Kumpulan Puisi

Emi Suyanti

 

BERTEMU DENGANMU

Ya, aku bertemu denganmu,

semalam
tadi saat mataku terpejam
kau tak bicara apapun
hanya tersenyum
dan menatap mataku dengan teduh
pesan di matamu telah sampai
kubaca dan kueja dalam gelap

Jakarta,  Pebruari 2013

 

ADAMU

Pejamkan mata

bersunyi
menemuimu
di perbatasan hening
antara ada namun tiada
antara tiada namun ada
kau pasti mengerti
alasanku menepi
menikmati senyap
indahnya adamu kurasakan
ini caraku sederhana
menemuimu kapan saja

Jakarta,  Pebruari 2013

 

SEPARUH JIWA

Jejak langkahmu tertahan

di balik jendela
tampias rasa membekas
di kaca jiwa
jarak ataupun waktu bukanlah dinding
akan ada muara hati di lautan teduh
melarungkan s’gala asa dan rasa saling terpaut
ini tak lagi mimpi yang karam dan tenggelam
ketika masa tak sanggup mencabik kenang
genangan ingatan tak ‘kan mengering
menjadi karsa atas rasa jiwa sejati
sebab aku masih dengan separuh dirimu
kujagakan seumur hidupku

Jakarta,  Pebruari 2013

 

ANGIN

angin…

kabarkan padaku tentangnya.
tentang senja yang telah lama menanti
jingga berpendar,
sebab hujan telah merenggutnya
sebab awan hitam bertahta di kaki langit.

 

angin…
katakan padaku dia baik-baik saja.
bernaung di bawah lindungan dan cintaNya
yang maha luas.

 

angin…
masih ‘ku nanti biru langitku
usai hujan reda.
bawalah kepadaku.
jangan tunda terlalu lama.
sebab hujan bulan ini
telah merendam luka-luka.

Jakarta,  Pebruari 2013

 

BAHAGIA

Bahagia ini masih ada;

bersamaku ada kau pelengkapnya;
semakin indah;
bagian dari hela nafas rasaku; kita

Jakarta,  Pebruari 2013

 

HATIKU TERJAGA

pada jarum jam dinding
yang tak pernah lelap
aku bercerita tentang jingga
yang pendarnya milik senja
tentang embun yang
sejuknya milik pagi
tentang terik yang
setianya milik siang
tentang gelap yang
tulusnya untuk malam
aku, kau adalah
kita berada di antaranya
karena hatiku terjaga

untuk kita hari ini,
esok dan selamanya
di sisa usiaku

Jakarta,  Pebruari 2013

 

TARIAN JIWA

tetesan peluh

basahi baju lusuh

menatap pandang jauh
menyudut sejengkal asa bersauh

luruh membungkuk raga
merebah di atas jerami renta

menusuk tusuk pori-pori jiwa
terluka darah mengering tak meronta

jerit tanpa daya
menua di sudut senja

meski raga merenta
asa takkan menua

sisa usia tetap guna
untukku,  untukmu­,  untuk kita

Jakarta, September 2011

 

RINDU

rasa yang tertunda adalah birunya laut
serupa desiran ombak kepada pantai
sedangkan waktu adalah jeda
hujan adalah perantara
angin adalah utusan
dan udara ada keseluruhan atas rasa
semoga separuh jiwa masih terjaga

 

emi-suyanti

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Emi Suyanti, semoga puisi-puisimu menyegarkan rumah kita bersama Baltyra, dan jika ada tulisan lain selain puisi, jangan sungkan untuk dikirimkan juga ya. Terima kasih Dewi Aichi dan Ayla yang sudah mengajak Emi Suyanti bergabung…make yourself at home…

 

13 Comments to "Kumpulan Puisi"

  1. Dewi Aichi  6 May, 2013 at 04:33

    Kang Chandra…suit suit…esuk esuk wis rindu….

  2. chandra sasadara  6 May, 2013 at 04:30

    Sebagai penikmat puisi..aku merundukan yg seprti ini..indah, dalam dan berasa bgt..

  3. emi suyanti  5 May, 2013 at 09:37

    @mbak Dewi, baik mbak sayang, saya ingin kirim cerpen juga selain puisi, sedang saya siapkan mbak…terima kasih banyak atas sambutan hangatnya, semua warga di sini sangat ramah-ramah, bahagia rasanya hatiku mbak, makin membuat saya bersemangat menulis.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.