Pertemuan 2012 – 2013 (6)

Dewi Aichi – Brazil

 

Pertemuan keenam (Stasiun Tugu, Angkringan)

 

Percaya ngga? Hari pertama di tahun 2013, saya harus bertemu dengan Anung lagi. Lagi? Halah, jiann…, tapi dengan senang hati saya eh..kami sambut kedatangannya. Anung datang sendirian dari Solo, di sore hari, cuaca cerah, sungguh diberkahi pertemuan itu setelah semalam suntuk Jogja diguyur hujan deras. Yah..malam tahun baru dengan guyuran hujan deras sampai menjelang pagi.

Malam tahun baru saya begadang di rumah nenek sampai menjelang subuh baru tidur. Bangun pagi, menuju puncak Merapi bersama adik-adik dan sepupu. Maka pagi, tanggal 1 Januari 2013 jam 9 pagi, saya berada diposisi puncak(ciee..kaya tangga lagu saja), ya saya berada di 4 km. dari puncak Merapi, menikmati jagung bakar. Setelah siang, saya turun karena ingat, jam 4 saya harus menjemput Anung di stasiun Tugu.

Meluncur saya ke Stasiun Tugu, Anung sms katanya kereta akan terlambat, wah ya ngga apa-apalah, kesempatan saya ada waktu tebar pesona di stasiun mumpung banyak tukang becak pada duduk nyantai. Sambil menunggu kedatangan Anung, saya sms idola saya yaitu mas Juwandi. Eh…ngga balas…asem. Tapi tau-tau mas Juwandi tilpon saya kalau mas Juwandi sudah berada di Stasiun Tugu. Há há..seneng saya, ada teman menunggu. Akhirnya saya berdua dengan mas Juwandi menunggu kedatangan Anung.

Yang ditunggu datang juga, aduhai..pertemuan pertama antara mas Juwandi dan Anung Hartadi di stasiun Tugu akhirnya terjadi juga, saya adalah saksi hidup pertemuan mereka berdua. Hangat dan ramah, saya sampai terharu hiks hiks..

Bertiga kami masih di stasiun Tugu, menunggu kedatangan bu Probo. Saya satu-satunya cewe dong, diantara mas Juwandi dan Anung, lumayan ngga ada saingan. Begitu bu Probo muncul, parkir, langsung kita berjalan menuju arah utara stasiun, angkringan paling terkenal di Jogja. Nah..di bawah pohon, kami berempat menunggu kedatangan Sekar. Tidak begitu lama, Sekar datang.

Langsung kita ndlosor di tikar di atas trotoar, yang ketika malam, trotoar itu menjadi restoran mewah bagi mahasiswa dan pelajar, khususnya pendatang. Lagi enak-enak duduk bersimpuh, Sekar meraba celananya, basah, yahhh..kenapa kok basah. Aku panik, eh ngga taunya rokku juga basah kuyup, haduh, mana air comberan itu kayaknya, haduh.

pertemuan (32)

pertemuan (33)

Kita mengadu, curhat kepada si empunya tikar, “mas…tikarnya basah nih gimana sih?” Si mas langsung menggulung tikarnya, dan kami dipersilahkan ganti posisi. Di seberang jalan, kami kembali ndlosor, tapi bagi saya dan Sekar, kurang nyaman karena pakaian yang basah tadi. Saya iseng bercandain mas Juwandi, “mas..mas, saya kibas-kibas rok ya”, tepat di depan mas Juwandi. Anung sama bu Probo ngakak lihat ulah saya, apalagi mas Juwandi, pengen muntah kali ya he he he…

Kami santai, mengobrol, bercerita lagi tentang apa saja, dan sempat menilpon mas Joseph Chen dan pak Iwan. Joseph Chen saat itu sedang berada di mall kalau ngga salah. Sedangkan mas Juwandi sempat beberapa menit berbicara dengan pak Iwan, dari sini awal dilahirkan seorang “Gus Wan”, alias nama bagus untuk mas Juwandi, semoga berkah, amin.

Menikmati wedang tape, kopi, berbagai jenis sate, tempe kemul alias mendoan, dan tidak lupa menu favorit angkringan yaitu sego kucing. Nikmat sekali lho. Entah sudah berapa kali pertemuan, Anung tidak makan. Saya belum pernah melihat Anung makan, apa takut giginya lepas? Waktu di Pecel madiun, ngga makan, di Cibubur Junction, ngga makan, di rumah Meita, sayapun lihat ngga makan juga. Bener deh…takut dia kalau giginya cepling alias copot. Pas pus aja ngerokok dan minum kopi.

pertemuan (34)

Sudah terlalu malam buat seorang emak-emak seperti saya begadang di pinggir jalan. Bu Probo sudah duluan pulang karena ada kerabat yang meninggal. Saya sudah janji sama sepupu-sepupu menelusuri jalan Kaliurang. Hampir tengah malam lho nongkrong di angkringan. Maka saya dan Sekar harus undur diri, mengakhiri pertemuan manis di malam itu, bersama Anung dan mas Juwandi. Saya menyerahkan Anung Hartadi di tangan mas Juwandi. Apa boleh buat.

Akhirnya mas Juwandi tanggung jawab sepenuhnya, mengantarkan Anung sampai ke Janti. Tapi….ternyata, mereka berdua ini asik mengobrol sampai jam 2 dinihari, entah apa yang diobrolin, hanya mereka berdua yang tau. Bagi yang ingin mengetahui perbincangan mereka, ketik reg spasi AnungJuwandi, kirim ke PO BOX 5000, (lho!).

Semuanya selesai, tugas mas Juwandi mengantar Anung sudah selesai. Saya mengirim sms ke mas Juwandi, mengucapkan terima kasih, telah mengantarkan Anung, karena saya sendiri tidak bisa mengantar . Mas Juwandi membalas sms saya, “ngga apa-apa mbak, ngga perlu minta maaf, mas Anung juga tamu saya”, begitu jawaban sms dari mas Juwandi. Saya bahagia telah menemukan teman-teman yang baik, seperti mas Juwandi.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

46 Comments to "Pertemuan 2012 – 2013 (6)"

  1. Lani  1 May, 2013 at 09:21

    14 AKI BUTO : ngakak waelah baca alinea paling akhir komentarmu…………dasar!

  2. Silvia  1 May, 2013 at 08:34

    Dewi dan Ibu Probo, amin ya.

  3. probo  28 April, 2013 at 08:36

    semoga pemungutan suara mendatang SU menang…….
    biar bisa ngangkring bareng….

  4. Dewi Aichi  28 April, 2013 at 00:58

    yah..Silvia…mudah-mudahan lain waktu dirimu yang menang dalam pemungutan suara he he…sehingga bisa bertemu teman-teman …semoga ya….ya sama suami ngga apa-apa, lebih nyaman…lain ama saya, saya sih enjoy saja…hi hi hi..

  5. Silvia  25 April, 2013 at 12:00

    Hadir, hadir.

    Juni ini tadinya saya pengin sekali ajak anak2 jalan2 ke Jogja, Magelang dan Solo. Tapi lagi2 pas pemungutan suara, saya kalah. (Setelah jadi ibu dan istri, pergi sendirian itu tidak begitu saya nikmati).

    Pengen banget ketemuan sama seleb dari Brazil ini juga sama temen2 yg di Jogja dan Solo.

  6. Dewi Aichi  21 April, 2013 at 23:32

    Anoew : halah wis to ngaku wae rasah mengelak to há há há..dari mas Juwandi, sampai akhirnya mas Tok juga ikutan naksir pinggangmu ampunn deh..

    Bu Probo: aku juga yakin itu antara sampeyan dan mas Juwandi sedulur nak sanes há há..

    Mas JC : komen 14 há há há há…jiannn..makanya anoew langsung sms mas Juwandi tentang komen ini…ahlinya dalam mendeskripsikan sebuah foto …nyata-nyata..

    Tammy : setujuuuu..

    Mas Juwandi; wis diterima saja. Rasah protes há há..ngakak..komen e nggatheli há há..

    Pak DJ : lha ini analisa yang lain há há…itu namanya pengertian, kapan lagi saya bisa berdua sama mas Juwandi…kapan lagi? Kapan lagi dot com..

    Lha ini mas Juwandi sama pak DJ malah rebutan jabatan..wkwk..eh rebutan bu susi..

    Elnino…sayanggggggggg banget ya…coba kalau ada Itsmi, pasti nambah 5 bungkus tuh makan cat Rice..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *