Euro Trip (1)

Adhe Mirza Hakim

 

Dear temans, senang bisa berbagi kisah trip ku lagi, sebenernya aku masih punya hutang tulisan trip 2 th lalu, pasti temans juga sudah pada lupa ya hehe…okay skip aja dulu, sekarang mau focus me-remind kisah perjalananku yang masih gress, mumpung ingatan masih full charge.

Perjalananku ke benua Biru yang ngetop disebut “Eropa” ibarat perwujudan mimpi-mimpi masa kecilku saat memandang gambar-gambar tempat wisata yang suka terpampang di kalender dan layar monitor PC ku. Pasti ada sebagian temans yang bermimpi sama denganku kan? Sebagai muslim, sejatinya mimpi utama adalah menjejakkkan kaki ke Tanah Suci (Baitullah) terlebih dahulu, tetapi jika ada kesempatan bisa ke Eropa lebih dahulu, misalnya karena ada reward dari kantor atau ada kesempatan studi dan bekerja di Eropa atau menikah dengan warga negara dari benua Eropa, why not ya… menikmati keindahan Eropa lebih dahulu.

Singkatnya perjalanan ke Eropa ini bukan rencana serba dadakan, tetapi sudah ada dalam planning pikiranku selama bertahun-tahun. Tidak ada yang instant dalam kamus perjalananku, semua harus terencana dengan baik, karena ini perjalanan jauh bukan di dalam negeri yang bisa direncanakan secara dadakan.

Dalam itineraryku, ke Eropa harus plus ke UK (United Kingdom) juga, walau harus ngurus-ngurus visa, Schengen dan UK, sempat bolak balik tanya ke Nisa dan Timmi bagaimana cara ngurus visa, eh ujung-ujungnya malah ngurus dengan pihak ke 3 lainnya hehe…maaf ya Nisa and Timmi, thanks bangets atas bantuan info awalnya.

Ajakan trip ke Eropa dan UK ini sudah ditawarkan oleh Uni Tati dan Neng Ida sejak 3 tahun yang lalu, selain itu aku juga mau bersilaturahim dengan salah satu teman kuliahku yang kini jadi seniman di UK yaitu, Grace Siregar.

Liburan ke Eropa dan UK asli membuat mupeng, mikir bagaimana mau memenuhi tawaran dan niat bersilaturahim ini, bukan hanya soal budget untuk trip yang menurutku pasti butuh dana yang tidaksedikit, tetapi yang jauh lebih penting adalah apakah bapake mau ikut jjs juga? Jika bapake tidak bisa ikut jjs, apakah aku bisa mendapat ijin  untuk pergi ke Eropa dan UK? Bagiku ijin bapake is numero uno, makanya suka geli aja saat aku jjs ada teman-teman yang bertanya apa aku gak diomelin sama bapake koq jjs lama dan jauh pula, ya iyalah….masa’ bisa pergi kalo tanpa ijin bapake?

Alhamdulillah…waktunya sampai juga, setelah mempertimbangkan umur anakku yang tertua, Hakim sudah 14 tahun, dianggap bapake sudah pantas untuk mengawal perjalanan jauhku, ijin yang sudah lama kunanti dan kurindukan ini keluar juga, terimakasih bapake…. U R the Best deh.

Sebenarnya tripku ini awalnya mau ke Jepang, hahaha….maaf adinda Ijum dan bro Erwin, yang sempat happy mendengar rencanaku untuk berkunjung ke Tokyo. Bahkan jauh hari sempat minta itinerary dengan pakdhe Totok, tempat-tempat dan rute train antara Tokyo – Osaka – Kyoto, bahkan kalo bisa mampir ke Chiba buat ketemuan sama Iif, hehehe….buat saudara-saudaraku yang di Jepang, sabar yaa….semoga kunjunganke Jepang bisa terealisasi suatu saat.

Aku langsung bbm ke Neng Ida, wuaaah….Neng Ida happy sekali, langsung dibuat itinerary perjalanan selama di UK, bahkan ada opsi ke Eropa juga, Belanda – Perancis –Spanyol. Kami mau backpack ke sana, sampai rute-rute kereta di Eropa di browsing sama Neng Ida, hahaha… pokoke seru deh. Perubahan itinerary ternyata masih berlanjut, tiba-tiba ada tawaran tour West Europe 11 days dari Uni Tati, saat kulihat jadwalnya ternyata masih bisa ditoleransi dengan jadwal ijin sekolah anakku. Yah….akhirnya terwujudlah Euro Trip dan UK Trip yang jadi impianku selama ini, sekali lagi maaf buat Tokyo tidak ada maksud diskriminatif yah ihihi….janji Pramuka deh…teteup akan kesana koq. Karena Hakim dan Mirza mau melihat museum robot dan museum Doraemon suatu saat kelak.

Khusus untuk Euro Trip, aku perlu mengumpulkan peserta untuk diajak bergabung agar terpenuhi quota untuk berangkat, so aku mulai mengontak teman-teman di BBM, dapat beberapa teman Notaris dan teman SMA  yang mau bergabung plus ngajak teman-temannya lagi, thanks Vivi dan Etty, trus Dwi, Leanny, mba Nani dan mba Cahya. Nah…sempat dibuat puyeng saat menawarkan tour ini ke beberapa teman-temanku, ada yang awalnya setuju lalu tiba-tiba mundur, ada juga yang mau bergabung di saat waktu pendaftaran sudah ditutup. Intinya aku belajar ternyata tidak mudah mengurus perjalanan wisata secara berombongan, sepertinya aku belum cukup sabar untuk mengaturnya. Mengurus perjalanan pribadi itu jauh lebih simple karena gak kuatir diprotes orang hehe….

Uni Tati intensif mengirim email agar Euro Trip kami berjalan lancar. Thanks Uni Tati yang mau dengan sabar menerima requestku untuk mampir ke Madurodam. Aku juga meminta route tiket pesawat yang berbeda dengan peserta tour lainnnya. Route ku Jakarta – Frankfurt – Manchester – Jakarta. Sedang peserta lainnya, Jakarta – Frankfurt – Rome – Jakarta. Kami berbeda jadwal pulang, karena aku akan extend satu minggu lagi dari jadwal Euro Trip, untuk melanjutkan perjalanan UK Trip. Kebetulan peserta trip ada yang dari Manchester, yaitu de’ Tri Yumarni, mas Jarwo dan ananda Dannis plus de Munas dan de Media serta ananda yang super duper cute “Sachio”. Jadi aku akan terbang ke Manchester ditemani oleh de Tri sekeluarga, Alhamdulillah selalu ada jalan buat trip yang direstui bapake. Peserta dari Manchester ini bergabung dengan kami saat di Frankfurt, saat pulang routenya dari Roma ke London, sedang peserta tour lainnya pulang kembali ke Jakarta.

Sempat ada kekuatiran soal visa Schengen milik de Tri sekeluarga yang belum keluar,  otomatis aku jadi ikut deg-degan karena ikut berpengaruh ke perjalanan UK Trip ku. Lha siapa yang mau menemanikuke London, jika de Tri gak jadi berangkat tour, sedang de Munas akan extend ke Spain,  tidak pulang ke London. Aku turut mendoakan agar visa Schengen de Tri sekeluarga diterima, Alhamdulillah visa keluar last day, akhirnya….lega juga. Thanks buat de Tri yang bantu membelikan tiket pesawat Ryan Air route Rome – London plus tiket kereta London – Manchester.

Neng Ida rutin menyapa via BBM menanyakan progres pengurusan visaku, sempat ada kekuatiran jika visa UK ku tidak keluar bisa gawat ini, karena untuk melakukan reservasi hotel, train dan tour di UK, harus jauh-jauh hari agar dapat harga yang kompetitif, seperti sudah kita ketahui semua, UK Trip itu bukan tour yang lower budget, harus pintar-pintar mengatur budget agar bisa mendapatkan perjalanan yang nyaman dan menyenangkan dengan harga terjangkau, thanks Neng Ida sudah membantu mengatur itinerary ku jauh-jauh hari.

Setelah semua urusan dokumen dan pembayaran akomodasi tour selesai diurus secara bertahap, aku mempersiapkan koper-koper dan urusan oleh-oleh serta makanan yang mau kubawa sebagai pelengkap tambahan. Packing koper-koper dan lain-lain sudah beres, tinggal mikirin suhu udara di Eropa dan UK yang ternyata masih ada sisa-sisa winter, membuatku jiper juga, aku kan paling gak kuat dingin, lhaa ini udara dingin gimana mau menghadapinya? But the trip must go on lah hehe. yuuuk…..

 

Hari keberangkatan, 27 Maret 2013 – Lampung – Jakarta – Doha – Frankfurt

Gerabak gerubuk ngeberesin kerjaan kantor sebelum berangkat, yang ada aku hampir ketinggalan pesawat, mba Nani dan mba Cahya sudah duluan tiba di bandara, sedang tiket pesawat Lampung – Jakarta masih ada di tanganku, hihihi….parah! Bapake mengantar aku dan Hakim ke bandara, aku sudah check in via telepon dengan pihak bandara 1 jam sebelumnya, jadi walau sudah last minutes, kami masih bisa masuk ke pesawat. Tiba di Jakarta, kami janjian ketemu dengan Uni Tati dan peserta tour lainnya di terminal 2 keberangkatan internasional. Semua peserta ada 32 orang, gabungan peserta dari Lampung, Bandung, Cirebon, Jakarta, Jogja dan Palembang.  Kami sudah dipesan oleh uni Tati agar jangan sampai over weight koper-koper dan tas tangan, so sebelum berangkat aku sibuk bongkar pasang isi tas dengan adikku, Adlien dan anakku Hakim. Blum berangkat aja sudah gupek soal overweight koper-koper, apalagi pulangnya nanti ya??? Hihihi…

Pertemuanku dengan uni Tati dan peserta tour lainnya berlangsung akrab dan menyenangkan, soal briefing tour hanya selintas, karena masing-masing peserta sudahcukup faham dengan itinerary yang sudah dikirim melalui email, yang jadi kekuatiran kita paling soal cuaca dan copet.  Cuaca di Eropa masih di kisaran antara 4 – 10 derajatCelcius,  lumayan deh bisa buat kita freezing. Sedang ancaman pencopetan saat ini cukup marak di beberapa kota besar di Eropa, terkait krisis ekonomi yang melanda Eropa.

Tepat pukul 00.00 wib,  Kamis 28 Maret 2013, pesawat Qatar Airways bertolak ke Doha, Qatar selama kurang lebih 7 jam,lalu transit kurang lebih 4 jam untuk selanjutnya meneruskan penerbangan ke Frankfurt, Germany selama 5 jam, Lumayan melelahkan perjalanan ini, tetapi karena tujuannya jalan-jalan ya happy aja deh.

Tiba di Doha pukul 4 pagi (selisih waktu Doha – Jakarta, 4 jam), bandara Doha cukup sibuk dan ramai, kami menunaikan sholat subuh di bandara, tepat pukul 8.00 pagi, kami melanjutkan penerbangan ke Frankfurt. Penerbangan ke Frankfurt dilalui dengan nyaman, entertainment dan menu makanan yang disajikan pihak Qatar Airways bisa menghindarkan kami dari rasa bosan melalui perjalanan yang berdurasi belasan jam ini.

 

Hari1, Kamis 28 Maret 2013 – Frankfurt

Pukul 2 siang waktu Germany yang selisih 2 jam dari Doha, kami mendarat dengan mulus di Frankfurt, proses immigrasi berlangsung cepat dan lancar. Ada 6 peserta tour dari Manchester yang bergabung di Frankfurt, jadi total peserta tour ada 38 orang.

Cuaca di Frankfurt cerah, senang melihatnya dari balik kaca jendela pesawat, suasana bandara Frankfurt International sangat bersih, walau ramai tapi teratur kesannya tertib sekali. koper-koper para peserta tour langsung bisa diambil setelah proses pemeriksaan passport dan visa di bagian immigrasi bandara. Jangan harap menemukan para jasa porter di bandara, asli nggak ada hehe…untuk memakai trolley kita harus memasukkan koin kurang lebih senilai 2 euro (sekitarRp.24.000,-) agar bisa memakainya sampai ke tempat parkiran mobil (info tambahan dari de Tri Yumarni, jika kita mengembalikan trolley ke tempat asalnya, maka kita bisa mengambil kembali koin 2 euro tsb, ibarat deposit aja). Thanks UniTati yang sudah kasih tebengan trolley untuk koper-koperku.

Saat keluar dari lingkungan bandara, udara dingin menyambut kami, hmmm….selamat datang di bumi Eropa, tepatnya kota Frankfurt.  Aku sempat bbm-an dengan teh Irda yang mukim di Jerman, hanya jarak rumahnya dengan kota Frankfurt ditempuh  dalam waktu 4 jam, sorry banget ya teh Irda,kita belum bisa ketemuan di Jerman, next time kalau ke Eropa lagi deh.

Kami langsung menuju bus tour yang sudah menanti, memasukan koper-koper dibantu sama Ivan, supir sekaligus owner bus tersebut, thanks pak Ivan. Peserta langsung dibawa city tour ke tengah kota Frankfurt yang bersih dan tertata rapih, senang sekali melihatnya. Perpaduan bangunan modern dan klasik berdampingan dengan harmonis, bentuk rumah khas Bavaria menjadi salah satu Landmark yang sedap dipandang mata. Pokoknya keren ini kota, aku suka. Tour guide dari kota Frankfurt, sorry aku lupa namanya, menjelaskan nama-nama tempat dan sejarah singkat tentang kota Frankfurt.

euro01

Alun-alun kota Frankfurt, lihat pohon-pohon yang masih rontok daun-daunnya

 

euro02

Alun-alun kota

 

 

euro03

Deretan toko Souvenir dengan model bangunan khas Bavaria

 

euro04

Bangunan khas Bavaria

 

euro05

Gedung Old Opera yang masih terawat sangat baik

 

euro06

Foto bareng rombongan dari Manchester, de Tri, mas Jarwo, ananda Denis, serta de Munas, de Media dan ananda Sachio yang cute abizz…

Tempat-tempat yang kami lalui antara lain, St. Paul’s Cathedral – Goethe House- City Hall “Römer” – Banking District, Main Tower – Old Opera -Botanical Gardens – Senckenberg natural history museum – Fairgrounds Frankfurt, kami hanya bisa memandangnya dari balik kaca jendela bus, ada 2 tempat dimana kami bisa turun buat foto-foto dan beli sedikit cinderamata, yaitu di alun-alun kota Frankfurt dan gedung Old Opera yang klasik dan kokoh tampak terawat sangat baik. Berfoto di kota yang cantik dan bersih ini rasanya menyenangkan sekali, tapi udara yang dingin menggigit membuat aku tidak ingin berlama-lama di ruang terbuka, segera masuk ke dalam bus rasanya lebih nyaman, hehe…

Selanjutnya kami diajak makan malam di Chinese Restaurant Palm Garden, makanannya standart aja, sayur bening, telor dadar, ayam masak kecap, sayur kailan, nasi, teh hijau dan terakhir buah jeruk yang dipotong tipis-tipis, hehe…(1 jeruk dipotong 10). Aku sudah bersyukur bisa nemu nasi buat makan, daripada makan roti, maklum perut Asia.  Udara sudah dingin terus kurang makan bisa masuk angin judule, aku senang dengan tour yang kami ikuti, dalam itinerary nya disebut kami akan mendapat nasi dan makanannya dijamin halal. Alhamdulillah.

Selanjutnya kami menuju hotel Ibis Frankfurt untuk beristirahat, lokasi hotel yang kami inapi terletak di tengah kota Frankfurt, di hadapannya terbentang sungai Main (thanks mba Ria buat koreksinya) dan taman kota yang indah, mungkin taman ini akan lebih indah dengan daun dan bunga yang bersemi di tengah musim Spring, saat ini masih awal musim Spring, bunga-bunga masih kuncup dan pohon-pohon belum bersemi daunnya, batang dan ranting pohon yang botak tetap menjadi objek menarik buat di foto, aku sempat foto-foto dulu sebelum masuk ke hotel, hadeew…badan ini rasanya lelah sekali enaknya tidur langsung. Mau jjs malem-malem gak kepikir deh, selain lelah yang pasti gak kuat udara dinginnya. Tenaga harus dihemat buat perjalanan panjang ini. Besok pagi kami akan melanjutkan perjalanan ke Belanda.  Nah…aku cut dulu tulisannya ya besok disambung lagi.

 

To be continued…

AMH, Bdl 18 April 2013

 

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

14 Comments to "Euro Trip (1)"

  1. Adhe  28 April, 2013 at 21:39

    @Pakde DJ, trims ya atas komen baliknya. Menjelajah Eropa memang perlu waktu yang tidak sedikit, kalau bisa musim panas aja deh, hehe…biar maksimal jjs nya.

    @Mba Dewi Aichi, jjs keliling Indonesia itu harus, biasanya aku mengkombinasikan waktu liburan, jika ada rizki lebih baru mikir jjs ke LN, tapi traveling di daerah2 IBT saat ini menjadi prioritas kami, mudah2an aku tetap bisa mereport nya buat Baltyra, InsyaAllah mulai tahun ini mulai merancang IBT Trip.

    @ibu Silvia, terimakasih bunda Silvia sudah mampir baca catatan perjalananku ini, ikut tour itu lebih ketat jadwalnya dan terbatas waktu, mungkin jjs pakai tour agent itu nggak pas buat traveler sejati. Berhubung aku masuk kategori traveler abal2 (hihihi… kombinasi traveling dengan tour agent plus independent traveling masih aku lakukan. Nggak mau jadi backpacker karena nggak punya nyali jjs sendirian. Nanti aku akan buat jjs seri Cinta Negeriku.

    @Nia, makasih yaa sudah sempatin baca, foto2 kan masih banyak stock di part2 selanjutnya. Sachio bener yang pakai jacket kuning asliii….lucuuu bangets anaknya, pinter nyanyi pula.

  2. nia  26 April, 2013 at 10:17

    mb Adhe…. asik sekali cerita jalan2nya tapi fotonya kurang banyak hehehe…
    itu difoto yg cantik pake jaket kuning Sachio kah? gemesin bgt

  3. Silvia  26 April, 2013 at 06:01

    Selain Mpek Dul, Ko Han, mbak Adhe ini juga salah satu Baltyran sering pergi ke berbagai tempat. Saya ikut kecipratan di berkati dg cerita2 dan foto2nya. Terima kasih.

  4. Dewi Aichi  25 April, 2013 at 19:40

    Nah untuk itu, saya selalu mengikuti perjalanan mba Adhe, jadi irit, ngga usah ke sana tapi sudah diceritain sama mba Adhe he he he…..di tunggu cerita berikutnya tidak pake lama..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.