-mainkan oleh pak Daniel tersebut serasa agak lepek dan bau.

Tiga puluh menit telah berlalu, Xixi yang telah selesai mandi keluar dari kamar mandi. Berbalut handuk putih lebar, Xixi melangkah menuju meja rias. Tangannya yang berjari lentik tersebut segera menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang baru dikramasi. Sambil terus menghadap ke kaca besar yang ada di depannya, tangannya terus menggerakkan hair dryer di tangannya. Sesekali matanya menangkap bayangan tubuh pak Daniel yang terpantul dari kaca tersebut.

Setelah rambutnya mengering, Xixi segera memakai t-shirt pink favoritnya. T-shirt dengan belahan dada rendah tersebut menempel pas di tubuhnya. Warna t-shirtnya tersebut dipadukan dengan jeans biru ketat yang menempel di kakinya yang jenjang. Sungguh siluet keindahan yang terpampang di mata setiap lelaki yang memandangnya. Serasi banget dengan kulitnya yang putih mulus dan wajahnya yang oval. Rambutnya yang tersaput warna pirang di ujung-ujungnya terlihat begitu cantik. Hal ini diperkaya dengan kepandaian dia memadukannya dengan warna lipstick yang dipakainya. Sunggu-sungguh terlihat aura cantiknya.

Pak Daniel yang baru saja terjaga dari tidurnya senyum-senyum sendiri memperhatikan cara Xixi merias diri. Setelah agak lama memperhatikan Xixi yang sibuk menghias diri, Pak Daniel segera menuju kamar mandi. Sama seperti Xixi tadi, pak Daniel masuk ke kamar mandi dengan tubuh terbalut selimut. Tubuh tinggi besar dengan kulit agak kecoklatan tersebut segera tersembunyi di balik pintu kamar mandi suite room tersebut. Setelah hampir tiga puluh menit di dalam sana, Pak daniel keluar dengan tubuh yang lebih segar. Bagian atas tubuhnya dibiarkannya tidak tertutup handuk.

Setelah memakai baju batik berlengan pendek, Pak Daniel segera merapikan rambutnya yang masih agak basah. Dia berdiri di samping Xixi yang masih sibuk memagut dirinya di depan cermin.

“Terima kasih atas semua yang kamu lakukan,” kata pak Daniel membuka pembicaraan.

“Tidak usah berterima kasih pak. Itu sudah tugas saya sebagai orang bayaran,” jawab Xixi sambil meneruskan aktifitasnya berhias diri.

“Tapi kamu sungguh hebat. Kamu telah membawa dimensi lain dalam menikmati hubungan antara sepasang lelaki dan wanita. Dan aku suka hal itu. Sungguh aku belum pernah menemui pengalaman yang aku dapatkan bersama kamu. Kamu sungguh hebat.” kata Pak Daniel sambil menarik nafas dalam-dalam.

“Biasa saja pak. Bapak bayar saya untuk memuaskan bapak, karena itulah saya berusaha untuk memuaskan bapak semampu yang saya bisa.” jawab Xixi sambil memutar badannya.

“Itulah kelebihanmu Xi. Wanita lain yang pernah menemaniku hanya menginginkan uang yang aku berikan. Mereka tak pernah bisa membuatku benar-benar menikmati hubungan ini. Tapi kamu beda. Karena itu aku akan memberimu bonus.”

“Ahhh bapak ini bisa saja. Semua wanita seperti aku pasti akan melakukan hal yang sama jika bertemu orang seperti bapak.” jawab Xixi sambil berdiri dan berjalan menuju ke kursi yang terletak tak jauh dari ranjang tempat mereka berdua memadu kasih selama dua malam ini. Sesampainya di kursi tersebut, Xixi hempaskan pantatnya yang padat berisi ke kursi tersebut. Sementara Pak Daniel tetap berdiri di dekat meja rias. Hanya posisi tubuhnya saat ini menghadap ke arah Xixi.

“Xi aku puas pokoknya. Karena itu aku mau menawarimu bergabung dalam film laga yang rencananya aku produksi tahun depan bersama Bruce. Bruce sudah setuju dengan usulanku. Kita hanya menunggu konfirmasimu saja, apakah kamu bersedia atau tidak? Itu saja.” kata pak Daniel sambil berjalan mendekati kursi yang diduduki Xixi.

“Tapi saya tak punya keahlian acting pak. Saya hanya bisa bekerja seperti yang saat ini saya jalani.” sergah Xixi dengan menengadahkan kepala. Pak Daniel terperangah melihat wajah cantik tersebut menengadah. Sungguh wajah itu terlihat lebih cantik dari sebelum-sebelumnya. Degup jantung pak Daniel makin tak karuan melihat mata kecoklatan itu memandangi bola matanya.

“Aku memintamu, karena aku tahu kamu punya potensi untuk itu Xi. Jadi kamu jangan khawatir. Aku akan mengajarimu acting selama beberapa waktu. Semua itu dengan catatan kalau kamu mau?” kata pak Daniel sambil mengalihkan pandangan matanya.

“Tapi pak……” bimbang hati menghinggapi Xixi. Antara percaya dan tidak dia mendengar semua kata-kata pak Daniel. Dari segi wajah dan penampilan, orang awam akan melihat Xixi tak kalah dari bintang film ataupun penyanyi terbaik di negeri ini. Hanya nasib dan profesi saja yang membedakannya dengan mereka.

“Bagaimana kamu mau tidak?” tanya Pak Daniel sambil berjalan hilir mudik.

“Coba saya pikirkan lagi pak. Bagaimanapun saya tidak berpengalaman di pekerjaan itu. Saya juga tak punya modal acting selain wajahku ini saja. ” jawab Xixi sambil berdiri. Setelah membetulkan posisi t-shirtnya, Xixi berjalan menuju ke pintu balkon. Dibukanya pintu tersebut. Perlahan aroma angin bercampur uap garam pantai Kuta menyapa hidungnya. Sungguh menyegarkan. Meski terik mentari yang telah meninggi menyengat tubuhnya, tetapi semua itu tiada dirasakannya terlalu mengganggu. Panasnya udara di tepian pantai Kuta hampir sama panasnya dengan udara Surabaya.

“Pak pesawat yang membawaku ke Surabaya akan take off sejam lagi, kalau boleh aku pamit pulang dulu pak.” jawab Xixi sambil melihatGuess biru yang melingkari pergelangan tangannya.

“Kita sama-sama saja Xi. Pesawatku berangkat 15 menit sesudah kamu.” potong pak Daniel.

“Baiklah pak.” jawab Xixi sambil meraih kopernya dengan tangan kanan. Sementara tangan kirinya memegang tas tangan yang selalu setia menemaninya.

Pak Daniel melakukan hal yang sama. Sambil berjalan, pak Daniel kembali mengingatkan Xixi untuk segera memberinya keputusannya. Bagaimanapun pak Daniel sangat berharap Xixi mau terlibat dalam film tersebut. Tubuh Xixi yang indah tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi film yang akan diproduksinya dengan Bruce Alain Wheldon tersebut. Xixi hanya mengiyakan saja semua kata-kata pak Daniel.

Setelah membayar biaya hotel selama dua hari ini, Pak Daniel dan Xixi segera pergi menuju bandara Ngurah Rai. Di dalam taxi, mereka berdua masih sempat berbicara panjang lebar. Namun pembicaraan tersebut lebih didominasi pak Daniel yang berusaha meyakinkan Xixi untuk terlibat dalam proyek Filmnya tersebut.

 

Denpasar, 05112011.0319

 

4 Comments to "[Xixi Diary Sang Superstar] Kejutan dari Sang Tamu"

  1. anoew  12 April, 2013 at 22:41

    Lha mana nih ilustrasi dari “tubuh indahnya Xixi?” Meliuk tajam, tikungan, tanjakan dan turunan serta gundukan kok kurang nyata terbayang kalau nggak ada ilustrasinya. Redaksi kurang peka nih..

  2. Dj. 813  12 April, 2013 at 22:27

    Na ya….
    Dari profisi menemani orang, kemudian jadi bintang Film….???
    Hebat….!!!
    Salam dan terimakasih.

  3. J C  12 April, 2013 at 22:01

    Kang Anoew sudah membayangkan gandengan dengan Xixi berjalan bersama menyusuri Pantai Kuta dan terus berlanjut untuk mencoba:

    membawa dimensi lain dalam menikmati hubungan antara sepasang lelaki dan wanita. Dan aku suka hal itu. Sungguh aku belum pernah menemui pengalaman yang aku dapatkan bersama kamu. Kamu sungguh hebat

  4. [email protected]  12 April, 2013 at 10:12

    oooh… itu toh kejutannya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.