Gatty: Universitas “Mickey Mouse” itu…

Cechgentong

 

Hore… akhirnya saya dapat menulis kembali. Kangen rasanya memainkan jari-jari ini ke papan keyboard membentuk kalimat-kalimat yang bermanfaat bagi pembaca tulisan saya. Tidak terasa hampir 6 bulan saya tidak menulis setelah laptop kesayangan raib dicuri orang. Hmm… sudahlah lupakan semua itu dan saatnya saya mulai menulis kembali.

Kalau melihat judul tulisan ini terlihat nama Gatty. Siapakah Gatty? Dan apakah universitas “Mickey Mouse” ? Inti jawaban pertanyaan tersebut adalah MENULIS. Ya menulis.

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan orang yang bernama Gatty ini. Pria tua berusia 84 tahun dan mengaku sebagai Tasmanian sejati. Di Fiji, nama Gatty bukanlah sembarang orang. Beliau dikenal di Fiji sebagai KING OF SPICES dan bernama lengkap Ronald Gatty.

gatty01

Ronald Gatty ditemani istrinya Jannete saat mengobrol dengan kami (dok.cech)

Kalau melihat bibit bebet bobotnya, Gatty ini memang orang dikenal dan disegani oleh masyarakat Fiji. Harold Gatty, bapaknya Ronald Gatty adalah pendiri Air Pacific atau sekarang Fiji Airways yaitu maskapai penerbangan nasional Republik Fiji. Harold dikenal juga sebagai penerbang tangguh karena dialah orang pertama di dunia yang menerbangkan pesawat mesin tunggal sejauh 15,747 mil (24.903 km) selama 8 hari 15 jam 51 menit. Harold inilah yang membantu evakuasi tentara dan orang Belanda di Indonesia ke Australia ketika Jepang mulai menduduki Indonesia pada jaman perang dunia kedua. Selain itu istri kedua Harold (ibu tirinya Ronald) adalah putri saudagar kaya di Belanda yang kita kenal dengan VOC-nya. Jadi semakin jelaskan darah biru yang melekat pada Ronald Gatty.

Tetapi bukan Ronald Gatty namanya kalau tidak mengisi hidupnya dengan kerja keras, Meski sudah uzur, Ronald Gatty selalu semangat dan punya keinginan kuat untuk memberdayakan masyarakat Fiji walaupun dalam berbagai kesempatan, Ronald mengatakan kepada saya bahwa beliau pesimis dengan etos kerja masyarakat Fiji.

Tigapuluh tahun, Ronald Gatty mengembangkan tanaman rempah-rempah terutama vanili, pala, kayu manis, kapulaga dan lain-lain. Jatuh bangun dalam bisnis rempah-rempahnya merupakan hal biasa bagi dirinya. Keseharian Ronald di rumah sederhananya di daerah Wainadoi, Navua selalu ditemani oleh istrinya yang tercinta, Jannete Gatty (91 tahun) kelahiran Perancis. Ronald dan Jannete tidak dikaruniai seorang anakpun. Walaupun demikian mereka berdua tampak bahagia dan harmonis

gatty02

Salah satu lokasi kebun vanili milik Ronald Gatty (dok.cech)

 

gatty03

Kebun pala milik DR. Gatty (dok.cech)

 

gatty04

Satu-satunya tanaman kapulaga di Fiji yang ada di kebun DR. Gatty (dok.cech)

Ronald dan Jannete bertemu ketika mereka sama-sama kuliah di Cornell University, New York. Ronald mengambil jurusan Botani/Science. Sedangkan Jannete kuliah di fakultas Bahasa dan Sejarah Perancis. Mereka berdua menamatkan gelar Doktor (Ph.D) nya di universitas yang sama. Tetapi mereka mendapatkan gelar Profesor dari City University of New York. Walaupun sudah pensiun mengajar tetapi mereka masih sering diundang sebagai pembicara setahun dua kali di universitas tersebut. Oh ya mereka berdua adalah pendiri Alliance Francaise di Fiji dan baru-baru ini mereka menyumbang uang sebesar US$ 1 juta kepada lembaga non profit ini.

Terus apa kaitannya dengan Universitas “Mickey Mouse”? Begini, saya sering mendengar kalau sosok DR. Gatty ini sering diundang oleh salah satu universitas terbesar di Pasifik Selatan. Universitas ini menurut saya memang besar sekali dan bangunannya megah. Lokasinya tidak hanya di Fiji tetapi seluruh negara-negara Pasifik Selatan dan selalu menjadi acuan bagi pendidikan tinggi di Pasifik Selatan.

Nah yang membuat saya kaget adalah ketika saya menanyakan pendapat DR. Gatty tentang universitas ini. Dengan ketusnya DR. Gatty mengatakan ohhh universitas “Mickey Mouse”. Saya balik bertanya maksud kata “Mickey Mouse”. Sambil tertawa DR Gatty menjawab bahwa sebuah universitas itu bukan hanya dinilai dari bangunannya yang megah, tanahnya yang luas, banyaknya mahasiswa, dosen dan alumni serta lulusan S1-S3 tetapi yang dinilai adalah kemampuan seluruh civitas akademika universitas tersebut untuk menulis baik untuk riset, koran sampai jurnal internasional.

DR. Gatty menilai bahwa belum terlihat motivasi yang kuat dari para mahasiswa universitas tersebut untuk menulis dan memperkenalkan kemampuan mereka lewat tulisan di sejumlah media apalagi jurnal internasional. Mengapa ini bisa terjadi ? Ya jelas terjadi karena dosen-dosen pengajarnya mengajar “text book“, tidak inovatif dan kreatif dalam mengajar sehingga membosankan dan tidak membangkitkan inovasi. Kalau sudah begitu identik dengan “Mickey Mouse” yaitu tempat bermain-main, hanya sekedar cari hiburan tanpa arah yang jelas atau menjadi tontonan masyarakat sebagai dagelan seperti anak-anak menonton film kartun Mickey Mouse. Akibatnya adalah kualitas sarjana lulusan universitas tersebut dipertanyakan alias rendah mutunya sehingga tidak terpakai di dunia kerja dan banyaklah pengangguran.

Kalau saya pikir benar juga apa yang dikatakan DR. Gatty, banyak saya temui sarjana universitas di Fiji menjadi pengangguran dan cari peruntungan di Australia dan New Zealand sebagai tenaga kerja rendahan terutama sarjana-sarjana dari orang Fiji Asli. Berbeda dengan sarjana dari Cina, India dan Indonesia menurut DR. Gatty yang terlihat motivasi untuk maju. Hal ini terlihat banyaknya tulisan-tulisan ketiga negara tersebut di jurnal-jurnal internasional baik ilmiah maupun non ilmiah.

DR. Gatty mengatakan juga bahwa dari menulis itulah beliau dan istrinya menerbitkan banyak buku, jurnal dan lain-lain sehingga mendapatkan penghasilan yang besar dari royalty buku-bukunya. Dan motivasi menulis mereka berdua sampai sekarang masih membara seperti meneruskan tulisan tentang sejarah orang Fiji yang konon mempunyai jumlah 2000an halaman yang dibagi dalam 20 volume.

gatty05

Salah satu buku karya DR. Gatty tentang Fiji (dok.cech)

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

23 Comments to "Gatty: Universitas “Mickey Mouse” itu…"

  1. cechgentong  1 May, 2013 at 17:02

    mbak Lani, Fiji lagi datang dingin biasa lagi low pressure. kalo bill gates ga ketemu hanya liat di tv aja hahahaha sing penting sukses

  2. Lani  1 May, 2013 at 12:53

    CECH : sampeyan ketemu Bill Gates jg? wah jiaaaaaaan…….ya disyukuri waelah…….gmn cuaca di Fiji? Semoga klakon jd kaya, terkenal, tp jgn berubah ya teteplah andap asor

  3. cechgentong  1 May, 2013 at 10:41

    Mbak Dewi sosok ngeladeni hahahaha

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *