Euro Trip (3)

Adhe Mirza Hakim

 

Hari 3, Sabtu 30 Maret 2013, Amsterdam – Holland

Kamar hotel Tulip Inn di Meerkerk cukup luas jika dibanding ukuran standart Ibis Hotel, hanya letaknya agak jauh di luar kota, bagiku hotel itu harus bersih dan nyaman buat tidur, perkara letaknya, jika independent traveling aku pasti memilih letak pusat kota atau yang dekat bandara, karena ini perjalanan dengan rombongan tour, aku percaya bahwa hotel yang dipilihkan sudah layak buat para peserta.

Kulihat jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 7 pagi, koq cuacanya masih terlihat gelap gulita ya? Ternyata….setelah dapat info dari uni Tati, berhubung musim winter sudah berakhir, untuk peralihan waktu ke Spring, maka waktu dimajukan 1 jam ke muka. Pantess…. aku sholat subuh di jam 7 pagi, sebelum matahari terbit aja judulnya.

eurotrip3-01

Sunrise @Meerkerk, Holland, indah ya…

 

eurotrip3-02

Tulip Inn di pagi hari

 

Sarapan pagi di hotel Tulip Inn, disediakan nasi dan scramble egg, lumayan deh…maklum perut melayu, kalau gak nemu nasi sarapan gak lengkap, setelah mengambil kopi susu, aku menuju ke meja makan. Aku memandang ke piring nasiku, sepertinya nasi+telur dadar ini akan tambah nikmat jika ada sambel, sebenarnya aku bawa sambel sachet, tapi lagi males aja balik ke kamar buat mengambilnya. Lalu aku bertanya ke Tri, apa ada sambel, Tri bilang ada sambel di meja makannya, sambel ijo milik Media, kabarnya dikirim dari Padang, wuuuah….mantapps punya, thanks ya Media….berasa makan di warung Padang nie hihihi.

Hari ini tour kami mengitari Amsterdam dan sekitarnya, diawali dengan kunjungan ke desa nelayan, Vollendam. Selain menikmati keindahan alam di desa nelayan, kami juga akan melakukan sesi foto group dengan memakai pakaian tradisional khas Holland. Wah…seru ini, kebayang aku dan Hakim memakai baju khas Holland ini difoto berdua. Suka lihat foto-foto kerabat dan teman yang sudah pernah ke Holland memajang foto mereka dengan kostum khas nelayan Vollendam.

Jam 8 pagi bus meninggalkan hotel, tujuan pertama adalah Vollendam, satu desa nelayan yang sangat ngetop namanya buat para traveler, perjalanan menuju ke desa ini sangat indah, rumah-rumah khas Holland berjajar rapi di kiri kanan jalan. Sebenernya aku geregetan mau motretnya tapi karena motret dari balik kaca jendela bus yang berdebu rasanya useless, so…nikmatin aja, walau ada beberapa teman-teman yang jeprat jepret camera.

Tibalah kami di Vollendam, haiyaaa…indah dan tenang banget ini desa, bersih dan gak bau amis ikan, layaknya desa-desa nelayan di Indonesia, hadeew…gak sopan banget ya masa’ dibandingkan sama desa nelayan di Indonesia, hihihihi… tapi kalo mau jujur, pantai-pantai indah lebih banyak di Indonesia, kita hanya kalah soal kebersihan, transportasi, akomodasi dan promosi, jiaaah ini mah PR buat Departemen Pariwisata Cyiiin…

eurotrip3-03

Perahu nelayan yang tertambat tenang

 

eurotrip3-04

Rumah-rumah nelayan dari kejauhan

 

eurotrip3-05

Rumah dan toko tertata rapi

 

Desa  nelayan ini dikemas sangat apik, bangunan rumah, toko, hotel dan restaurant serta jalan masuk ke lokasi desa ini semuanya tertata rapi. Burung-burung camar laut terbang kesana kemari, tampak akrab dengan para turis, burung-burung itu terbang rendah mengitari orang-orang yang berada di dekatnya, apalagi jika diumpan makanan, aku lihat ada teman yang meletakkan fish ‘n chips di dekatnya lalu burung-burung itu langsung mendekat, click….jadi deh foto bersama burung itu.

eurotrip3-06

Camar laut ramai berterbangan

 

eurotrip3-07

Desa Vollendam yang nyaman

 

eurotrip3-08

Kenangan dengan pak nelayan di Vollendam

 

Kami diberi waktu 1 jam oleh Uni Tati untuk melihat-lihat dan berfoto di lokasi ini, karena masih banyak tempat yang harus kami kunjungi selanjutnya. Prioritas pertama kami adalah menuju studio foto untuk sesi foto baju tradisional nelayan Belanda. Uni Tati menunjukkan studio foto yang harus kami masuki, ternyata para fotografernya 2 cewe muda Belanda yang manis-manis, mereka sangat cekatan, membantu kami memilihkan pakaian dan memasangkannya ke tubuh kami, ruang kostum buat perempuan dipisahkan dengan ruang kostum laki-laki. Setelah kami semua siap dengan kostum masing-masing, kami diarahkan untuk duduk rapih, ada juga yang berdiri. Ya…semua pasang muka manis….cheeers, click !

eurotrip3-09

Foto Group di Vollendam, cheeers…klik

 

Foto group itu gratisan (sumbangan dari Zazare Diamonds), tetapi jika mau berfoto secara personal, kita kena tarif  normal, yang aku ingat untuk foto berdua Hakim, aku dikenai harga 12 euro. Kebanyakan semua teman memilih berfoto kembali dengan pasangannya. Berhubung yang mau berfoto cukup banyak, so harap antri ya. Bagi yang sudah selesai foto bisa langsung cari sudut-sudut menarik buat diabadikan melalui lensa camera, bagi yang lain belanja souvenir di Vollendam ternyata lebih murah dari yang di Madurodam. Ada juga yang beli makanan khas Vollendam,  Chips and Fish. camilan dari daging ikan. Aku tidak mencobanya, alasannya lagi gak mau makan aja hehe…udah kenyang makan nasi telor dadar plus sambel cabe ijo yang menurutku jauh lebih enak.

Kami diingatkan untuk segera kembali ke bus, karena kami harus pergi ke Pabrik pengolahan keju Edam (keju khas Belanda yang kulitnya dibungkus dengan lapisan berwarna merah ) serta pabrik Klompen. Kami diajak melihat proses pembuatan keju Edam, selanjutnya bagi yang mau beli dipersilahkan, kalau aku mau foto-foto aja hehe….

eurotrip3-10

Pabrik Keju Edam dan Klompen

 

eurotrip3-11

Ruang pembuatan klompen

 

Setiap tempat wisata yang kami kunjungi selalu tersedia toko souvenir, berhubung banyak yang sudah borong souvenir di Vollendam, jadi teman-teman gak tertarik buat bela-beli di sini. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke kota Amsterdam, kami akan mampir ke Toko pengasahan berlian  Zazare Diamonds.  Kota Amsterdam sangat cantik, bersih dan penuh dengan rumah-rumah  yang bentuknya khas Belanda banget, para bikers lalu lalang dengan aman di jalurnya tanpa perlu kuatir terserempet mobil.

eurotrip3-12

Santai bersepeda

 

Gedung Zazare Diamonds  berada sangat strategis di pusat kota Amsterdam, bus yang kami tumpangi tidak bisa berhenti di depan toko tersebut, karena seperti sudah aku sebut di part sebelumnya, di negara Eropa ini, bus-bus gak bisa sembarangan berhenti di suatu tempat, ada tempat khusus dimana bus bisa menurunkan penumpang. Emang di Indonesia, bus bisa berhenti sesukanya hehehe…

eurotrip3-13

Gedung Zazare Diamonds letaknya strategis di pusat kota Amsterdam

 

Rombongan kami berjalan beriringan menuju Zazare Diamonds, hmmm…kebayang deh melihat berlian-berlian cantik yang harganya selangit. Aku suka berlian tapi kalau dikasih hahaha….

Senang melihat sudut-sudut kota Amsterdam yang dilalui kanal-kanal yang terawat rapi, aku menyempatkan diri berfoto dengan latar belakang kanal dan sepeda yang sedang parkir di dekatnya, hihihi…berasa yang punya sepeda aja. Ini foto khas Amsterdam gitu lho…. kami diperingatkan untuk tidak jalan terpisah dan harus selalu dalam satu rombongan, hal ini dilakukan karena bahaya copet yang makin tidak terkendali dampak dari krisis ekonomi di Eropa.

eurotrip3-14

Istana Ratu yang sedang di renovasi

 

Sampai di Zazare Diamonds, kami disambut dengan ramah, ada petugas khusus, seorang ibu asal Indonesia yang sudah cukup lama bermukim di Belanda, yang menjelaskan beragam informasi seputar Zazare Diamonds. Kami mengamatinya dengan serius. Berhubung sesi selanjutnya adalah penawaran untuk membeli berlian, beberapa peserta tour memilih keluar ruangan, termasuk aku. Mending waktu luang digunakan buat foto-foto narsis lagi, hayuuu…. *foto-foto narsis dalam perjalanan ini aku posting dalam album Euro Trip, silahkan diintip, hehe..promosi.

eurotrip3-15

Salah satu kanal yang ada di belakang Zazare Diamonds

 

Kami diperingatkan oleh petugas Zazare Diamonds, agar jangan jauh-jauh dari lokasi toko, karena beberapa jam sebelumnya ada turis dari China yang kecopetan di depan toko Zazare Diamonds, perhiasan berlian dan sejumlah uang raib digasak pencopet. Hadeeew….bikin takut aja ini kota, sebenarnya gak usah paranoid banget yaa…di Jakarta juga banyak copet, tapi kita kan tetap tenang-tenang saja. Berhubung kita ada di negeri orang, kalau kecopetan itu runyam urusannya, harus berhubungan dengan pihak berwajib setempat dan pihak kedubes segala karena kita orang asing.

eurotrip3-16

Foto Kanal dan sepeda, khas Amsterdam

 

eurotrip3-17

Sepedanya apik yo…

 

So…kami tetap berusaha enjoying our trip, setelah urusan di Zazare Diamonds selesai, kami diajak city tour di pusat kota Amsterdam, ngetopnya di Dam Square, udara cerah namun angin yang bertiup sangat dingin, membuat kami jjs sambil kedinginan, ampuun dah…. untuk mengalihkan rasa dingin itu apalagi kalau bukan motret sana sini objek-objek yang menarik mataku. Aku dan Etty suka ketinggalan rombongan karena asyik bidik sana sini. Objek menarik yang aku suka bidik antara lain, Lampu, Bangku kosong, Sepeda dan Pohon, hihihi….  mungkin ini refleksi alam bawah sadar. Senang, melihat alam, menikmatinya dan menjalaninya.

eurotrip3-18

Taman kota, bunga-bunga belum tumbuh, ada bangku kosong tuh

 

Kami sempat terpisah dengan rombongan, daripada nyasar gak ketemu rombongan, kami menunggu di depan bangunan yang bertuliskan Heineken (merk beer terkenal asal Belanda), museum ini ramai dikunjungi oleh kaum muda, kami tidak ada opsi masuk ke museum ini, kalau ada opsi mampir ke museum, pasti aku pilih masuk ke museum Van Gogh, tapi kunjungan ke museum tidak masuk dalam itinerary tour, mungkin harus independent traveling jika mau mampir2 ke museum.

eurotrip3-19

Dermaga kecil tempat menaikkan dan menurunkan penumpang

 

eurotrip3-20

Terlihat antrian penumpang

 

eurotrip3-21

Kapal motor (Cruise) yang membawa kami keliling kanal-kanal

 

eurotrip3-22

Kapalnya apik ya…

Setelah rombongan lengkap terkumpul, kami beranjak ke dermaga cruise untuk menunggu antrian naik kapal motor yang akan membawa kami mengelilingi kanal-kanal yang ada dalam kota. Ternyata asyik juga ya mengelilingi kota Amsterdam dengan kapal motor ini, sungai-sungainya bersih dan bangunan-bangunan yang berada di kanan-kiri sepanjang kanal-kanal terawat baik. Selintas aku mendengar, ada 8000 bangunan di kota Amsterdam, yang dilindungi oleh pemerintah Belanda, para pemilik bangunan  mendapat subsidi biaya perawatan rumahnya, enaak bener ya… karena pemerintah serius melindungi assets kota sebagai warisan budaya masa lalu sekaligus objek wisata yang dapat mendatangkan pemasukan buat pemerintah.

eurotrip3-23

Ini museum maritim, dilihat dari kejauhan

 

eurotrip3-24

Pemandangan sepanjang kanal, fotonya agak butek, karena melalui jendela kapal

 

Nakhoda kapal menjelaskan sejarah bangunan dan tempat-tempat yang kami lalui, penjelasan memakai bahasa Belanda yang di translate ke bahasa Inggris melalui pengeras suara yang menggema di dalam kapal. Tiba-tiba nakhoda mematikan mesin kapal, ada apa ya….? Ternyata mesin dimatikan, agar kami para penumpang kapal bisa mendengarkan suara alunan musik dari pengamen yang memakai perahu tak jauh dari kapal kami, hihi…ada-ada aja.

eurotrip3-25

Eh…ada pengamen juga di kanal

 

eurotrip3-26

Suasana di dalam kapal, Vivi serius amat sih? hihi..

 

Interior kapal cukup nyaman dengan atap yang terbuat dari kaca, kapal bisa memuat kurang lebih 50 penumpang, rombongan kami yang berjumlah 37 orang terlihat mendominasi keriuhan dalam kapal, hihihi….itu Nakhoda sampai kekie gara-gara areal kekuasaannya terganggu karena beberapa peserta tour dari rombongan kami, jeprat jepret camera di dekatnya, akhirnya dia memasang tali pembatas agar penumpang tidak menerobos di sampingnya hanya untuk memotret, hehe… turis-turis dari negara lain lebih tekun mendengar penjelasan nakhoda atau suara merdu yang terdengar dari speaker kapal.

Mungkin turis dari Indonesia lebih reaktif aja terhadap keindahan kota Amsterdam, kebayang selama 3,5 abad Belanda menjajah Indonesia, sedikit banyak turut berkontribusi pada kekayaan yang diperoleh pemerintah kerajaan Belanda pada masa lalu  untuk memakmurkan negaranya. Jejak sejarah hubungan Indonesia dan Belanda salah satunya dibuktikan dengan nama-nama jalan yang ada di Belanda, aku pernah melihat nama jalan Atjeh, Sumatera dan Jawa saat menuju ke Madurodam.

Saranku jika berkesempatan jjs ke Amsterdam, jangan lupa ikut tour Canal Cruise ini ya, kereen pokoknya.

Kurang lebih 45 menit mengelilingi kanal-kanal, tidak terasa lama karena mata ini disuguhi pemandangan indah, dari bangunan, patung-patung, jembatan, hotel dan restaurant terapung bahkan ada rumah-rumah terapung juga. Selintas aku amati, kebanyakan rumah baik di darat maupun yang terapung di atas kanal-kanal, mempunyai ciri yang sama, selalu ada bunga yang diletakkan dalam vas yang menjadi hiasan jendela rumahnya. Senang melihat orang-orang Belanda sangat menyukai bunga.

Selanjutnya kami menuju Chinesse Restaurant untuk makan malam, seperti biasa kami sudah hafal menu standart yang disajikan, dibuka dengan seteko teh hijau hangat, sayur bening, nasi, tumis tahu, kailan, ayam tumis kecap dan ikan kukus terakhir ditutup dengan sebuah jeruk yang dipotong 10 hehehe. Teteup bersyukur bisa makan nasi, jauh lebih baik daripada makan roti. Lokasi restaurant ini berada di pusat keramaian Dam square, ada pertunjukan sirkus yang dilengkapi komidi putar dan roda raksasa (kalau di Dufan namanya Bianglala). Kami sangat berhati-hati ditengah keramaian dan hiruk pikuk orang-orang yang berada di Dam Square. Waspada dari bahaya copet hehe.

eurotrip3-27

Suasana Dam Square di waktu malam

 

Aku sempat masuk ke toko souvenir untuk membelikan Hakim topi wool, ternyata di dalam hotel itu tersedia biskuit mengandung Ganja, hihi…Cannabies Biscuits. Pemerintah Belanda melegalkan pemakaian narkoba di negaranya, menghisap ganja dan hasis di taman-taman kota dianggap wajar, alasan pemerintah dengan memberi kebebasan memakai narkoba akan mudah mengontrol jalur peredarannya, karena jika dilarang maka peredaran narkoba akan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, akan sulit mengawasi jalur distribusinya, begitu kata Meneer.

eurotrip3-28

Biskuit mengandung ganja

 

Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 8 malam, tetapi udaranya masih terang layaknya jam 5 sore,  bus yang akan membawa kami ke hotel belum tampak, padahal kami sudah berjalan lumayan jauh ke tempat pemberhentian bus, hmm… semua peserta tour tampak sudah pada kedinginan, walau mantel tebal sudah dipakai, tiupan angin yang kencang plus dingin membuat kami berasa mau beku, ya Allah… ini mau ngumpet dimana ya biar hangat? Kebetulan lokasi kami menunggu bus berada di antara gedung-gedung yang terkunci, asli gak bisa nebeng masuk buat menghangatkan badan. Terima nasib deh berdingin-dingin ria, hehe….hayoo merapat-rapat biar hangat.

Bus yang ditunggu-tunggu muncul juga, ternyata itu bus memutar agak jauh, begitulah kalau tour di negara-negara Eropa, kebanyakan jalan kaki kalau berada di lokasi city tour nya. Malam ini kami harus tidur yang cukup, karena besok kami akan bertolak ke Paris dan mampir ke Brussel.

 

AMH, BDL 24 April 2013

To be continued….

 

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

16 Comments to "Euro Trip (3)"

  1. Hartati Nurwidjaya  11 May, 2013 at 12:54

    He he he menu Chine sayu bening sehubungan harga paket 1440 euro included tiket and all. Kalau menu upgrade misalnya harga US$2000 tentunya mewah dan buffet.

  2. [email protected]  10 May, 2013 at 06:10

    Ah.. amsterdam… pengen ke sono lagi.
    Wah… harus masuk ke pabrik heineken… mantab deh, dan museum van goh… bagus itu, istriku suka sekali… kalo perut nggak keroncongan, mungkin gak keluar2 dr situ. Heheheheh.

    River cruisenya penuh benar kapalnya ya. Waktu saya cuma ada saya dan istri… hehehehe… romantis rasanya (apa karena travelling sendiri jadi bs milih) dan sopir boatnya baik bener…

  3. Dj. 813  10 May, 2013 at 04:46

    Asianerata Says:
    May 10th, 2013 at 00:54

    mba Adhe: iya saya dengar juga kalau Venice itu agak bau, terutama kalau summer. Saya tunggu artikel selanjutnya
    ———————————————————————-

    Asianerata…
    Orang liburan ke Venice, selalu sommer, tidak ada orang liburan kesana saat musim dingin.
    Apalagi kalau airnya pasang, kasana hanya lihat air, karena semua terendam air.
    Kalau adapun mungkin sangat minim.
    Tapi Amsterdam, mbak Adhe kesana masih sedikit dingin.
    Coba mbak Adhe atau anda ke Amsterdam musim panas, sama saja.
    Yang namanya kanal, ya selalu bau amis lah…
    Di Venice, yang bau hanya kanal-kanal kecil, karena airnya sedikit bergerak. Kalau kanal yang basar
    dimana sering dilalui kapal,ya tidak begitu bau.
    Ini saat kami naik Gondol, memang sedikit bau.

    Kalau mau liburan yang paling bersih itu ke Swiss, air di danau atau sungaipun terlihat biru.

  4. Asianerata  10 May, 2013 at 00:54

    mba Adhe: iya saya dengar juga kalau Venice itu agak bau, terutama kalau summer. Saya tunggu artikel selanjutnya

  5. Adhe  10 May, 2013 at 00:37

    @Asianerata, thanks yaa….sudah mampir baca dan leave comments, bener canal-canal di Amsterdam so romantic dan bersih, kalo di Venice agak bau dan kotor. Soal romantisme naik Gondola imagenya memang lebih kuat. Nanti aku akan sampai ke tulisan tentang Venesia, tetap pantau Baltyra ya. Trims.

  6. Asianerata  10 May, 2013 at 00:18

    Mbak Adhe …terima kasih sdh diajak “jalan-jalan” ke Belanda…..Amsterdam indah sekal kelihatannya, terutama kanalnya seperti di Venice bernuansa romantis ya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.