Adilkah (2)?

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA . . .

 

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj.

Sebelumnya, Dj. mohon maaf, bila Dj. ingin melanjutkan cerita minggu lalu. Tapi bukan maksud Dj. untuk mengajari anda. Ini hanya sekedar renungan kehidupan kita, yang setiap harinya bisa terjadi. Karena bukan Dj. yang akan menjadikan seseorang itu menganut ajaran “X” atau bukan. Tapi TUHAN ALLAH SENDIRI yang akan memilih apakah kita ini mau percaya kepadaNya atau tidak.

Okaylah, bila berkenan, maka Dj. akan mengambil satu cerita “ANAK YANG HILANG.”

Banyak dari anda yang pasti tau, akan cerita ini. Singkat cerita, seorang ayah yang kaya raya, mempunya 2 anak laki-laki. Yang muda (si ragil), meminta sebagian hak warisan kepada ayahnya dan kemudian menghaburkan warisannya itu untuk berfoya-foya. Berjudi, main wanita, minum minuman keras (mabuk-mabukan) dan lain sebagainya, di negeri orang.

Sehingga satu hari, semua kekayaannya (warisan dari ayahnya), ludes (habis) dan bahkan untuk makan saja dia tidak mampu membeli. Dia bekerja sebagai penjaga babi yang sangat hina, bahkan saat dia lapar, dia hampir saja dia makan makanan babi. Dia teringat, bahwa di rumah ayahnya, semua orang hidup senang dan tidak ada yang kelaparan, tapi dia ada di negeri orang, jatuh miskin dan kelaparan.

Maka timbul niatnya, untuk pulang ke rumah ayahnya. Singkat cerita, maka sampailah dia di depan halaman rumah ayahnya dan dengan perasaan yang sangat malu dan takut. Dengan pakaian yang compang-camping, wajah yang tertunduk ke tanah dan tidak berani melihat ke depan, dia mendekati rumah ayahnya.

Namun ayahnya melihat dan mengenalinya dan berlari menyambut anaknya dengan pelukan, karena yang dia anggap sudah hilang dan sekarang kembali dan ada dalam pelukannya. Sang anak berkata kepada ayahnya: “Bapa, ampunilah anakmu ini yang telah bersalah kepada Bapa dan menghamburkan harta ayah. Jadikanlah aku sebagai budak pekerja seperti budak-budakmu yang lainnya.”

Dia tidak meminta untuk dijadikan anak lagi, karena sadar akan kesalahannya. Ayah yang sangat mengasihi anaknya, apapun yang anaknya telah buat, dia tetap mencintainya, dia memeluk anaknya yang compang-camping dan tentu sangat bau. Tetapi dia juga memerintahkan kepada pegawai di rumahnya, agar anaknya dikenakan jubah dan kasut yang sangat indah. Jelas setelah disuruhnya mandi dan jadi wangi. Bagaimanapun dia adalah anaknya.

Seorang ayah yang sangat bersyukur, karena anaknya yang hilang dan telah kembali di pelukannya. Ayahnya juga memerintahkan kepada pegawai di rumahnya, agar menyembelih lembu yang paling gemuk untuk satu pesta malam itu. Agar semua bersuka ria bersama, karena anaknya yang hilang telah kembali, yang dianggap sudah mati, ternyata masih hidup.

Maka menjelang malam, anaknya yang sulungpun kembali dari kebun dan mendengar satu suara yang riuh dangan rebana dan nyanyian yang sangat riang dengan sorak-sorai dan gelak tawa… Apa yang telah terjadi….??? (pikirnya) dan diapun bertanya kepada pegawai di rumahnya, apa gerangan yang telah terjadi…???

Maka diceritakannya, bahwa adiknya telah pulang dan ayahnya sangat gembira, sehingga dibikinkan pesta yang sangat meriah. Setelah dia mendengar cerita tersebut, maka muramlah wajahnya dan dia sangat sedih dan juga marah. Dia berkata kepada ayahnya: “Ayah, apakah yang telah ayah perbuat….??? Dia yang telah menghaburkan uang ayah dan kembali dalam keadaan hina, tapi ayah sambut dia dengan satu pesta yang sangat meriah. Sedang saya yang selama ini selalu mendampingi ayah, bekerja keras, belum pernah sekalipun ayah menyuruh menyembelih lembu untuk satu pesta.”

Maka berkatalah sang ayah kepada anaknya yang sulung: “Sabarlah dan bergembiralah bersama, karena adikmu yang hilang, sekarang telah kembali di tengah-tengah kita. Sudah sepatutnya kamu juga turut bergembira, adikmu yang mati dan sekarang hidup kembali.”

anak-hilang

Membaca cerita di atas, “mungkin” kita juga akan turut jengkel, mengapa sang ayah berlaku tidak adil….??? Mengapa sang ayah membikin satu pesta yang hanya mendatangkan rasa cemburu anaknya yang sulung….??? Si Ragil kan sudah dikasih bagiannya, jadi sudah tidak ada haknya lagi di rumah tersebut. Salahkah kalau si Sulung marah…??? Adilkah yang sang ayah bikin…???

Dan banyak lagi pertanyaan yang akan muncul yang membela, si sulung. Benar…??? Di dalam persekutuan, Dj. sering bertanya dan jawabannya adalah di pihak si sulung yang benar dan si ragil, salah. Kita sering menjadi hakim dan ingin mengadili apa yang kita anggap benar atau salah, adil atau tidak adil. Padahal, apa yang kita anggap benar, belum tentu benar untuk orang lain dan apa yang kita anggap salah, juga belum tentu salah, untuk orang lain.

Banyak dari antara kita, seandainya jadi si sulung, juga akan berbuat seperti si sulung di cerita di atas….Karena merasa selalu bekerja keras untuk ayahnya dan adiknya hanya menghamburkan harta ayahnya. Pertanyaan Dj. sekarang….Apakah yang si sulung perbuat, selama adiknya pergi dari rumah ayahnya…??? Pernahkah dia kangen akan adiknya yang jauh entah di mana….???

Atau mungkin ingin mencarinya…??? Atau dia hanya sibuk dengan pekerjaan di kebun ayahnya setiap harinya….??? Lain dengan kasih seorang ayah, yang mana dia selalu merindukan agar anaknya yang hilang satu saat akan kembali ke pangkuannya.

Seorang ayah, akan selalu memiliki rasa khawatir, akan apa yang bisa terjadi menimpa anak-anaknya yang jauh darinya. Bagaimanapun keadaannya, dia tidak peduli, yang dia inginkan, satu saat dia masih bisa melihat anaknya kembali lagi. Sedang kakaknya, dia tidak lagi ingin bertemu dengan adiknya, karena dia anggap, adiknya telah memilih jalannya sendiri.

Masa bodoh dengan dia, kan dia sudah dapat bagiannya dan dia tidak sadar, selama ayahnya masih hidup, apa yang di rumahnya belum mutlak menjadi miliknya. Bisa jadi, bahwa ayahnya juga pernah menyuruh anaknya yang sulung untuk mencari adiknya. Apakah dia telah mencarinya dan membawa pulang ke rumah ayahnya…??? Boro-boro dia mau mencarinya, mungkin dia bahkan berharap agar adiknya tidak akan kembali lagi.

Sering kita juga berpikir demikian, seperti si sulung, pokoke dia sudah berbuat salah, biar saja dia menanggung upahnya. Pernahkah kita mencari mereka dan mengajak kembali kerumah Bapa…??? Kita sering sibuk melayani saudara-saudara kita yang sudah ada di rumah Bapa dan bukan yang di luar rumah. Dan kita jadi manusia yang egois, yang hanya berpikir asal saya selamat, yang lain urusan masing-masing.

Mengapa kita hanya sibuk dengan pekerjaan kita di gereja, di mesjid….??? Ribut soal bangun gereja, bangun mesjid, bertengkar dengan saudara-saudara serumah, menasehati mereka yang sudah bertobat, yang sudah ada di rumah Bapa, dengan kothbah-kothbah kita. Apakah ini yang kita pikir pasti menyenangkan hati Bapa …???

Padahal Bapa ingin, agar adik-adik dan kakak-kakak kita yang hilang, ya…. sekali lagi Dj. katakan YANG HILANG, bisa kembali ke rumah. Tidak kah kita punya rasa “kasih”an kepada adik kita yang hilang, yang menghaburkan uang di club-club malam, di rumah-rumah mesum, yang mabok di bar-bar….Tidakkah kita punya rasa “kasih”an dan merindukan mereka untuk bisa kembali di rumah Bapa…???

Apalagi mereka yang sudah menjadi pendeta, imam, yang pikirnya, cukup dengan hanya berkhotbah saja…??? Sedang Bapa kita di sorga, Dia selalu merindukan anak-anaknya yang sekarang masih hilang dan belum mau kembali. Jelas, bukan pekerjaan yang mudah dan bahkan sangat sulit, tapi bukan tidak mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin, bagi kita yang percaya kepadaNya.

Perkerjaan di ladang memang sangat bagus, tapi apa artinya bila dibanding dengan seorang adik yang pulang ke rumah Bapa. Bila satu saja yang kembali kerumah Bapa, maka akan ada 1000 malaikat yang bersuka ria di sorga.

Ingatkah kita akan cerita, bila seorang gembala memiliki 100 domba dan satu hilang, maka gembala yang baik, dia akan meninggalkan yang 99 dan akan mencari yang satu (yang hilang), sampai ketemu. Dan apabila dia menemukan yang satu (yang hilang), maka dia akan memikul domba tersebut di atas pundaknya dan kembali ke kawanan domba yang lainnya, kemudian dia akan bersuka cita bersama teman-temannya dan berkata….Lihatlah, dombaku yang hilang, telah kutemukan kembali, olehnya, marilah bersuka ria bersamaku.

Okay…

Mudah-mudahan, apa yang Dj. tulis sebagai oret-oretan ini, paling tidak bisa anda pakai sebagai bahan renungan dalam kehidupan ini. Rindukanlah dan carilah adik-adik kita yang hilang (sesat) dan jangan hanya bisa bertengkar dengan saudara kita yang lainnya.

Dj. akan akhiri dengan 1 jokes….

Satu keluarga dalam perjalanan dari Jakarta ke Rom, dengan menggunakan pesawat terbang.

Tiba-tiba, anak laki-laki, bertanya kepada kakaknya perempuan yang sedang asyik membaca buku…: “Kak, berapa lama kita harus tempuh perjalanan ke Rom…???”

Sang kakak menjawab dengan bangga…: “sekitar 12 jam, ada apa bertanya segala….?”

Adik : “Apakah dari Jakarta ke Rom, lebih jauh daripada dari Rom ke Jakarta…???”

Sang kakak agak heran, mengapa adiknya bertanya demikian…. tapi dengan sabar dia menjawab…: “Dari Jakarta ke Rom, ya sama jauhnya dengan dari Rom ke Jakarta.”

Kakaknya masih ingin menjelaskan, jarak dari titik “A” ke titik “B” ya sama dengan jarak dari titik “B” ke titik “A” itu logis kan…???

Sang adik…. : “Tapi mengapa dari Natal ke Tahun Baru, hanya 1 Minggu dan dari Tahun Baru ke Natal. hampir 1 tahun…??? Apa itu juga logis…???“

Sang kakak….: ” ?)/%§)`*?(&§$%”& :)))) …. Tuing..Tuing…Tuing…. ????” Sambil senyum, maka kepala adiknya dijenggungnya.

Hahahahahahaha….!!! (tertawa sendiri = sehat). Nah ini kakak dan adik kan kelihatan lebih rukun dan tidak hanya bertengkar, mencari siapa yang paling benar. Memang benar, masalah selalu ada, tapi mengapa kita akan membikin menjadi sulit, bila bisa diselesaikan dengan mudah. Ayah mereka, hanya bisa melihat dan mendengarkan percakapan mereka dengan senyum, senang akan anak-anaknya yang rukun.

Terimakasih kepada anda semua yang selalu memberi perhatian dan bersabar dan juga pengasuh Baltyra, yang bahkan selalu memuatnya. Mohon maaf bila oret-oretan diatas, tidak berkenan di hati anda. Semoga Kasih dan Damai Allah Bapa, selalu menaungi kehidupan kita semuanya, sekarang dan selamanya.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

djoko-paisan

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

65 Comments to "Adilkah (2)?"

  1. Matahari  28 April, 2013 at 03:30

    “Tapi sangat menarik, pasangan yang sering bertengkar, tapi tetap hidup bersama.
    Olehnya, saat itu, kami sudah seperti saudara, yang selalu mengingatkan.
    Sekarang babynya sudah berumur 32 tahun.
    Hanya sayang, bisa jadi karena kami selalu mengingatkan, sehingga mereka menjadi bosan.

    Mungkin pasangan ini justru “rukun”karena sama sama keras kepala dan suka bertengkar…Siapa tau justru kalau pasangan mereka ini seorang yang lemah lembut dan suka mengalah…malah membuat mereka bosan ..kurang tantangan…suasana monoton…

    Menurut saya..pak Djoko dan istri memang salah karena selalu mengingatkan mereka….mereka tidak ingin diingatkan…mereka inginnya dilempar dengan besi sekarung…baru mereka diam karena sudah KO di ICU…

  2. Dj. 813  27 April, 2013 at 23:24

    matahari Says:
    April 27th, 2013 at 22:53

    Kelupaan…saya sudah sms teman di Jakarta tanya apa itu misuh misuh dan dia jawab… mengumpat dengan kata kata kasar…
    —————————————————-

    Waaaaaaaw…..!!!
    Sampai kirim sms ke Jakarta…???
    Untung orang Jakarta ada yang tahu…. hahahahahahaha…..!!!

    Yuuup…!!! Misuh-misuh = kalau orang marah dan menggunakan kata-kata kasar.
    Karena dari perbendaharaan hati yang kotor, maka keluarlah kata-kata yang kotor pula dari mult seseorang.

    Salam manis dari Mainz.

  3. Dj. 813  27 April, 2013 at 23:18

    Ibu Matahari….
    Benar sekali, ini keluarga memang sangat menarik,dua-duanya sama kharakternya, keras kepala.
    Beberapa tahun kemudian, setelah kami kenal dekat, ya memang demikian adanya.
    Tapi sangat menarik, pasangan yang sering bertengkar, tapi tetap hidup bersama.
    Olehnya, saat itu, kami sudah seperti saudara, yang selalu mengingatkan.
    Sekarang babynya sudah berumur 32 tahun.
    Hanya sayang, bisa jadi karena kami selalu mengingatkan, sehingga mereka menjadi bosan.
    Hahahahahahahaha…..!!! ( ups… maaf…!!! )

  4. matahari  27 April, 2013 at 22:53

    Kelupaan…saya sudah sms teman di Jakarta tanya apa itu misuh misuh dan dia jawab… mengumpat dengan kata kata kasar…

  5. matahari  27 April, 2013 at 22:46

    “Setelah makan malam, entah karena apa, mereka bertengkar, sampai istri lempar suami dengan botol minum
    si baby… Sang suami minta maaf, tapi tetap ribut juga.”

    Lucu sekali …di rumah orang yang baru dikenal hari itu..si istri .sudah berani bertengkar dan lempar botol bayi ke suami…….bagaimana pula dirumah mereka sendiri ? pasti yang dilempar tidak lagi botol minum bayi tapi….sudah kelas kakap seperti belati….samurai…..cutter…atau bayinya …ha ha ha

  6. Dj. 813  27 April, 2013 at 21:21

    matahari Says:
    April 27th, 2013 at 18:30

    Misuh -misuh itu apa?
    ————————————————–

    Ooooo….. Maaf, Dj. kira.ibu Matahari tahu apa itu misuh-misuh…..???
    Coba tanya dimas Josh Chen, atau mbak DA atau mbak El Nino.
    Mereka pasti tahu…
    Salammanis dari Mainz.

  7. Dj. 813  27 April, 2013 at 21:16

    matahari Says:
    April 27th, 2013 at 18:29

    sama seperti bertamu…mula mula basa basi dan lihat watak yang punya rumah….kalau sudah tau dan sudah biasa…mulai lebih akrab…dan kalau sudah lebih tau lagi….mulai berani bercanda…tapi tetap harus hati hati karena siapa tau yang diajak canda tersinggung….
    Ternyata..komentar saya diperhatikan selama ini…(Dulu komentarnya, Dj. perhatikan, sangat hati-hati dan yang perlu saja.)
    —————————————————————–

    Selamat Sore dari Mainz…
    Ibu Matahari, maaf baru bisa balas lagi, setelah punyang belanja….
    Jadi ceritanya, jjadi tamu ya…. Bagus sekali…
    Itu sudah satu tanda, seseorang yang punya tatakrama ( sopan-santun ).
    Tapi Dj. juga senang kalau dari mula sudah anggap seperti keluarga.

    Pernah sati saat, sekita 30 tahun yang lalu.
    Kami tinggal ditengah kota, jadi begitu turun dari appartmment, sudah toko-toko.
    Satu ketika, Dj. melihat sepasang suami istri dan baby di kereta.
    Wajah Asia dan istri orang Jerman.
    Lalu kami sapa, apa dari Indonesia, ternyata benar dan kami ajak mampir ke Appartment.
    Seperti biasa, namanya tamu, ya kami tawari minum dan bahkan Susi bikin Nasi goreng, menjelang
    malam tiba.
    Setelah makan malam, entah karena apa, mereka bertengkar, sampai istri lempar suami dengan botol minum
    si baby… Sang suami minta maaf, tapi tetap ribut juga.
    Jadi saat itu, kami ( Dj. dan Susi ) bengong berdua….
    Tapi kami juga salut, walau baru kenal, mereka anggap, appartment kami sudah seperti rumah mereka sendiri.
    Hahahahahahahahaha….!!
    Beberapa hari kemudian, mereka datang lagi dan membawa bunga untuk Susi.
    Lala, mereka jadi seperti saudara.
    Hanya sayang, sudah beberapa tahun kami tidak ada kontak lagi, karena terjadi kesalahpahaman.
    Jadi mereka tidakmau bertemu dengan kami lagi.
    Kalau dicerita disini akan sangat panjang…

    Yang Dj. ingin katakan…
    Setiap orang, kami terima dengan senang hati.
    Baik yang sudah lama kenal, maupun yang baru kami kenal.

    Mengapa Dj. perhatikan komentar ibu Matahari….???
    Karena selalu memberi komentar dengan tegas dan to the point.
    Salut…!!!

  8. matahari  27 April, 2013 at 18:30

    Misuh -misuh itu apa?

  9. matahari  27 April, 2013 at 18:29

    “Dj. senang dengan cerewet yang demikian, kalau cerewet misuh-misuh, itu tidak senang…
    Dulu komentarnya, Dj. perhatikan, sangat hati-hati dan yang perlu saja.
    Sekarang sudah cerewet… hahahahahahaha….!!! ( Ups… maaf )
    Lebih cerewet, lebih Dj. suka”

    sama seperti bertamu…mula mula basa basi dan lihat watak yang punya rumah….kalau sudah tau dan sudah biasa…mulai lebih akrab…dan kalau sudah lebih tau lagi….mulai berani bercanda…tapi tetap harus hati hati karena siapa tau yang diajak canda tersinggung….
    Ternyata..komentar saya diperhatikan selama ini…(Dulu komentarnya, Dj. perhatikan, sangat hati-hati dan yang perlu saja.)

  10. Dj. 813  27 April, 2013 at 17:26

    matahari Says:
    April 27th, 2013 at 15:32

    “Dj.jadi senyum-senyum sendiri…. hahahahahaha…!!!
    Maaaf, entah apa kok selalu senang baca komentar ibu Matahari.
    Sampai 3X tanda-tanda juga diperhatikan.Hebat nian…!!!

    Ternyata ada juga yang senang dengan komentar Matahari yang cerewet ini…hahahah
    —————————————————————

    Hahahahahahaha… ternyata ada dua komentar…
    Maaf…!!! Dj.lihat di e-mail hanya satu, taunya dua…
    Benar-benar sudah kena Dj. syndrom….
    Cerewet…???
    Dj. senang dengan cerewet yang demikian, kalau cerewet misuh-misuh, itu tidak senang…
    Dulu komentarnya, Dj. perhatikan, sangat hati-hati dan yang perlu saja.
    Sekarang sudah cerewet… hahahahahahaha….!!! ( Ups… maaf )
    Lebih cerewet, lebih Dj. suka….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.