Adilkah?

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO  SOBAT  DI  BALTYRA  YANG  BERBAHAGIA . . .Salam jumpa dengan oret-oretan Dj.

Kali ini Dj. ingin membuat oret-oretan satu cerita yang kedengaran sedikit aneh, adil, tidak adil, tapi masuk akalkah? Entah sudah berapa puluh kali Dj. membacanya, tapi selalu saja menjadi pikiran, tentang adil dan tidak adil. Cerita ini Dj. ambil dari Injil Matius 20 : 1 – 14

Ada seorang saudagar yang kaya dan memiliki kebun anggur yang sangat luas.

adil01

Di pagi hari, dia keluar dan mencari pekerja untuk kebun angurnya. Setelah dia sepakat dengan pekerja-pekerja itu, mengenai upah mereka  1,- Dinar sehari, maka menyuruh mereka berangkat bekerja di ladang anggurnya. Jam 9:00 dia keluar lagi dan dilihatnya ada beberapa orang muda yang menganggur di pasar dan juga menjumpai mereka serta berkata: “Pergi jugalah kamu bekerja di kebun anggurku dan apa yang pantas akan aku berikan kepada kamu”.

Kira-kira pukul 12:00 dan pukul 15:00 dia keluar lagi dan melakukan hal yang sama seperti tadi. Kira-kira pukul 17:00 petang, dia keluar lagi dan mendapatkan orang-orang lain pula. Lalu katanya kepada mereka: “Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari..??? Maka kata mereka: “Karena tidak ada orang yang mengupah kami .” Maka katanya kepada mereka : “Pergilah kamu juga ke kebun anggurku .”

Photo di bawah, buah-buah anggur yang sudah siap untuk dituai.

adil02

adil03

Ketika hari malam, maka tuan itu menyuruh kepada mandurnya : “Panggilah pekerja-pekerja itu dan bayarlah upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir, hingga mereka yang masuk terdahulu.”Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul 17:00 dan mereka masing-masing menerima 1,- Dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu dan sangkanya akan menerima lebih banyak, namun mereka masing-masing menerima 1,- Dinar juga.

Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu. Katanya: “Mereka yang masuk terakhir, hanya bekerja 1 jam dan engkau menyamakan dengan kami yang seharian suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tapi tuan itu menjawab satu dari mereka: “Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat 1,- Dinar sehari…???  Ambilah bagianmu dan pergilah….” (Injil Matius 20 : 1 – 14 a)

Kalau kita mendengar atau membaca cerita di atas, maka kita juga bisa berkata seperti pekerja yang pertama masuk. Di dalam pikiran kita, hal ini  kelihatan tidak adil. Kita sering berpikir, kalau kita sudah lama bekerja di ladang TUHAN, maka upah kita akan jauh lebih banyak daripada mereka yang beru saja bertaubat. Benarkah demikian…??? Sering kita berpikir, bahwa kita lebih layak mendapatkan upah / hadiah jauh lebih banyak daripada mereka yang beru mengenal TUHAN. Yang baru sadar dari segala perbuatannya yang salah.

Mungkin saja, kita yang sudah lama atau bahkan dari sejak lahir sudah ada di dalam keluarga yang taat menjalankan ibadah, kemudian merasa lebih layak untuk yang pertama dihormati (V. V. I. P.)??? Jadilah di sini, kita sering sombong rohani, merasa diri kita lebih suci. Kita ingin mendapatkan pujian, penghormatan, seolah kita seorang nabi… hahahahaha….!!! Dalam pribahasa Indonesia, ada tertulis, padi semakin tua, semakin tunduk.

Bisakah kita bersyukur akan berkat yang diterima orang lain, bahwa mereka juga bisa menerima berkat yang sama dengan kita, walau mereka belum lama jadi anak-anak TUHAN. Kita sering menggerutu, kalau orang lain mendapat berkat seperti kita, walau dia hanya orang biasa saja.
Contohnya, kalau ada tukang becak, pakai baju merk “Lacoste”, kita bukannya bersyukur atau bangga melihatnya, tapi kita sering malah ngedumel…: “Sok tau tuh tukang becak…!!!.”  Hahahahahahaha….!!! Padahal itu baju adalah pengasihan dari orang lain.

adil04

Dalam hati, kadang kita pikir, mengapa bukan saya ya… (ini Dj. dan bukan orang lain lho ya…). Tapi kalau ada orang yang dirampok, diperkosa atau dibunuh sekalipun, maka kita bilang, untung bukan saya…. Aneh juga kan…??? Seolah-olah kita hanya ingin enaknya saja, yang bagus-bagus saja untuk saya, yang jelek, biar orang lain  yang terima.

Tapi,  ajaran “Kasih” itu, kalau kita sudah bisa turut bergembira dan bersyukur atas berkat yang juga diterima oleh orang lain. Dan tidak menjadi egois, selalu menuntut untuk menjadi hak kita dan mempermasalahkan semua yang kita anggap tidak adil. Kita sering berpikir,  kamu itu apa, baru anak kemarin, kamu tau apa…??? Nih saya sudah keliling dunia, sudah terlalu banyak makan garam tau….!!!
(pantas Dj. darah tinggi dan sok tau ya… karena kebanyakan makan garam…  hahahahahaha….).

Memang kelihatan tidak adil, karena kita sudah bekerja lebih lama, namun upah kita disamakan dengan yang baru bekerja 1 jam saja.  Bagaimana kalau yang baru bekerja 1 jam itu adalah kita sendiri, atau anak kita, istri kita, suami kita, kakak atau adik kita?? Bukankah kita akan bersuka cita …??? Bukankah kita akan turut bersenang bersama keluarga kita….??? Atau kita juga akan menggerutu…??? Apakah kita aka mengadu ke bossnya….

Masakan kita akan berkata : “Boss…kok suamiku dikasi gaji Rp. 1,- juta, dia kan baru kerja 1 jam , bagaimana bisa sama dengan mereka yang lain yang sudah bekerja 1 hari, itu tidak adil …!!!  Kasi dia Rp. 10.000,- saja…!!! Hahahahahaha…!!! Dj. rasa ini bukan istrinya.

Dj. yakin anda tidak akan berkata seperti itu, tapi akan turut bergembira / bangga dan mungkin bahkan terharu, bila suami / istri atau anak kita bisa memperoleh upah yang sama besarnya dengan orang-orang yang lain yang sudah bekerja lebih lama dari dia. Atau Dj. akan berkata sambil bisik-bisik…, sssstttt… jangan-jangan bossmu salah ngasi…??? Belaga bloon saja… hahahahahaha….!!!

Marilah kita belajar bersyukur dan tidak hanya menuntut hak yang harus kita terima. Yesus telah meninggalkan haknya dan menjadikan dirinya paling hina, bahkan mati di kayu salib agar kita yang berdosa ini, diselamatkan. Olehnya ingatlah akan saudara-saudara kita yang lain juga, yang ingin bisa menikmati hidup sedikit lebih baik. Ingatlah akan mereka yang di penjara, yang di rumah sakit, yang dirampas haknya, para janda, fakir miskin, yatim-piatu, yang sedang berduka, karena ditinggal ayah / ibu, anak atau saudaranya…

Ingat, bahwa hal ini juga bisa terjadi terhadap kita, bisa jadi kita satu saat juga akan memerlukan bantuan saudara kita. Bisa jadi bahwa mereka akan menjadi orang yang pertama dan kita akan menjadi orang yang terakhir. Sekali lagi ingatlah, bahwa TUHAN  mereka, sama dengan TUHAN  kita juga. Dan TUHAN memiliki haknya untuk memberikan berapa banyak kepada siapa saja yang dia inginkan. Seperti saudagar tersebut, itu hak ALLAH untuk membagikan Berkatnya kepada siapapun, tanpa ada yang bisa memberi nasehat kepadaNya.

Mari kita belajar untuk tidak menuntut, tapi kalau mungkin, bahkan memberi dan bersyukur dangan apa yang kita sudah miliki. Janganlah menginginkan celaka orang lain dan jangan bergembira atas kesusahan orang lain. Tapi, bila musuhmu lapar, berilah dia makan, bila haus, berilah dia minum, dengan demikian, maka kita telah menjalankan ibadah kita. Berdamailah terlebih dahulu dengan musuhmu, sebelum kita menjalankan ibadah kita, agar ibadah kita tidaklah sia-sia adanya.

Okay….  Sebagai penutup, mumpung masih punya Jokes…

Dalam perjalan pulang dari Rome (Vatican), maka seorang Romo, duduk berdampingan dengan seorang haji (baru pulang naik haji)
Sebelum mendarat di Bandara Sukarno-Hatta, hujan deras, olehnya setiap kali ada petir menyambar, sang Romo mengucapkan kata…: “HALELUYA . . . ! ! !  ada petir lagi… HALELUYA . . .  ! ! ! Lagi HALELUYA . . .  ! ! !  Lagi…

Olehnya si haji sedikit sewot, mendengar kata Haleluya yang terlalu sering diucapkan oleh si romo. Maka berkatalah si haji kepada si romo yang sedikit stress mendengarkan kata Haleluya: ” Mo…. mo… taukah romo, bahwa itu bukan haleluya mo, tapi halilintar mo….!!! Sambil gemes lihat romo (sakin keselnya si haji).

Maka si romo sambil senyum berkata… bagus ji, kamu benar dan menang 1 : 0  buat kamu ya ji….!!! Maka hajipun senyum dengan rasa bangga….

Saat sudah mendarat dan mereka akhirnya jadi teman dan ingin meneruskan perjalanan bersama pulang ke kota Jakarta. Maka mereka sepakat akan naik bis bersama, kan murah, maklum romo tidak banyak uang, pikir si haji, yang mulai kasihan lihat si romo. Nah, saat akan naik bis, maka si haji, mengucapkan kata: bismilah….!!! Romo mendengar, kaget dan langsung menyaut : ” Ji…. ini bukan bismilah ji, tapi bis damri ji….!!!! Maka si haji melihat ke arah romo sambil senyum dan merngangkat 2 jempolnya dan berkata, benar mo…  1 : 1 ya mo…..!!!

Mereka berdua saling pandang dan molai tertawa… Hahahahahahahahaha….!!!

Bagaimana menurut anda, apakah Jokes di atas tidak menggambarkan persaudaraan yang indah anatara romo dan haji ….??? Ooooo…. alangkah indahnya bila manusia bisa saling menghormati, mengasihi dan sama-sama bersyukur. Mari kita tidak hanya mencari perbedaan, tapi bagaimana kalau kita mulai mencari persamaan. Mengapa…??? Karena hanya ada satu Allah dan Allah itu, ya Allah kita semua…!!!

Marilah kita ikatkan rasa damai di antara kita manusia penduduk bumi pertiwi ini dan saling merawat dan bukannya saling merusak, jangan maresa diri paling benar sendiri. Kadang Dj. mimpi, bagaimana ya, kalau orang Kristen dan Islam, bersama bangun gereja dan mesjid (gotong royong).

Seperti kami dulu di Mainz, kalau Natal tiba, maka saudara-saudara yang Islam, turut aktiv, masak didapur, untuk pesta bersama. Dan kalau lebaran, juga demikian, yang Kristen turut bantu masak dan dalam ramah-tamah, kita makan bersama, ngobrol penuh dengan suasana yang menggembirakan..   Sungguh sangat indah bukan …?

Bila anda memiliki pendapat yang lain, silahkan kita share, agar kita bisa saling belajar tentang apa yang kita anggap adil atau tidak adil, meburut pendapat kita. Terimakaksih…!!!!

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan anda semuanya yang selelu memberi perhatiannya, untuk oret-oretan Dj. Mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan di hati anda.

Semoga Damai Allah dan Kasih KaruniaNya, selalu menaungi kehidupan kita senantiasa.

 

Salam Sejahtera dari Mainz.
Dj. 813

adil05

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

93 Comments to "Adilkah?"

  1. Dj. 813  22 April, 2013 at 03:19

    Ibu Matahari….
    Sudah Dj. tunggu 2 jam… hahahahahahaha….!!! ( jokes )
    Nah ya, namanya juga manusiaya….
    Seperti yang ibu Matahari lihat kejadian dengan pasangan bule dan wanita Indonesia,
    hal itu sudah sering terjadi dengan Dj. yang juga malah bikin Dj. tertawa, karena Susi ngerti bahasa Indonesia.
    Kajadian di Surabaya, kami cegat Taxi untuk Tunjungan Plaza.
    Entah kebetulan atau apa, sopirnya wanita dan dalam perjalanan, dia molai bicara dengan nada sedikit genit…
    ;,, Tamunya orang mana pak…???
    Dj. jawab, orang Jerman.
    Kemudian, dia molai nerocos….
    Nanti kalau mau makan siang, bapak bisa makan bersama saya, kalau anter tamu, bisa makan gratis.
    Dj. hanya bilang, terimakasih…
    Tau-tau anak Dj.panggil, papa…, kannst du mir taschentuch geben…???
    Dengar kata papa, maka supir taxi kaget dan minta maaf…..
    Dj. malah masih bilang, tidak jadi soal, nanti kita bisa makan bersama, siapa tau anda bisa carikan tempat makan yang enak….
    Hahahahahahaha….!!! Dia malah malu dan tidak mau, padah Dj. serius dan Susi juga bilang,
    tidak jajdi masalah….

    Pada hari yang sama, sore hari di T.P. kami masuk toko pernik-pernik…
    Dj. sengaja nunggu diluar, karena Susi bisa bhs Indonesia.
    Tapi karena sedikit lama, maka Dj. masuk dan mendekati Susi dan bertanya dalam bhs Jerman.
    Tau-tau, yang punya pegang bahu Dj. dan ajak bicara…
    Jangan kasi tau harga sebenarnya, nanti kamu akan dapat persen.
    Dj. nanya, emang harga sebenarnya berapa…???
    Kalau untuk orang Indonesia, maka sedikit lebih murah…

    Susi mendengar dan bicara, terimakasih, saya orang Indonesia dan dia suami saya…
    Orangnya langsung kaget dengan wajah merah…. hahahahahahahaha…..!!!!

    Hari itu, Dj. mungkin kelihata seperti guide ya….
    Nasib….
    Dan masih banyak kejadian yang aneh-aneh setiap kali mudik

    Okay, ibu Matahari, mohon maaf, ini mata sudah sangat berat.
    Pamit dulu, besok disambung lagi ya.
    Salam manis dari Mainz.

  2. Matahari  22 April, 2013 at 02:31

    Pak Djoko…saya sambung lagi komentar yang tadi saya janjikan…Itu cerita kemangi sebakul lucu sekali….dia mengira kalau dikasih extra 1 kemangi…dia mendapat 100.000 rupiah….berarti kalau sebakul kemangi akan dapat gaji sebulan..sementara buat Bapak itu seperti mengejek alias penghinaan..…belum ngembek kok sudah dianggap kambing..ha hahaahah just joking Pak,,,Begitulah sering terjadi hal hal yang kurang dipikirkan yang mereka kira akan membuat kita senang tapi malah membuat kita malu atau merasa kecil hati .ini bisa lewat perbuatan atau kata kata…Saya pernah mendengar langsung ada driver di Bali yang sedang membawa sepasang tamu…wanita lokal dan pria bule…waktu itu mobil yang kami sewa…. parkir berdekatan dengan mobil yang disewa pasangan tadi…lokasi Uluwatu…karena driver kami belum muncul..kami duduk dekat mobil pasangan tadi…sang driver bicara seperti ini ke wanita itu:”Mbak…misternya mantap…dapat dimana ?”… wanita itu kaget dan wajahnya langsung cemberut…Driver mungkin bermaksud memuji pasangan sibule agar si wanita senang dan memberi tip besar…tapi…kata kata “dapat dimana” itu sangat fatal…lagipula bisa saja si bule itu memang suami wanita itu dan kalaupun bukan suami wanita itu…kenapa harus mau tau ..itu kan privacy orang….Kalau saya yang ditanya begitu akan saya jawab: “Dapat dikuburan Mbah mu”…

    Kalau pengalaman Pak Djoko itu…jelas sekali orang yang membawa kemangi sebakul itu berharap akan dapat uang lagi…tapi caranya tidak simpatik…pancingannya terlalu menyolok…mungkin malah membuat pak Djoko trauma melihat kemangi seumur hidup….heheheh canda lho Pak…

  3. Dj. 813  21 April, 2013 at 18:25

    Matahari Says:
    April 21st, 2013 at 18:14

    Pak Djoko..lucu sekali cerita mengenai daun kemangi sebakul dan kambing…ahhaah saya akan komentari malam karena kami mau pergi…semua sudah menunggu…..dahi suami sudah berlipat tiga hahahaha
    —————————————————————————–

    Ibu Matahari….
    Terimakasih dan selamat jalan-jalan bersama keluarga…
    Ada dahi yang berlipat 3 juga ya… Hahahahahahahaha…..!!!
    Salammanis dari Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *