Rumah Tangga Semut Rangrang: Perjuangan Kebersamaan

Warsito Tantowijoyo

 

Unik, perjuangan semut rangrang, Oecophylla smaragdina (namanya keren ya??) dalam membangun sarang rumah tangganya. Sebagai makluk sosial, kumpulan keluarga semut rangrang akan lengkap ketika ada ratu yang hanya berperan bertelur, semut jantan yang hanya sekali kawin dengan ratu kemudian mati, semut pekerja yang bertugas merawat bayi-bayi rangrang dan semut prajurit yang bertugas memenuhi sandang, pangan dan keamanan semua anggota keluarganya. Seperti tidak adil… tapi pada semut rangrang dan juga pada manusia… keadilan itu mutlak bukan sesuatu yang dibagi seimbang, tetapi lebih ke mengoptimalkan peran sesuai kemampuan khan?

rang-rang

Yang umum kita liat berseliweran dan suka menggigit kita itu, adalah semut rangrang prajurit. Jumlahnya super banyak, harus jauh lebih banyak dari jumlah anggota bagian lainnya.

Unik, perjuangan semut rangrang membangun sarang… bukan untuknya sendiri, tetapi adalah tempat tinggal anggota komunal-nya. Proses kerja keras. Ketika sarang rangrang sudah sesak atau muncul ratu baru atau ketika sarang lama sudah tak aman dari gangguan… maka semut pekerja akan berkeliling… tengak tengok mencari tempat baru. Ketika menemu daun-daun rimbun di pucuk pohon… maka semut prajurit bergelantungan saling menggigit berjejer tangga. Angin menggoyang, dan akhirnya, gelantung jejeran yang terbawah terhinggap pada sisi daun yang lainnya. Pelan tapi gigih… ditariknya pelan-pelan daun itu hingga menangkup… membentuk ruang antar sisi daun.

Tak cukup… ketika sebagian meregang menahan sisi-sisi daun ntuk tetap menelangkup, terburu-buru birit-birit semut prajurit lainnya menggigit membawa semut-semut muda, yang hanya semut-semut muda ini yang menghasil sulur sutera. Seperti menjahit, semut pekerja menggoyang-goyang semut muda… menjahit merekat antar sisi itu, dengan sulur sutera sebagai benangnya.

Proses merekatkan… tak sekejab… butuh berjam-jam berhari-hari… sampai semua rapi aman siap ditempati. Setelah rumah indahnya siap, tak ada istirahat,… dihampirinya ratu dan digendongnya, dihampirinya semut-semut muda dan diboyongnya… diiringi para semut pekerja yang siap merawat semut-semut muda tersebut. Dan ketika semua anggota komunalnya sudah nyaman pada rumah idaman, semut prajurit menyingkir keluar… kembali memeran sebagai pencari makan dan penjaga sarang agar aman.

Oh… keluhuran. Dan kembali… keadilan dalam rumah tangga itu bukan bagaimana membagi pekerjaan pada jumlah yang sama. Tetapi… saling menghargai menghormati setiap peran-nya, sekecil penting apapun ujudnya.

Foto ini menggambarkan bagaimana gigihnya semut prajurit menahan daya sisi-sisi daun yang terlengkung. Pasti… bukan daya yang ringan… karena lempengan daun ini super lebar dan super regas. Aku kehilangan momen, membuat foto ketika semut-semut prajurit saling bergelantungan… dan juga proses menjahitnya. Hmm… mulai panas… dan takut item. Lagian…. orang yang lalu lalang mulai pada melihat aku sebagai orang aneh. Sekolah dhuwur-dhuwur lan adoh adoh… kerjaanya hanya ndeprok ngicengin semut tiap minggu. Kapan ngincengin yang lainn?? Ups… sebelum komen melebar… lebih baik… kukut kamera-nya… dan pulang sarapan.

 

26 Comments to "Rumah Tangga Semut Rangrang: Perjuangan Kebersamaan"

  1. Miko  12 May, 2013 at 20:02

    Salah satu tanda kebesaran..’!!
    Luar biasa..!!!

  2. Anoew  3 May, 2013 at 23:51

    luar biasa. Foto yang indah dan renungannya juga.

  3. Warsito Tantowijoyo  3 May, 2013 at 07:42

    Mas (atau mbak) nevergiveupyo, slahkan dengan senang hati.

    Salam
    WT

  4. nevergiveupyo  2 May, 2013 at 14:17

    mohon ijin nge-save gambarnya mas….
    saya belum cukup nyali utk ngincengin makhluk2 luar biasa seperti mas…

  5. Dewi Aichi  2 May, 2013 at 09:10

    Lani ha ha ha haaaaaaaaa…obatku wis entek ki …lha kowe sing ngaku waras malah kejam ngono lhooooo…pembunuhan lebih kejam daripada fitnah..

  6. Warsito Tantowijoyo  2 May, 2013 at 08:47

    Dear all,

    Bunches of thanks atas komen-komennya. Mohon maaf tidak bisa mereply satu per satu. Wah.., jadi semangat untuk lebih memperhatikan serangga dan menuliskannya.

    Mas hand: kembali, terima kasih. Tapi.., tentang semut yang untuk diabet, itu hoak. hahahaha.

    Salam
    WT

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *