Pertemuan 2012 – 2013 (7)

Dewi Aichi – Brazil

 

Pertemuan Ketujuh (Godean – Rumah bu Probo Harjanti)

 

Sehari setelah bertemu Anung Hartadi, yaitu tanggal 2 Januari 2013, saya disms sama bu Probo, Ary sudah di Jogja. Memang sudah lama rencana bertemu dengan Ary, yaitu tanggal 2, tepat waktu dan Ary Hana tak pernah ingkar janji. Ary sudah diboyong ke rumah bu Probo. Saya mengajak bu Probo dan Ary ke Resto Jejamuran dekat rumah embah saya, karena kebetulan saya berada di rumah embah.

Namun apa boleh buat, kondisi Ary tidak memungkinkan untuk menembus derasnya hujan saat itu. Jogja memang diguyur hujan lebat sekali sampai malam. Pertemuan saya pada tanggal 1 Januari memang benar-benar diberkahi tidak hujan, mengingat kami ngobrol di angkringan, pinggir jalan, jika hujan, tak mungkin bisa santai-santai ndlosor di trotoar. Namun malam itu, saya dijemput di pertengahan jalan oleh bu Probo, malam hari, hujan deras.

Sudah bisa ditebak, bahwa sampai di rumah bu Probo, baju saya teles kebes (basah kuyup), tapi tetap saja saya peluk Ary begitu saya melihat tubuh langsing dan wajah manisnya. Setelah itu, saya dipinjami celananya bu Probo, dan bisa ngobrol dengan nyaman, sambil menikmati wedang jahe anget, dan tempe goreng anget.

pertemuan (35)

Ini adalah pertemuan mini, karena hanya saya, Ary Hana dan bu Probo. Ary banyak cerita tentang pengalamannya yang tentu saja sangat menarik, tentang TKI, tentang pengobatan, meditasi dan lain-lain. Pengalaman Ary itu luar biasa, banyak hal bisa kita dapatkan dari pengalamannya melalui tulisan-tulisannya. Saya dan bu Probo sempat dipijit sama Ary. Waduh…ngga tahan saya, meski Ary itu kecil, tenaga pijitnya luar biasa, saya sampai teriak, kesakitan, bukan keenakan he he…

Sayang sekali, kunjungan Ary begitu singkat, sangat singkat, malam itu juga Ary harus kembali ke Surabaya. Jadi pertemuan mini itu harus diakhiri, karena saya ngga mau Ary terlalu malam. Pengen sekali menemani sampai Ary pulang, tapi yah…saya juga musti pamit kepada tuan rumah yang baik, karena itu saya pulang duluan, Ary masih menunggu teman yang akan membawa ke Janti.

Pertemuan singkat yang sangat berkesan, Ary, saya sungguh beruntung, dirimu meluangkan waktu, walau kurang dari 3 jam, tapi sungguh sangat berkesan. Saya tidak lupa dengan suaramu yang ringan, dan enak didengar. Semoga suatu saat kita bisa dipertemukan lagi dalam suasana yang lebih leluasa.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

29 Comments to "Pertemuan 2012 – 2013 (7)"

  1. AH  27 April, 2013 at 09:25

    walaaah.. malah diposting to.

  2. Nur Mberok  27 April, 2013 at 06:55

    sampai ada pertemuan aku ra dikandani, awas! JOTHAK!

  3. Dj. 813  27 April, 2013 at 03:14

    Mbak DA…
    Terimakasih…
    Entah sudah 10X lebih ke Jogya dan sudah banyak coba hotel.
    Dulu, saat anak-anak masih kecil-kecil, kami senang nginap di hotel
    Batik Palaz, sampai 1991 dan setelah itu suasana sudah lain.
    Dulu disana, ditengah-tengah hotel ada pendopo, dimana untuk sarapan dan anak-anak bisa main gamelan.
    Walau asal nabuh saja, tapi mereka sangat gembira.
    Setelah 1991, kami banyak nyoba hotel di Jogya.Paling jelek, saat sama Sekar, entah lupa nama Hotelnya.
    Tapi yang paling bagus, ya tahun lalu, Ambarukmo Hotel, kelihata cukup mewah.
    Kami selalu lihat tempat sarapan yang sangat besar dan bersih.
    Sama dengan Gumaya Tower Hotel di Semarang, bersih dan okay.
    Kecewa, itu hotel Ibis di Surabaya,sangat kotor….
    Kalau ke Jogya lagi, kami pasti ke Amabarukmo Hotel lagi.

  4. Dewi Aichi  27 April, 2013 at 01:10

    Pak DJ…ini jam 3 siang di Brasil….aduhhhhhh ngantuk banget, apa karena habis makan singkong rebus ya?

    Wahhh Pak DJ, ntar ke sana lagi yuk…sama saya…tapi kalau tuan restorannya ada, biar ngga mbayar wakakaa…..oya Pak DJ, kalau ke Jogja nginep di hotel tentram saja….hotel baru, bagus banget, teman saya konsultan pembangunan gedung, kenal sama pemilik hotel itu, bos jamu Sido Muncul Semarang….hotelnya ada di AM Sangaji…

  5. Dewi Aichi  27 April, 2013 at 01:07

    Pak Handoko, Ary waktu itu juga bilang, pengen sekali ketemu Pak Handoko, pokoknya harus ketemu…ternyata sama sama ngefans ya he he….Pak Handoko ngefans sama Ary, Ary ngefans sama Pak Handoko….

  6. Dj. 813  27 April, 2013 at 00:53

    Mbak DA…
    Dj. juga senang kesana, karena tempat yang bersih dan rapi.
    Lagi pula, makanannya bisa pilih sendiri, mana yang mau dimasak ( dimakan ).
    Yang punya, tetangga di Semarang dulu.
    Kalau Dj. kesana selalu sembunyi-2
    Karena kalau sampai ketahuan yang punya, tidak mau di bayar…
    Hahahahahahaha….!!!
    Makan pertama kali disana, setelah pertemuan GMDj. di Jakarta 2008.
    Kemudian dia kejar kami di Jogya dan kami diajak kesana, juga tidiaik mau dibayar.

    Olehnya kalau malam, sibuk, yang punya tidak keluar dan bisa bayar.
    Sampai sekarang kami masih ada kontak dan mereka sering ke Jerman.
    Hahahahahahahaha…!!!

  7. Dewi Aichi  26 April, 2013 at 23:53

    Pak DJ…wah saya sudah berapa kali ya ke bumbu Desa..enak sih, minggu terakhir sat di Jogja saya ke sana sama bapak ibu, dan adik-adik..pokoknya sekeluarga..

  8. Dewi Aichi  26 April, 2013 at 23:52

    Kang Chandra…maka dari itu, nanti kalau ketemu ngga usah pakai di tulis di baltyra, tulisan pertemuan cukup ini saja yang pertama dan terakhir, maksudnya tulisan, kalau ketemunya sih bisa berkali-kali he he..

  9. Dewi Aichi  26 April, 2013 at 23:51

    mas JC ha ha ha…maruk ya? Satu lagi aja deh ya ya ya…..besok kalau ketemu kang Candra ngga aku ceritain ke siapa-siapa..

  10. Handoko Widagdo  26 April, 2013 at 16:12

    Wah ternyata sudah banyak orang yang menemui Ary Hana. Saya yang paling bersemangat dan paling berminat malah belum bisa berjumpa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.