Euro Trip (2)

Adhe Mirza Hakim

 

Hari 2, Jum’at 29 Maret 2013, Frankfurt – Holland

Setelah tidur yang lelap, bangun di pagi hari terasa lebih fresh, sebelum check out hotel, kami breakfast dengan menu roti, yogurt, cereal, scramble egg dan buah-buahan, standart sarapan pagi ala wong Londo begitu kata nenek kita, aku sempat sewot sama pelayan hotel yang kerajinan membereskan sarapanku di saat aku masih mengambil air minum.  Kelakuan itu pelayan yang menyebalkan sempat dilihat oleh ibu Nur, salah satu peserta tour, berusaha menenangkan sambil bilang “sabar…sabar…” , tapi selera makanku sudah terlanjur hilang.

Kami sudah menurunkan semua koper-koper pukul 6 pagi, karena pukul 7.30 pagi kami harus segera meninggalkan hotel. Aku keluar dari hotel melihat ada pemandangan indah yang terlihat di taman kota , yaa…ternyata salju turun semalam, permadani putih terhampar di sana, akhirnya kesampaian juga melihat salju dari dekat hihihi…ah kamse upay deh gue, salju itu mirip es serut ya, hehe… udara jadi lebih dingin, teringat pesan dari mba Ria, agar aku menutup rapat mantel/jacketku serta menutup leher dengan syal, berhubung aku berjilbab tidak ada masalah dalam hal menutup telinga. Uni Tati juga mengingatkan pentingnya menutup leher dan telinga saat udara dingin menerpa, karena bahaya sakit akibat udara dingin justru dimulai dari telinga.

Selesai foto sana sini, kami meninggalkan hotel untuk memulai perjalanan panjang menuju Belanda.

euro-trip2-01

Taman depan hotel Ibis Frankfurt

Pemandangan alam pagi itu indaah banget…sisa-sisa salju yang mulai mencair memancarkan pedar-pedar Kristal saat ditimpa sinar mentari, pohon-pohon yang tiada berdaun tampak berdiri kokoh seolah-olah berkata, “kami tetap tegar walau salju menerpa, sebentar lagi kami akan bersemi kembali menyambut spring”. Subhanallah…Allah menciptakan keindahan alam yang beragam bentuknya.

Waktu tempuh Frankfurt ke Belanda kurang lebih 5 jam perjalanan, bertepatan dengan perayaan libur paskah jalan tol yang kami lalui terlihat banyak dilalui mobil-mobil pribadi. Rupanya budaya mudik dan liburan di hari raya sama saja. Kecepatan mobil nggak bisa maksimal, karena harus hati-hati menjaga jarak. Cuaca berubah-ubah sepanjang perjalanan, hujan lalu panas terus hujan lagi. Aku berdo’a semoga cuaca di Belanda cerah, syukurlah saat bus memasuki Den Haag, udara terang benderang.  Rasanya happy banget lihat udara yang cerah.

Memasuki kota Den Haag, aku langsung berucap “Asyik banget ini kota, memanjakan para bikers dengan lajur-lajur khusus  buat pengendara sepeda di jalan raya.” Bersepeda di sini asli nyaman, selain udara yang bersih jalanannya juga lengang, tambah sehat deh badan. Udara cerah tidak selalu berarti hangat ya…yang namanya angin berasa uap kulkas teteup membuat badan kita menggigil.

euro-trip2-02

Pintu masuk Madurodam

Bus kami menuju Madurodam, tempat wisata berupa taman mini yang membuat replika kota di Belanda dalam format liliput. Sejak awal aku berpesan dengan Uni Tati untuk memasukkan opsi wisata ke Madurodam, karena ini salah satu mimpi masa kecilku, aku pernah melihat tempat wisata ini di majalah milik mama saat aku kanak-kanak. Foto-foto yang menampilkan bentuk bangunan dan anak-anak yang tertawa bahagia di sana begitu terekam kuat dalam memoriku. Dan aku memasang niat, jika berkesempatan ke Belanda aku harus mampir ke Madurodam.

Alhamdulillah….tercapai, thanks Uni Tati. Ternyata Hakim sangat excited di tempat ini, dia sangat menikmati miniature bandara udara Schipol, stasiun kereta api dan dermaga kapal, semua bangunan dan kendaraannya sangat presisi. Taman mini ini didirikan oleh George Maduro, maka taman ini dinamakan Madurodam, mengambil nama pendirinya.

euro-trip2-03

Mimpi kanak-kanak yang terwujud

 

euro-trip2-04

Kapal-kapal mungil tampak lalu lalang melalui canal mini

 

euro-trip2-05

Pelabuhan mini

 

euro-trip2-06

Kota Liliput di Madurodam

 

Bangunan serta ornament pendukungnya dibuat secara presisi, kita seperti layaknya Gulliver di negeri liliput. Ada mobil, kapal laut, kereta api, pesawat, semua dijalankan layaknya suasana kesibukan suatu kota. Khusus replika bandara Schipol pesawatnya gak terbang wara wiri hehe…hanya disusun rapih aneka jenis pesawat penumpang.  Orang tua aja suka apalagi anak-anak, buat para orang tua yang membawa anaknya trip ke Holland, jangan lupa mampir ke sini ya. Ini yang benar-benar dinamakan Taman Mini, karena semua isinya dalam bentuk miniature. Kereen pokoknya, gak rugi deh beli tiket masuknya.

Waktu satu jam ternyata cepat berlalu, setelah berfoto di antara  bangunan-bangunan liliput itu para peserta menyempatkan diri berbelanja souvenir di toko cinderamata yang ada di sana. Waah…hebooh deh nyerbu aneka souvenir yang lucu-lucu. Hehe…

Kami harus segera menuju objek wisata selanjutnya yaitu Keukenhof  taman bunga tulip yang terbesar di Belanda dan hanya dibuka antara akhir Maret sampai dengan pertengahan Mei. Cuaca semakin dingin, bahkan hujan gerimis mulai turun. Berjalan-jalan di taman bunga seharusnya moment yang menyenangkan ya…tapi kalau jalannya sambil menggigil kedinginan asli gak lucu kalii…aku segera masuk ke dalam paviliun yang ada di dalam taman bunga. Selain ingin mencari hangat dalam ruangan, kami juga penasaran ingin melihat tema-tema bunga yang ada di dalamnya.

euro-trip2-07

Suasana jalan di Keukenhof, sayang belum semua bunga berkembang sempurna

 

euro-trip2-08

Paviliun Oranje Nassau, tampak depan, lagi-lagi ada yang berpose narsis di depannya, yang satu ini hobby nya di potret deket-deket plang atau tulisan yang gede-gede, hehe… *benerkanadlien?
Kami memasuki Paviliun Oranje Nassau, yang ternyata isinya bunga-bunga yang bertema budaya Britania, ada bunga yang dilatar belakangi foto Prince William dan Katie, James Bond, Beatles, Mr. Bean. Aku dan Hakim sampai antri untuk foto dengan latar belakang Mr. Bean, para turis Korea paling mendominasi antrian, pliizz deh…hehehe…

euro-trip2-09

Hmmm…..abaikan foto yang di belakang, adegan 17 th ke atas, lihat yang lagi nyengir aja ya…hahaha

 

euro-trip2-10

Hadeeew…mau berfoto sama MR. Bean harus antri sama turis-turis Korea

Selanjutnya kami memasuki Paviliun Willem Alexander yang isinya aneka bungaTulip, wah …indah-indah semua aneka bunga tulip yang ada di sana.  Aku tidak sempat memasuki Paviliun Beatrix yang berisi aneka bunga anggrek, tidak cukup waktunya. Jika mau puas mungkin harus sehari penuh hang out di Keukenhof, luas kebun sebesar 4 ha kalau gak salah, dengan segala macam jenis bunga bisa buat mupeng deh hehe…akan lebih indah lagi jika musim semi sudah sempurna datang, semua bunga-bunga di taman bermekaran dengan maksimal.

euro-trip2-11

Aneka warna bunga tulip, thanks jeng Etty untuk share fotomu

 

euro-trip2-12

Tulip oranye bidikan jeng Etty…cakeep

 

euro-trip2-13

Nggak mau kalah gaya sama tulip-tulip ini…*tepokjidat

 

euro-trip2-14

Jiaaah….ada lil girl…super duper cute “Sachio” di antara tulip yang indah

 

Saat aku berada di sana, musim semi masih malu-malu datang, so bunga-bunganya masih banyak yang kuncup, kecuali yang ada di dalam pavilion, berhubung ada pemanas ruangan, bunga-bunganya sudah pada mekar semua, indah banget bunga-bunga ini. Jenis bunga tulip yang beragam benar-benar memikat mata. Sampai aku lupa waktu harus segera pulang ke Bus yang sudah menanti.

Tidak semua peserta tour tertarik dengan bunga, apalagi berjalan dalam cuaca yang menurut ukuran aku dingin banget plus ditambah hujan gerimis pula, hanya yang cinta bunga dan hobby motret betah di sini, salah satunya sohibku Etty yang punya koleksi foto-foto bunga yang cantik abizz…sebagian foto-foto bunga yang kutampilkan di sini adalah hasil bidikannya. Dan keterlambatan aku sampai ke Bus merupakan berkah buat dia hahaha….karena jeng Etty bisa motret lebih lama, gw akui sohibku ini membawa perlengkapan motret super duper lengkap, untung dia gak bawa tripot segala hihihi bisa repot gotongnya. Megang kamera yang beratnya lumayan bikin pegel tangan, dan terbukti tangannya Etty sempat pegel linu ya?

Enaknya trip bareng teman yang hobby motret, kita bisa saling bidik foto narsis, aku ucapkan terimakasih buat Etty yang dengan sabar selalu bantuin me-resize semua foto-fotoku, jadi bisa langsung aku posting di FB. Kebetulan dalam rombongan tripku ada 2 person yang serius motretnya, yaitu jeng Etty dan pak Taufan Hijas, dosen Interior Design di Itenas Bandung, cameranya mantapss punya. Kalo aku sendiri yaa…masih asal jepret judule hihihi, namun Etty suka lho…kalau aku potret dengan tema galau, hayoo siapa yang mau dipotret dengan gaya Galau, bilang aja yaa…aku siap membidiknya hehe…

Taman bunga Keukenhof di design sangat indah, dengan jalan-jalan yang berliku dan banyak sudut2 yang indah denga beragam jenis bunga (sayangnya belum mekar !)serta kolam-kolam baik yang kecil maupun yang besar dengan itik yang berenang tenang. Jalanannya menyerupai labirin, sempat membuat aku kesasar, ini yang menyebabkan aku telat sampai ke bus, hmmm..sorry pak, bu, om, tante kalau aku telat. Sebenarnya ada banyak plang penunjuk jalan keluar, cuma jalannya koq tambah muter-muter hadeew…aku semakin kuatir bakal diomelin peserta tour lainnya gara-gara telat ke bus.

euro-trip2-15

Horeee….ada hujan salju, kamse upay deh yang belum pernah ngerasain salju hihi…

 

euro-trip2-16

Gloomy Scenery….sayang kalau dilewatkan, abaikan 2 orang narsis dalam foto ini ya hihihi…

 

Di saat yang sama aku merasakan hujan salju yang tiba-tiba turun sore itu, waaaaw….happy bangets, oh ini toh rasanya berjalan di bawah hujan salju, so romantic….suasana yang gloomy membuat pemandangan Keukenhof sore itu berasa di negeri Narnia, hehehe…dasar alay dongeng. Sudah tau telat…masih sempat aku dan Leanny temanku dari Palembang, berfoto-foto di bawah hujan salju, moment yang langka seperti ini gak boleh dilewatkan dari lensa kameraku. Teringat ada rencana kopdar dengan mba Ria Pascucci di Keukenhof, tapi gak jadi karena mba Ria tiba-tiba ada urusan di Indonesia. Padahal mau banget dipotret oleh mba Ria, yang fotografer handal.

Akhirnya ketemu juga jalan keluarnya, aku dah pasang muka pasrah deh kalo mau diomelin hehe..syukurlah para peserta tour sepertinya sudah banyak yang lelah jadi gak minat mau ngomel. Bus yang kami tumpangi selanjutnya menuju Masjid Al-Hikmah di Den Haag, sebelumnya Uni Tati menawarkan opsi apakah mau ke Masjid buat sholat Maghrib berjama’ah atau langsung makan malam di restaurant Salero Minang,  semua peserta sepakat memilih sholat Maghrib terlebih dahulu.

euro-trip2-17

Tampak depan Masjid Al Hikmah, hmm…keknya ada yang narsis tapi kedinginan, wkwkwk…

 

Masjid Al Hikmah bentuknya mirip bangunan rumah penduduk kebanyakan, dari luar kita tidak akan menyangka itu bangunan masjid, kecuali jika kita baca tulisan yang menempel di dindingnya tertulis “Masjid Al-Hikmah”.  Pak ustad yang menjadi imam masjid di sana rupanya berasal dari Cianjur, sorry sekali lagi lupa namanya pak ustad. Yang pasti suara pak ustad saat melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an 11-12 sama suara imam di Masjidil Haram, rasanya khusyuk banget sholat di Masjid Al-Hikmah ini. Saat kami berwudhu di tempat wudhu airnya hangat, padahal air di wastafel dinginnya luar biasa, lebih dingin dari air kulkas. Masjid ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk ruang belajar dan kantor, sedang ruangan untuk sholat berjama’ah terletak dilantai kedua. Peraturan di lingkungan Masjid tidak boleh ada Adzan yang keluar lewat pengeras suara. Jadi Adzan nya cukup di dalam masjid,  setelah adzan Maghrib berkumandang, para jama’ah naik ke lantai 2, selain rombongan tour kami, ada juga jama’ah dari luar yang turut bergabung, mereka warga keturunan Timur Tengah dan Afrika.

Setelah selesai sholat Maghrib berjama’ah, kami melanjutkan perjalanan ke restaurant “Salero Minang”…dari namanya kami tahu, ini pasti menu makanan Padang, asyiik….selera asli Indonesia judule. Ruangan restaurant yang mungil, membuat kami duduk saling merapat, udara malam yang dingin agak teredam dengan kehangatan di ruang makan. Sebagai menu pembuka kami disuguhi kerupuk dan emping, lalu Uni Tati membelikan Klepon buat kami, duuh enaknya. Makan malam yang menyenangkan, untuk ukuran pedas, rasanya masih kurang pedas, menu masakan rasanya harus disesuaikan dengan selera warga lokal juga. Kalau terlalu pedas ntar nggak ada yang mau beli, selain itu harga cabe mahal boow hehe…peserta tour memilih nasi rames untuk makan malam.

euro-trip2-18

Resto Salero Minang, Den Haag

 

Makan malam telah usai dan kami harus ke hotel “Tulip Inn” di Meerkerk, yang letaknya agak di luar kota. Kami masih harus menunggu bus di pinggir jalan, karena bus besar tidak bisa sembarang parkir di jalanan, so busnya parkir jauh dari restaurant, entah dimana. Udara malam yang dingin menusuk membuat kami menggigil, saat menunggu bus, berasa lamaa banget datangnya, huhuhu….udara dingin koq nggak ada abisnya yaa.. Akhirnya bus datang juga. Semua peserta tampak lelah semua, hotel Tulip Inn sudah menanti, siap-siap menurunkan koper-koper kembali. Dengan mata rada ngantuk plus udara malam yang makin menggigit, kami mendorong tas-tas koper masuk ke kamar masing-masing setelah dapat kunci kamar. Time to sleep….

 

AMH, BDL 20 April 2013.

To be Continued…

 

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

21 Comments to "Euro Trip (2)"

  1. Adhe  9 May, 2013 at 16:12

    eh kelupaan balas komen susulan,

    @Matahari, yg pake baju coklat hehe iya adikku, dia gak gitu suka bunga jadi akhirnya dia milih di masuk ke cafe buat ngopi drpd keliling Keukenhof.

    @Nia, pasti bisa ke Keukenhof aku aja dulu mimpi dulu sebelum sampe kesini hehe. thanks ya sudah mampir baca.

    @Mba Dewi, iyaa aku juga suiit…suiiit buat JC hihihi…pasti dulu jjs ama yayangnya disini hehe.

    @cik Lani, maaaf baru balas komen, bener kalo jjs yg masih ada sisa2 musim dinginnya bawaan koper jadi berat, gara2 kebanyakan mantel dan sweater. Lain kali mau musim hangat aja biar agak santai jjsnya, lebih nyaman jjs diudara terbuka. Miniatur kota seperti Madurodam ada juga di Brussel ya…..waduuh baru tahu, lain kali mau lihat yang versi Brusselnya.
    Oyaa denger2 bunda Cik Lani sedang sakit ya? semoga cepat pulih yaa kesehatan bundanya, turut mendoakan dari jauh.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.