Sendiri dan Terlupakan

Indriati See

 

Mawar, kau tumbuh dalam kebun yang terurus
seperti para orang tua di rumah besar dan bagus
warnamu secerah surya kala fajar dan senja
memberi harapan hidup bagi para manula

bunga-mawar
.
Kau temani mereka dalam kesendirian
kau juga hibur mereka dalam kesedihan
tumbuh dan berbungalah selalu
sampai musim panas berlalu
.
Kau selalu menyapaku
ketika aku melewatimu
semerbak wangimu
merasuk kalbuku
.
Indah nian keberadaanmu
lambang kecantikan dan
kelembutan …
andai aku bisa sepertimu
akan ku hias selalu bumiku

.

.

Hofheim im Ried, 17.09.12.

 

rumah-jompo-jerman

Praktek kerja di Rumah Jompo

 

 

Tulisan terkait : Wajib Praktek Kerja bagi Siswa SMP/SMA di Jerman

 

4 Comments to "Sendiri dan Terlupakan"

  1. Indriati See  23 April, 2013 at 15:17

    @Mas Djoko
    Terima kasih Mas DJ salam bahagia tuk keluarga di Mainz

    @Mbak Alvina
    Terima kasih Mbak, bunga dan ide tuk menulis puisi ini terinspirasi dari Rumah Jompo tempat anak saya pratikum … hm … banyak kisah yang mengharukan disana …

    @Terima kasih Josh
    Anak-anak adalah titipanNya dimana hak mereka harus kita hormati juga, dalam arti kita sebagai orang tua tidak boleh merasa lebih tinggi melainkan “sejajar” dengan mereka tanpa kehilangan “respek” satu sama lain … jalan terbaik adalah menjadikan anak2 sebagai “teman”

  2. J C  22 April, 2013 at 21:13

    Indri, aku selalu suka membaca pengalaman-pengalamanmu di sana, yang di sini bisa dibilang tidak akan terjadi…aku salut dengan anak-anakmu yang dengan tindakan nyata mempraktekkan ajaran KASIH…

  3. Alvina VB  21 April, 2013 at 04:57

    Indri Jr. at work….salut!!!

  4. Dj. 813  20 April, 2013 at 15:47

    Hallo Indri…
    Selamat Pagi dari Mainz…
    Dan selamat berakhir pekan…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.