[Xixi Diary Sang Superstar] Belajar Acting

Masopu

 

Waktu terus berlalu. Melalui berbagai pertimbangan dan komunikasi intens yang dilakukan pak Daniel, akhirmya Xixi mau menerima tawaran dari pak Daniel. Tawaran bermain film laga yang akan diproduksi pertengahan tahun depan tersebut bagi Xixi terlalu sayang untuk dilewatkan. Bagaimanapun itu adalah peluang emas yang tak mungkin datang 2 kali dalam hidupnya.

Dengan berbagai pertimbangan, Xixi memutuskan untuk tetap bertahan di Surabaya. Dia hanya akan ke Jakarta sebulan sebelum shooting dan selama shooting. Sementara jika tak ada jadwal shooting, Xixi lebih memilih untuk meneruskan aktivitasnya di Surabaya.

Hari ini sesuai dengan kesepakatan yang dibicarakannya dengan pak Daniel, Xixi datang ke Jakarta. Dia akan tinggal di Jakarta selama satu sampai dua bulan untuk belajar acting pada seorang guru acting ternama yang telah ditunjuk oleh pak Daniel. Dan selama di Jakarta Xixi akan ditempatkan di sebuah apartemen mewah yang berada di pusat kota.

Setelah terbang selama kurang lebih 45 menit, pesawat yang Xixi tumpangi mendarat di bandara Soekarno Hatta. Pak Daniel telah memerintahkan sopir pribadinya menjemput Xixi di Bandara, selanjutnya mengantar Xixi ke apartemen yang akan ditinggalinya selama berada di Jakarta.

Setelah cukup beristirahat, Xixi segera berangakat ke lokasi di mana dia akan belajar acting. Guru acting yang disewa oleh pak Daniel adalah seorang wanita bertubuh gemuk. Meski ukuran tubuhnya extra besar, namun wanita tersebut tetap terlihat cantik. Penampilannya sungguh elegan. Tubuhnya yang besar terbalut blazer hitam dengan riasan wajah yang tipis. Xixi sempat terpana dengan pemndangan cara dandan wanita tersebut. Sungguh eksotis.

“Selamat sore mbak Xixi. Silahkan duduk dulu ya,” sapanya ramah.

“Selamat sore mbak.’ jawab Xixi dengan wajahnya yang agak kaget.

“Jangan kaget ya. Pak Daniel sudah cerita banyak tentang kamu. Dia yakin banget sama talentamu. Menurut dia kamu tak akan butuh waktu lama tuk belajar acting. Dan setelah aku melihatmu tadi, aku sependapat dengannya.” sergah wanita berusia mendekati 40 tahun tersebut menangkap keheranan yang tampak di wajah Xixi.

“Pak Daniel cerita apa saja pada mbak…………?” tanya Xixi bingung mau menyebutkan nama wanita tersebut.

“Oh ya aku belum kenalkan diri ya. Panggil saja aku Rosie. Pak Daniel hanya cerita tentang kamu yang menurutnya sangat berbakat. Kata dia kamu pandai. Itu saja. Tak ada yang lain.” jawab Rosie.

“Ah pak Daniel bisa saja. Saya hanya wanita biasa mbak, ” kata Xixi pelan nyaris tka terdengar.

“Ok sekarang kita mulai saja ya pelajaran acting yang harus kamu pelajari. ” kata Rossie.

“Hanya saya saja nih?” tanya Xixi.

“Iya hanya kamu saja. Karena saya memang ditugaskan mengajarimu secara private.” jawab Rossie.

Setelah itu Rosie menerangkan banyak hal tentang acting. Dasar-dasar acting. Cara acting yang bagus. Penghayatan peran dan sebagainya dengan detail. Setahap demi setahap dia menjelaskan semuanya. Langkah-langkah yang dilakukannya sudah disepakati dengan pak Daniel. Xixi hanya mendengarkan dengan seksama. Xixi sempat teringat saat-saat dia kuliah dulu, sibuk mendengarkan, mencatat dan bertanya kepada dosen pembimbing. Kini hal itu terulang lagi, meski hanya pelajaran acting saja.

acting

Tak terasa waktu terus berlalu. Sudah lebih dari 2,5 jam Xixi mendapat pelajaran Acting dari Rosie. Sesekali Rosie meminta Xixi untuk mempraktekan apa yang dijelaskannya tadi. Awalnya Xixi kesulitan, namun dengan telaten Rosie mengajari Xixi hingga bisa.

“Xi kurasa untuk hari ini kita cukupkan sampai di sini dulu ya. Besok kita lanjut lagi. ” kata Rossie saat melihat Xixi sudah kecapekan mempraktekan apa yang diajarkannya.

“Baik mbak Rosie.” jawab Xixi.

Kemudian mereka berdua duduk di sofa yang terletak di sudut ruangan tersebut. Sambil berisitirahat mereka berdua berbagi cerita di antara mereka. Xixi dengan cerita-ceritanya dan Rosie dengan kisah hidupnya yang ternyata tak sesederhana yang Xixi bayangkan tadinya, Rosie ternyata seorang single parent. Suaminya telah meninggal dunia 6 bulan yang lalu.

Setelah dirasa cukup beristirahat dan banyak bercerita, 30 menit kemudian Xixi pamit untuk balik ke apartemen yang ditinggalinya. Rosie pun meninggalkan ruangan tersebut untuk pulang ke rumahnya yang terletak tak jauh  dari situ.

Denpasar, 08112011.0237

 

4 Comments to "[Xixi Diary Sang Superstar] Belajar Acting"

  1. Dj. 813  1 May, 2013 at 18:09

    Oooooo…. Xixi sudah akan jadi star…
    Hebat…!!!

  2. Linda Cheang  1 May, 2013 at 11:09

    belon klimaks, ya?

  3. J C  1 May, 2013 at 10:16

    Yang ini tidak ada adegan semriwingnya… (Kang Anoew jelas kuciwa berat)

  4. Lani  1 May, 2013 at 09:26

    satoe…….baru tau pentulise manggon nang Denpasar to?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.